Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

BI
Bali Tribune / Trisno Nugroho

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Pengamat ekonomi dan pariwisata, Trisno Nugroho, yang dihubungi melalui selulernya, Senin (7/9), mengingatkan langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal menyusul inflasi Bali pada Agustus 2026 yang mencapai 0,61 persen secara bulanan dan 3,45 persen secara tahunan.

Menurutnya, meski masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen, angka inflasi tahunan Bali sudah mendekati batas atas 3,5 persen. Bahkan, inflasi Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,19 persen.

“Secara provinsi inflasi Bali memang masih berada dalam rentang sasaran. Namun posisinya sudah sangat dekat dengan batas atas. Kondisi ini perlu menjadi peringatan dini untuk memperkuat pengendalian hingga akhir tahun,” kata Trisno, mengingatkan.

Diungkapkan, tekanan harga juga terjadi di sejumlah wilayah. Kota Denpasar mencatat inflasi tahunan 3,64 persen, Singaraja sebagai wilayah penghitungan IHK Kabupaten Buleleng sebesar 3,61 persen, serta Kabupaten Tabanan 3,59 persen. Ketiganya telah melampaui batas atas sasaran inflasi nasional.

Sementara Kabupaten Badung mencatat inflasi tahunan 2,86 persen. Meski masih berada di bawah batas atas, Badung tetap perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat sistem pangan, distribusi, dan permintaan pariwisata di Bali saling berkaitan.

Trisno menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada Singaraja yang mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,12 persen. Denpasar mengalami inflasi bulanan 0,65 persen, Badung 0,35 persen, dan Tabanan 0,33 persen.

Menurutnya, setiap daerah membutuhkan langkah pengendalian sesuai sumber tekanan harga. Namun, penanganan inflasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri karena pergerakan barang dan harga antardaerah di Bali saling memengaruhi.

Ia mencermati, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Bali pada Agustus 2026. Kelompok tersebut mengalami inflasi 1,14 persen secara bulanan dengan andil sekitar 0,35 poin persentase terhadap inflasi Bali.

Daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang terbesar setelah harganya meningkat 8,34 persen. Tekanan harga juga datang dari sejumlah komoditas lain, seperti cabai rawit, buncis, kacang panjang, ikan teri, hingga nasi dengan lauk.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sekitar 1,16 poin persentase terhadap inflasi Bali.

“TPID perlu memprioritaskan komoditas yang terbukti menjadi penyumbang inflasi, terutama daging ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, buncis, kacang panjang, dan ikan teri,” ujar Trisno.

Selain itu, pasokan komoditas strategis seperti beras, telur, bawang merah, bawang putih, gula, dan ikan segar juga perlu terus dijaga.

Selain harga pangan, kelancaran distribusi menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Antrean kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang yang sempat mencapai belasan kilometer menunjukkan tingginya ketergantungan Bali terhadap kelancaran lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sejumlah kendaraan bahkan harus menunggu satu hingga dua hari untuk menyeberang menuju Bali. Meski kondisi berangsur membaik setelah penambahan kapal dan percepatan bongkar muat, gangguan distribusi dinilai tetap berpotensi meningkatkan biaya logistik.

“Gangguan satu atau dua hari memang belum otomatis membuat inflasi melonjak. Namun jika berlangsung lama atau berulang, biaya bahan bakar, waktu tunggu, kerusakan barang segar, dan keterlambatan pasokan dapat diteruskan ke harga konsumen,” katanya.

Karena itu, lintasan Ketapang-Gilimanuk perlu dipandang sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan pangan sekaligus pariwisata Bali.

Risiko inflasi juga datang dari sektor transportasi udara. Pada Agustus, tarif angkutan udara tercatat meningkat 10,09 persen secara bulanan dan menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Kenaikan harga avtur serta peningkatan batas maksimum *fuel surcharge* penerbangan kelas ekonomi perlu terus dipantau, terutama menjelang periode libur akhir tahun.

Trisno menegaskan peningkatan batas *fuel surcharge* tidak otomatis membuat harga tiket naik sebesar batas maksimum tersebut. Namun, kenaikan tarif penerbangan tetap berpotensi memengaruhi biaya perjalanan wisatawan dan daya saing pariwisata Bali.

“Jika tarif penerbangan meningkat menjelang libur akhir tahun, biaya perjalanan ke Bali ikut bertambah. Dampaknya dapat dirasakan pada wisatawan domestik, kegiatan MICE, dan daya saing destinasi,” ujarnya.

Trisno mendorong TPID Bali membangun sistem pemantauan yang lebih responsif hingga akhir tahun. Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap harga, tetapi juga stok, produksi, distribusi, cuaca, arus kendaraan di Ketapang-Gilimanuk, hingga perkembangan tarif transportasi udara.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu menunggu rilis angka inflasi bulan berikutnya untuk melakukan intervensi.

“Jika harga meningkat beberapa hari berturut-turut dan stok mulai berkurang, langkah pengendalian harus segera dipersiapkan berdasarkan data lapangan,” katanya.

Pasar murah dan gerakan pangan murah juga dinilai tetap penting, namun harus dilaksanakan secara lebih tepat sasaran sesuai komoditas dan wilayah yang benar-benar mengalami tekanan harga.

Keberhasilan pengendalian inflasi, kata Trisno, tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan pasar murah, melainkan dari ketersediaan pasokan, stabilitas harga, kelancaran distribusi, perlindungan daya beli masyarakat, serta keberlanjutan pendapatan petani dan produsen.

Menjelang periode September hingga Desember, Bali akan menghadapi peningkatan aktivitas pariwisata, hari besar keagamaan, libur Natal dan Tahun Baru, perubahan cuaca, serta potensi gangguan distribusi.

Karena itu, pengendalian inflasi perlu menjadi kerja bersama antara pemerintah daerah, TPID, pelaku usaha, daerah pemasok, hingga sektor pariwisata.

“Tekanan inflasi harus diubah menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi Bali. Dengan TPID yang responsif, kolaborasi lintas daerah, serta keterhubungan yang lebih kuat antara pariwisata dan produksi lokal, stabilitas harga dapat dijaga sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Trisno.

wartawan
ARW
Category

Anak-Anak PAUD di Klungkung Gembira Ikuti Parade Ogoh-Ogoh

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria membuka Parade Ogoh-Ogoh Jenjang PAUD se-Kabupaten Klungkung dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan parade ogoh-ogoh ini mengusung tema Ogoh -Ogoh Ceria Menuju Harmoni, Peduli Sesama dan Alam Semesta.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Temukan Jenazah Bocah 12 Tahun Korban Banjir Bandang Desa Banjar

balitribune.co.id | Singaraja - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, memasuki hari ketiga pada Minggu (8/3/2026). Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jelang Nyepi, Seluruh Krama Adat Peliatan Terima Sembako

balitribune.co.id I Gianyar -  Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Peliatan kembali menyalurkan program sosial kepada seluruh krama menjelang hari raya.  Digelar serantak Minggu (8/3/2026), sembako berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng  dibagikan pada masing -masing  banjar dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.050 krama (kepala keluarga) yang tersebar di 12 banjar adat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Kadisnaker Ingatkan Perusahaan, THR 2026 Wajib Dibayar Penuh

balitribune.co.id I Gianyar - Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar I Gede Suardana Putra secara tegas menginstruksikan seluruh perusahaan di wilayah Kabupaten Gianyar untuk mematuhi Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Saka Fest 2026 Bergelimang Hadiah, Juara Pertama Dijanjikan Bonus Rp 500 Juta

balitribune.co.id I Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyiapkan tambahan bonus hibah dengan nilai fantastis bagi para pemenang lomba ogoh-ogoh dalam ajang Badung Caka Fest 2026. Juara pertama dalam kompetisi bergengsi ini dijanjikan bakal menerima tambahan hibah sebesar Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Ramadan Bareng TRING!, Pegadaian Kanwil Denpasar Serahkan Hadiah Emas 124 Gram hingga Paket Umrah

balitribune.co.id | Denpasar - PT Pegadaian Kantor Wilayah Denpasar menyerahkan berbagai hadiah menarik kepada nasabah dalam rangkaian program Undian Badai Emas Pegadaian yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Pegadaian ke-124. Penyerahan hadiah tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Ramadan Bareng TRING! yang digelar sebagai upaya mendekatkan layanan Pegadaian kepada masyarakat sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.