Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dosen Poltek KP Jembrana Positif Rapid Test, Sebelas Penumpang Positif Rapid Test di Gilimanuk

Bali Tribune/ MASUK BALI - Sejak diberlakukan rapid test bagi penduduk masuk Bali, tidak sedikit warga yang hasilnya rapidnya positif.
alitribune.co.id | Negara - Penyebaran Covid-19 melalui transmisi local terus diwaspadai. Teranyar puluhan dosen di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Jembrana harus menjalani rapi test setelah seorang dosen rapid testnya positif. Sedangkan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk sudah terjaring belasan orang terindikasi positif Covid-19.
 
Rapi tets masal telah dilaksanakan di Poltek KP Jembrana di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Rapid test terhadap ululan dosen di kampus milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini sudah dilaksanakan Senin (27/4), lantaran sebelumnya ada salah seorang dosen yang memiliki riwayat perjalanan ke wilayah zona merah. Dosen perempuan tersebut diketahui sempat pulang pergi Jembrana-Jogyakara. Setelah dilakukan rapid test di Yogyakarta hasilnya positif dan harus diisolasi di Yogyakarta. "Dosen tersebut kini isolasi di Yogyakarta, tidak di sini karena rapid test dilaksanakan di Yogyakarta. Karena sempat kontak dengan beberapa dosen lainnya sehingga beberapa dosen harus ditest," jelas Humas Gugus Tugas Percepatan Penangana Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Selasa (28/4).
 
Ia menyebut di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk sudah dilakukan rapid test terhadap lebih dari tiga ribu warga yang masuk Bali. Kebijakan rapid test di pintu masuk Bali di Gilimanuk ini untuk deteksi dini sekaligus memutus rantai penyebaran corona, terutama terhadap warga yang datang dari zona merah di pulau Jawa. Tidak sedikit hasil rapid test warga masuk Bali tersebut yang positif.  “Sebanyak tiga ribu lebih (rapid test) yang sudah kami lakukan, hasilnya terindikasi positif sudah sebanyak 11 orang. Selanjutnya, khusus mereka yang dirujuk ke RSU Negara, akan kita tindak lanjuti dengan metode PCR," ungkapnya.
 
Tiga dari 11 orang yang terindikasi positif itu warga asal Kecamatan Melaya dan sudah langsung dirujuk ke RSU Negara. Tiga orang warga berdomisili di  Kabupaten Gianyar dan Denpasar sudah dirujuk ke RSU Sanglah. Sedangkan lima orang warga Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sesuai protap Pemprov Bali, kelimanya langsung dipulangkan ke daerah asalnya. “Rata-rata setiap hari di Gilimanuk ada 250 orang yang menjalani rapid test,” ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Jembrana ini. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kabur ke Badung, Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Blahbatuh

balitribune.co.id | Gianyar - Digiring ke Mapolsek Blahbatuh, menandai berakhirnya pelarian ANB (26 tahun). Terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini berakhir di sebuah tempat kos di Banjar Selat Beringkit, Mengwitani, Badung. Setelah disanggong Tim Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh tanpa perlawanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terkait PWA, Dewan Bali Minta Pemerintah Provinsi Bali Terbuka

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali telah memberlakukan pungutan bagi wisatawan asing (PWA) yang datang ke Bali untuk tujuan wisata sebesar Rp 150 ribu sejak 14 Februari 2024 lalu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menegaskan kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur Bali untuk terbuka terhadap PWA tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.