Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dewan Pelatih Kodrat Bali Genjot Tim Putri

I Ketut Wisna dan petarung Bali
I Ketut Wisna dan petarung Bali

BALI TRIBUNE - Sebagai wujud mempersiapkan petarungnya lebih awal untuk Pra-PON dan PON 2020 mendatang, Dewan Pelatih Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali melakukan training camp (TC) bagi petarung yang diproyeksikan. Hanya saja, pemusatan latihan itu khusus bagi petarung putri baik di kelas tarung bebas dan seni gerak. Ketua Dewa Pelatih Kodrat Bali, I Ketut Wisna, Selasa (22/5) menjelaskan, pertimbangan memanggil tim putri itu lebih awal karena selama ini, Bali belum pernah turun dalam even-even nasional. "Bali sudah lama sekali tidak menurunkan tim putri di even nasional seperti kejurnas, Pra-PON maupun PON. Inilah saatnya Bali harus ada petarung putrinya. Lebih awal persiapan, maka semakin matang," tegas Ketut Wisna. Pertimbangan lainnya juga, potensi petarung putri itu kini di Bali sedang berkembang dan sudah siap diadu dalam skala nasional. Selain itu, rival Bali biasanya lebih terpusat di kelas tarung putra. "Kemudian peluang untuk medali di nomor putri juga sangat terbuka bagi Bali, terutama untuk meraih tiket ke PON 2020," imbuhnya. Pria yang karib disapa Kang Wisna ini juga menambahkan, TC tersebut dihelat mulai bulan Juni mendatang hingga mulainya kejurnas yakni pada bulan November di Puslat Tarung Derajat di Kesiman, Denpasar. Adapun petarung putri yang ambil bagian disebutkannya 9 orang, lima di kelas tarung dan sisanya seni gerak. "Dari jumlah itu, dua masih statusnya cadangan," ungkap Kang Wisna. Mengingat masih awal, adapun program pemusatan latihan itu lebih fokus ke pembentukan fisik dasar para atlet dengan standar nasional. Nantinya, dibarengi juga dengan kemampuan teknik-teknik dalam bertarung. Untuk pelatih, Dewan Pelatih menunjuk empat orang yakni Pande Dirgayusa, Wayan Sirka, Hendra dan Ria. Pada dasarnya, puncak dari TC ini yakni menatap Pra-PON mendatang, oleh karena itu setelah kejurnas, hasil petarung akan dievaluasi kekurangan serta kelebihan. Ngomong-ngomong soal rival di tim putri nanti, Kang Wisna menyebut akan datang dari Provinsi Papua , Kaltim, Jatim serta Aceh. Hal itu berdasarkan pengalaman dan pemantauan pihaknya selama ini. Lalu, bagaimana soal tim putra? Sambungnya, gambaran untuk tim putra itu sudah ada, seperti petarung Bali yang tampil di PON 2016 lalu yang masih aktif. Kemudian hasil pantauan kejurda serta Porprov Bali 2019 mendatang. "Setelah kejurda, barulah kedua tim akan berlatih bersama," tandasnya.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Belanja Badung Tembus Rp13,09 Triliun, PDIP Soroti Infrastruktur dan Wajah Pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura - Belanja daerah Kabupaten Badung dalam RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dirancang mencapai Rp13,09 triliun. Angka tersebut meningkat Rp1,56 triliun atau 13,56 persen dibandingkan APBD induk yang sebesar Rp11,52 triliun. Sementara pendapatan daerah dirancang Rp10,50 triliun, naik Rp170,11 miliar atau 1,65 persen dari APBD induk Rp10,33 triliun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Upah Pekerja di Bali Dinilai Terlalu Imut, Nyoman Parta Sebut Kebutuhan Hidup Layak Harus Jadi Acuan Pengupahan

balitribune.co.id | Gianyar - Upah pekerja di Bali dinilai belum sebanding dengan tingginya biaya hidup. Upah pekerja di Bali dinilai terlalu kecil alias Imut jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup pekerja di Bali.  

Baca Selengkapnya icon click

Gerindra Setujui Perubahan APBD Badung 2026, Soroti Infrastruktur Kuta dan Banjir

balitribune.co.id | Mangupura - Fraksi Partai Gerindra DPRD Badung menyatakan menyetujui Ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung DPRD Badung, Jumat (11/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sertifikat Elektronik Pertanahan Disorot, Masyarakat Diingatkan Waspadai Data hingga Proses Peralihan Hak

balitribune.co.id | Singaraja – Munculnya sejumlah masalah pada digitalisasi layanan pertahanan memantik kekhawatiran sejumlah pihak. Terutama potensi kesalahan data, pemetaan bidang hingga lambannya proses administrasi berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan administrasi. Karena itu masyarakat diminta untuk lebih teliti saat mengurus sertifikat berbasis digital.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.