Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diduga Bocor, Evakuasi Limbah B3 Kapal Cinta Natomas Dihentikan

kapal
Bali Tribune / MIRING - Kapal FSO Cinta Natomas tengah bersandar di Jetty Curah Cair Pelabuhan Celukan Bawang dalam keadaan miring diduga mengalami kebocoran

balitribune.co.id | Singaraja - Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang terpaksa menghentikan upaya evakuasi endapan minyak berupa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari Kapal Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas, yang tengah bersandar di Jetty Curah Cair Pelabuhan Celukan Bawang.

Penghentian tersebut akibat kapal milik Pertamina itu diduga bocor dan saat ini dalam kondisi miring. Sejumlah pihak meminta agar Pertamina segera menerbitkan tanda darurat agar limbah beracun yang tersimpan dalam lambung kapal tidak mencemari laut.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, membenarkan pihaknya telah menghentikan aktivitas evakuasi limbah B3 yang ditangani oleh PT Tenang Jaya Sejahtera. Taufik menyebut surat tersebut dikirim kepada General Manager Zona 11 PT. Pertamina (Persero) selaku pemilik FSO Cinta Natomas.

“Dihentikan sementara seluruh kegiatan pekerjaan di atas kapal Cinta Natomas, hingga stabilitas kapal dinyatakan aman dan memenuhi standar keamanan dan keselamatan kapal serta keselamatan kerja,” kata Taufik Sabtu (1/11).

Menurut Taufik, Kapal FSO Cinta Natomas dalam kondisi miring ke kanan dengan kemiringan 3-5 derajat. Pada saat bersamaan, masih terdapat kegiatan pekerjaan proses pembongkaran limbah B3. Ditambahkan, keselamatan dan aspek teknis harus menjadi prioritas dalam proses pembongkaran muatan berbahaya tersebut.

“Saat dilakukan pekerjaan pembongkaran, kapal harus memenuhi aspek teknis dengan tidak mengabaikan keselamatan orang-orang yang bekerja di atas kapal, baik ABK maupun para pekerja selama proses tank cleaning berlangsung,” tegas Taufik.

Menurut dia, pemilik kapal telah berulang kali diingatkan mengenai potensi pencemaran dari limbah B3. Sedang terkait dugaan kapal mengalami kebocoran, pihaknya masih menunggu Pertamina untuk memastikan hal itu. “Pihak Pertamina sudah diminta datang untuk memastikan kondisi kapal,” tandasnya.

Sebagai informasi, Kapal Tuban Marine Terminal bernama lambung FSO Cinta Natomas tambat di Dermaga Curah Cair Pelabuhan Celukan Bawang,Gerokgak sejak tahun 2018 dan memuat sebanyak 105 barel minyak mentah. Kapal tanker buatan tahun 1972 itu sudah 7 tahun bersandar memuat sekitar 105 barel minyak mentah dan berisi 10 awak kapal termasuk nakhodanya.

wartawan
CHA
Category

DPRD Tabanan Minta Evaluasi Kinerja Perumda SS Sebelum Tambah Modal

balitribune.co.id | Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perumda Sanjayaning Singasana (SS) sebelum menyetujui tambahan modal. Evaluasi dirasa perlu untuk melihat secara transparan rekam kinerja dan arah bisnis perusahaan daerah tersebut sebelum menyerap anggaran daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Rekonstruksi, Polres Tabanan Rencanakan Pelimpahan Tahap Pertama Kasus Juwuk Legi

balitribune.co.id I Tabanan – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan berencana segera melakukan pelimpahan tahap pertama kasus penganiayaan terduga maling ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Pelimpahan tahap pertama atau berkas pemeriksaan terhadap para tersangka dalam kasus ini yang jumlahnya lima orang itu akan dilakukan setelah penyidik melaksanakan rekonstruksi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Geger! Data Pegawai Simpeg Pemkab Badung Diduga Bocor di Dark Web

balitribune.co.id | ​Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung digegerkan oleh isu dugaan kebocoran belasan ribu data pegawai akibat peretasan. Data dari Sistem Informasi Manajerial Pegawai (Simpeg) tersebut bahkan dikabarkan telah diperjualbelikan oleh peretas di situs dark web.

Baca Selengkapnya icon click

BI: Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Pembangunan infrastruktur dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali. Tidak hanya jalan dan konektivitas transportasi, kebutuhan pembiayaan juga terbuka pada pembangunan rumah sakit, pelabuhan hingga infrastruktur pendukung sektor pertanian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.