Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Eco Market 2026 Dorong Perputaran Ekonomi di Kawasan Pariwisata

ECO MARKET
Bali Tribune / ECO MARKET - Pelaku UMKM lokal Bali mengenalkan produknya di Eco Market 2026 kepada wisatawan yang berkunjung di kawasan pariwisata Nusa Dua Kabupaten Badung.

balitribune.co.id I Badung - Kegiatan pameran yang menghadirkan produk dari sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) atau event Eco Market 2026 di kawasan pariwisata Nusa Dua Kabupaten Badung beberapa waktu lalu, diklaim dapat menjadi katalis mempertemukan wisatawan dan pengunjung dengan UMKM lokal sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi kawasan tersebut. Pasalnya, selama dua hari pameran UMKM ini mencatat total transaksi hampir Rp200 juta dengan 92,2% responden melakukan pembelian selama event berlangsung.

Pameran UMKM ini tiak hanya menciptakan aktivitas ekonomi melalui transaksi dan keterlibatan UMKM, penyelenggaraan juga menunjukkan potensi dalam mendorong kunjungan berulang. Sebanyak 87,9% responden menyatakan berminat untuk kembali pada penyelenggaraan berikutnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivasi kawasan dapat memberi manfaat yang lebih luas dari sekadar menghadirkan keramaian. Melalui perpaduan tenant UMKM, hiburan, workshop, serta konsep eco-friendly, Eco Market 2026 menjadi ruang yang mempertemukan pengunjung dengan produk dan aktivitas lokal, sekaligus memperkuat interaksi pengunjung dengan kawasan pariwisata ini. Dengan demikian, event tidak hanya menciptakan aktivitas selama penyelenggaraan, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya transaksi, keterlibatan pengunjung, dan kunjungan berulang.

Pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua, Troy Reza Warokka mengatakan, aktivasi event di kawasan perlu diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat pengalaman pengunjung. “Nusa Dua sebagai destinasi yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ekosistem di dalam dan sekitar kawasan," ujar Troy, Kamis (13/8/2026).

Dampak terhadap UMKM tercermin dari tingginya keterlibatan tenant dalam menciptakan pengalaman pengunjung. Aktivitas tenant UMKM menjadi daya tarik yang paling diminati dengan 52,6%, disusul hiburan atau musik sebesar 35,3%, dan workshop sebesar 10,3%. Keberadaan tenant juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung kepada pengunjung kawasan.

Menurutnya, tingginya repeat intention menjadi indikator bahwa Eco Market berpotensi memberikan dampak yang lebih panjang bagi kawasan, karena pengalaman positif yang tercipta dapat mendorong keterikatan pengunjung dan membuka peluang terjadinya kunjungan berulang. “Repeat intention sebesar 87,9% menjadi sinyal positif bagi kami bahwa pengalaman yang dihadirkan Eco Market memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk membangun keterikatan pengunjung dengan kawasan. Kedepan, kami ingin mengembangkan aktivasi seperti ini secara lebih terintegrasi sehingga setiap event tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari destination experience yang mendorong kunjungan berulang, memperpanjang length of stay, dan meningkatkan visitor spending,” tambah Troy.

Kata dia, pengembangan Eco Market kedepan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas dan kurasi tenant UMKM, diversifikasi hiburan dan aktivitas interaktif, penguatan promosi digital serta word of mouth, dan pengembangan konsep experiential serta eco-friendly. Integrasi antara tenant UMKM, F&B, atraksi, dan berbagai aktivitas kawasan juga dapat terus dioptimalkan untuk mendorong cross-selling, meningkatkan spending, memperpanjang lama tinggal, dan menciptakan multiplier effect ekonomi yang lebih luas.

“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara kualitas pengalaman wisatawan, pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan prinsip keberlanjutan. Karena itu, event seperti Eco Market akan terus kami dorong untuk memiliki dampak yang lebih terukur dan semakin terintegrasi dengan ekosistem kawasan," tutupnya. 

wartawan
YUE
Category

Jalan Kakaktua-Pattimura Dikebut, Pemkab Buleleng Kucurkan Rp2 Miliar

balitribune.co.id | Singaraja - Keluhan warga soal jalan rusak dan banjir di kawasan padat Kota Singaraja mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelontorkan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merevitalisasi Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura, Singaraja.

Baca Selengkapnya icon click

Optimis Target Pajak Tercapai, Bupati Badung Sampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi DPRD

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.