Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Edukasi Orang Tua, AceKid Dorong Fitur Keterlacakan Sumber Susu Formula Melalui QR Code

QR
Bali Tribune / QR - Konsumen melakukan pemindaian kode QR (Scan & Cek) pada kemasan AceKid untuk menelusuri informasi sumber susu dan perjalanan produk

Balitribune.co.id | Jakarta - Produsen susu formula AceKid mendorong kebiasaan baru bagi para orang tua dalam memilih nutrisi anak melalui gerakan kampanye #CekTransparansiAceKid. Melalui inovasi ini, konsumen diajak untuk tidak hanya membaca daftar komposisi, melainkan juga menelusuri asal-usul sumber bahan baku hingga proses produksi produk secara langsung.

Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Grace Zhou, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk membantu para orang tua mendapatkan informasi komprehensif sejak awal, sehingga dapat mempersempit keraguan dan meminimalisasi metode coba-coba (trial and error) dalam memilih susu formula.

"Melalui fitur Scan & Cek yang tersedia pada kemasan AceKid, orang tua dapat menelusuri informasi mengenai sumber susu tersebut secara langsung," ujar Grace Zhou dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).

Melalui kampanye tersebut, AceKid memperkenalkan tiga langkah utama sebelum orang tua menentukan pilihan nutrisi bagi buah hati:

  1. Cek Komposisi: Memahami bahan utama dan kandungan nutrisi yang tertera pada kemasan.
  2. Cek Sumber Susu: Memastikan asal-usul bahan baku serta standar pengendalian mutu yang diterapkan.
  3. Scan & Cek: Memindai kode QR pada kemasan untuk menelusuri rantai pasok dan perjalanan produk secara mandiri.

AceKid mengklaim produknya menggunakan susu segar (natural whole milk) yang berasal dari ekosistem peternakan FEIHE di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara. Pengolahan dilakukan secara langsung melalui metode One-Step Fresh Process untuk menjaga struktur protein alami dan nutrisi susu.

Dalam proses manufakturnya, setiap batch produk diklaim melewati 25 tahapan produksi dan 411 kali pemeriksaan kualitas sebelum didistribusikan ke pasar. Produk ini juga diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik.

Salah seorang konsumen asal Surabaya, Melina, mengaku terbantu dengan keterbukaan informasi produk tersebut saat berkunjung ke ajang Willow Baby Expo (WILBEX) 2026. Menurutnya, kepastian informasi mengenai bahan baku dan transparansi proses produksi memberikan rasa aman sebelum memberikan produk kepada anak.

Meski mengusung transparansi pada produk susu formulanya, pihak AceKid menegaskan tetap mendukung pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, yang dilanjutkan bersama Makanan Pendamping ASI (MPASI). Penggunaan susu formula hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak serta atas konsultasi atau saran dari tenaga kesehatan.

wartawan
RED
Category

Antisipasi Gagal Panen, Badung Siapkan Asuransi Usaha Tani Padi untuk 7.000 Ha Lahan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan perlindungan asuransi bagi petani untuk mengantisipasi risiko gagal panen pada musim tanam II 2026. Melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), premi asuransi disiapkan untuk lahan pertanian seluas 7.000 hektare.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Alokasikan Rp32 Miliar Atasi Banjir 

balitribune.co.id | Denpasar -  Pemerintah Kota Denpasar mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 miliar pada 2026 untuk memperkuat upaya pengendalian banjir melalui normalisasi sungai, pembangunan drainase baru, serta penataan saluran irigasi di sejumlah titik rawan genangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Panjang, PDAM Denpasar Perluas Daya Tampung

balitribune.co.id | Denpasar - Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air akibat kemarau panjang. Meski produksi air bersih saat ini masih berjalan normal, penurunan debit sungai di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Cari Titik Temu Tarif SJUT

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bersama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma membuka ruang pembahasan ulang terkait tarif Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Sanur. Langkah ini diambil setelah para operator provider keberatan dan menilai tarif yang ditetapkan dalam regulasi terlalu tinggi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.