balitribune.co.id | Bangli - Sempat tidak bisa difungsikan karena terbentur masalah lahan GOR Tembuku, Bangli, sejak dua tahun terakhir baru bisa digunakan. Namun karena saking lama terbengkalai beberapa bagian bangunan GOR rusak. Oleh karena itu perhatian pemerintah daerah guna perbaikan fasilitas umum tersebut.
Camat Tembuku I Putu Sumardiana mengatakan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan anggaran pemeliharaan kepada pemerintah daerah.Karena k keterbatasan kemampuan keuangan membuat usulan tersebut belum bisa diakomodir. Pihaknya kembali mengusulkan anggaran pemeliharaan pada 2027. Perbaikan untuk memperbaiki akses menuju GOR menjadi prioritas.
"Pasca sudah menjadi hak milik pemda, tiang sudah ajukan anggaran pemeliharaan, terutama sebenarnya adalah akses masuknya," ujar Sumardiana, Senin (21/9/2026).
Menurut Sumardiana, akses masuk menuju GOR saat ini belum memadai. Akses yang tersedia baru berupa tangga tanah, sehingga belum menjadi akses permanen. Kondisi tersebut dikhawatirkan kembali ditumbuhi rumput saat musim hujan karena GOR tidak setiap hari digunakan.
Selain akses, sejumlah bagian bangunan juga mengalami kerusakan. Pintu di sisi timur dan barat bagian bawah sudah bolong akibat saluran got di sekeliling gedung tersumbat ketika GOR lama tidak difungsikan. Saat hujan, air meluber dan masuk melalui bagian pintu tersebut.
Perbaikan juga diperlukan pada pintu utama, lantai GOR, serta lampu penerangan. Pemeliharaan sejumlah fasilitas tersebut dinilai penting agar GOR dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan.
Ia menambahkan, setelah persoalan aset klir, GOR Tembuku mulai beberapa kali dimanfaatkan. Fasilitas tersebut di antaranya digunakan oleh sekolah dan sempat menjadi lokasi kejuaraan taekwondo. Untuk semakin menghidupkan aktivitas di GOR, Sumardiana juga telah mengusulkan bantuan net bulu tangkis kepada KONI Bangli, namun pemanfaatannya masih terbatas pada siang hari karena fasilitas lampu penerangan belum tersedia.