Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hari Media Sosial: Ketika Kecepatan Beradu dengan Akurasi

akurasi
Bali Tribune / Arief Wibisono, S.I.Kom., M.I.Kom, CT BNSP - Wartawan Bali Tribune dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Bali

balitribune.co.id | Hari Media Sosial di Indonesia yang jatuh pada 10 Juni tahun ini, momentum untuk melihat kembali bagaimana platform digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, mencari informasi, hingga membentuk opini publik. Dalam dua dekade terakhir, media sosial menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam penyebaran informasi. Hanya dengan sentuhan jari, sebuah peristiwa yang terjadi di sudut kota hingga sudut kamar bisa diketahui jutaan orang dalam hitungan detik.

Namun, di tengah derasnya arus informasi tersebut, muncul pertanyaan yang terus relevan - apakah media sosial telah menggantikan peran media pers?

Pertanyaan itu muncul karena kebiasaan (habit) masyarakat dalam mengonsumsi informasi telah berubah drastis. Jika dahulu orang menunggu koran pagi, siaran radio, atau berita televisi untuk mengetahui perkembangan terbaru, kini sebagian besar informasi pertama kali ditemukan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, X, TikTok, atau YouTube.

Media sosial menawarkan sesuatu yang sulit ditandingi media konvensional - kecepatan. Siapa pun dapat menjadi penyampai informasi. Warga yang menyaksikan kecelakaan, bencana, atau peristiwa penting lainnya bisa langsung mengunggah foto dan video secara real time. Dalam banyak kasus, informasi di media sosial muncul jauh lebih cepat dibandingkan pemberitaan media massa. Namun kecepatan tidak selalu berjalan beriringan dengan kebenaran.

Di sinilah media pers memiliki peran yang tidak tergantikan. Berbeda dengan media sosial yang memungkinkan siapa saja mempublikasikan informasi tanpa proses penyaringan, media pers bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik yang mengedepankan verifikasi, akurasi, dan tanggung jawab publik.

Seorang wartawan tidak cukup hanya menerima informasi lalu menyebarkannya. Ia harus memeriksa fakta, mengonfirmasi kepada berbagai pihak, menelusuri sumber, serta memastikan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan. Proses inilah yang sering kali membuat media pers kalah cepat, tetapi lebih kuat dalam hal kredibilitas.

Fenomena ini terlihat jelas saat terjadi peristiwa besar. Ketika sebuah kabar beredar di media sosial, publik biasanya langsung bereaksi. Namun tidak sedikit informasi yang kemudian terbukti keliru, dipelintir, atau bahkan sengaja dibuat untuk menyesatkan, hoaks, post truth dan sejenisnya. Pada saat seperti itulah masyarakat kembali mencari media pers untuk mendapatkan kepastian dan konteks yang lebih lengkap.

Media sosial dan media pers sejatinya memiliki karakter yang berbeda. Media sosial berfungsi sebagai ruang terbuka bagi siapa saja untuk berbagi informasi, pengalaman, dan pendapat. Sementara media pers memiliki tanggung jawab sebagai penyedia informasi yang telah melalui proses jurnalistik.

Karena itu, membandingkan keduanya sebagai lawan sebenarnya kurang tepat. Media sosial bukanlah pengganti pers, begitu pula pers tidak dapat mengabaikan keberadaan media sosial.

Dalam praktiknya, keduanya kini saling memengaruhi. Banyak media pers memanfaatkan media sosial sebagai sarana distribusi berita agar menjangkau audiens yang lebih luas (Konvergensi). Sebaliknya, banyak informasi awal yang kemudian berkembang menjadi berita besar justru berasal dari unggahan masyarakat di media sosial.

Meski demikian, tantangan terbesar di era digital bukanlah rivalitas antara media pers dan media sosial, melainkan bagaimana masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.

Banjir informasi yang terjadi setiap hari membuat publik sering kali sulit membedakan antara fakta, opini, propaganda, hingga konten yang sengaja dibuat demi mengejar perhatian dan keuntungan. Algoritma media sosial cenderung mempromosikan konten yang menarik emosi pengguna, baik berupa kemarahan, ketakutan, maupun sensasi. Akibatnya, informasi yang paling banyak dilihat belum tentu yang paling akurat.

Di tengah situasi tersebut, peran media pers justru semakin penting. Bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penjaga kualitas informasi publik. Pers memberikan konteks, menghadirkan berbagai sudut pandang, serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan dan kekuasaan.

Pada saat yang sama, media sosial tetap memiliki kontribusi besar dalam demokratisasi informasi. Platform digital memungkinkan suara masyarakat yang sebelumnya sulit terdengar menjadi lebih mudah mendapatkan perhatian publik. Banyak isu sosial, lingkungan, hingga pelayanan publik yang akhirnya mendapat respons cepat karena viral di media sosial.

Karena itu, masa depan informasi tidak terletak pada siapa yang menang antara media pers dan media sosial. Yang lebih penting adalah bagaimana keduanya dapat saling melengkapi.

Media sosial menghadirkan kecepatan dan partisipasi publik. Media pers menghadirkan verifikasi dan akuntabilitas. Ketika keduanya berjalan beriringan, masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar: informasi yang cepat sekaligus dapat dipercaya.

Dalam peringatan Hari Media Sosial, publik diingatkan bahwa kemampuan bermedia tidak hanya soal mengakses informasi, tetapi juga tentang memilah, memverifikasi, dan memahami informasi secara kritis, butuh kecerdasan dan kebijaksanaan. Sebab di era digital saat ini, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan informasi, melainkan melimpahnya informasi yang belum tentu benar.

Dan ketika kecepatan informasi menjadi mata uang baru, kebenaran tetap menjadi nilai yang paling berharga. Di situlah media pers masih memiliki tempat yang tak tergantikan.

wartawan
RED
Category

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pemerintah Kucurkan Rp79,43 Miliar untuk Pembebasan Lahan Tol Gilimanuk–Mengwi

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp79,43 miliar untuk pengadaan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali. Dana tersebut digunakan khusus untuk proses pembebasan lahan dan masih merupakan sebagian kecil dari total kebutuhan proyek secara keseluruhan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kolaborasi Hijau di Jimbaran, FINNS Bali dan Anak Muda Tanam Ribuan Mangrove

balitribune.co.id | Mangupura - Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, FINNS Bali bersama Bali Youth Parliament for Water (BYPW) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penanaman 1.200 bibit mangrove di kawasan pesisir Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (25/7/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Bersama FIFASTRA Gelar 'Suksma Customer Day', Manjakan Konsumen dengan Beragam Promo

balitribune.co.id | Denpasar – Untuk apresiasi kepada konsumen setia serta upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, jaringan dealer Astra Motor Bali menggelar kegiatan bertajuk 'Suksma Customer Day'. Acara hasil kolaborasi dengan FIFASTRA ini menghadirkan beragam hiburan, promo menarik, hingga layanan publik bagi masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Industri Keuangan, OJK Bali Resmikan Penggabungan 3 BPR

balitribune.co.id | Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus memperkuat industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) melalui kebijakan konsolidasi perbankan. Terbaru, OJK telah memberikan izin penggabungan (merger) terhadap tiga BPR, yakni PT BPR Ashi, PT BPR Pusaka, dan PT BPR Shri Gangga Bali ke dalam PT BPR Sri Partha Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Pertahanan Perbatasan, Kodam IX/Udayana dan Komisi I DPR RI Matangkan Rencana Pembentukan Kodam Baru di NTT

balitribune.co.id | Denpasar - Kodam IX/Udayana menerima kunjungan kerja Tim Reses Komisi I DPR RI yang dipimpin langsung Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto, dalam rangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertema "Akselerasi Pemekaran Kodam Baru di NTT dan Penguatan Pertahanan Perbatasan RI–Timor Leste". Kegiatan yang diikuti 33 anggota rombongan tersebut berlangsung di Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, Jumat (24/7/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.