Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jadi Simpul Logistik Bali Utara, Pelabuhan Celukan Bawang Tangani 1.166 Pergerakan Kapal Domestik

Pelabuhan Celukan Bawang
Bali Tribune / PELABUHAN - Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng, Bali.

balitribune.co.id | Singaraja - Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng kian memperlihatkan perannya sebagai simpul logistik dan pintu masuk wisata bahari di Bali Utara. Aktivitas pelayaran domestik yang mencapai 1.166 pergerakan kapal, jutaan ton bongkar muat barang, hingga kunjungan kapal pesiar internasional menjadi gambaran besarnya potensi ekonomi yang bergerak melalui pelabuhan tersebut.

Namun, di balik peningkatan aktivitas itu, tantangan berikutnya adalah memastikan geliat pelabuhan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Buleleng.

Data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Celukan Bawang mencatat 1.166 pergerakan kapal domestik selama Januari 2025 hingga September 2026 diwilayah kerjanya. Rinciannya, sebanyak 675 pergerakan terjadi sepanjang 2025 dan 491 pergerakan lainnya tercatat dalam sembilan bulan pertama 2026.

Dari aktivitas tersebut, volume bongkar barang mencapai sekitar 1,62 juta ton selama periode pencatatan. Batu bara mendominasi arus komoditas dengan volume sekitar 1,38 juta ton apabila pencatatan menggunakan nomenklatur berbeda digabungkan.

“Selain batu bara, Celukan Bawang juga menangani bongkar muat minyak solar atau High Speed Diesel (HSD) sekitar 127 ribu ton, semen lebih dari 98 ribu ton, serta pupuk sekitar 8.460 ton,” ujar Kepala KSOP Celukan Bawang Taufikur Rahman, Rabu (21/10/2026).

Besarnya volume tersebut menegaskan posisi Celukan Bawang dalam rantai distribusi barang antardaerah. Sejumlah wilayah menjadi penghubung utama aktivitas pelayaran, di antaranya Sangatta dengan 288 kunjungan, Tuban 134 kunjungan, dan Tarjun 116 kunjungan.

Sementara itu, dari sisi pelayaran menuju daerah lain, Tuban mencatat 122 perjalanan, disusul Sangatta sebanyak 111 perjalanan, Labuhan Lombok 95 perjalanan, dan Sapeken 93 perjalanan.

“Aktivitas pelabuhan tetap tinggi sepanjang 2026. Hingga September, volume bongkar barang tercatat sekitar 781.310 ton. Angka ini setara sekitar 93 persen dari total volume bongkar sepanjang 2025 yang mencapai 838.210 ton,” jelas Taufik.

Dengan masih tersisa tiga bulan hingga akhir tahun, pergerakan barang melalui pelabuhan tersebut berpotensi terus bertambah. Meski demikian, besarnya volume komoditas juga menuntut dukungan infrastruktur, kelancaran distribusi, keselamatan pelayaran, dan pengawasan lingkungan yang memadai.

Ketergantungan arus barang pada batu bara menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan. Dominasi komoditas tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas logistik Celukan Bawang masih berkaitan erat dengan kebutuhan energi dan industri.

Karena itu, penguatan peran pelabuhan tidak hanya menyangkut peningkatan jumlah kapal dan volume barang, tetapi juga bagaimana pengelolaan pelabuhan mampu mendukung aktivitas ekonomi lain yang lebih beragam.

Di luar aktivitas logistik, Celukan Bawang mulai memperlihatkan potensi sebagai gerbang wisata bahari internasional. Selama Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 39 kunjungan kapal internasional, terdiri atas 25 kapal pesiar, 10 kapal pengangkut aspal, dan empat kapal pengangkut ikan.

“Khusus kapal pesiar, data mencatat kapasitas penumpang mencapai 35.836 orang, sedangkan jumlah penumpang lanjutan tercatat 34.062 orang,” ungkap Taufik.

Sepanjang 2025, terdapat 15 kunjungan kapal pesiar dengan kapasitas penumpang 22.594 orang dan penumpang lanjutan 23.573 orang. Sementara hingga Agustus 2026, tercatat 10 kunjungan dengan kapasitas penumpang 13.242 orang dan penumpang lanjutan 10.489 orang.

Sejumlah kapal pesiar internasional yang singgah antara lain Celebrity Millennium, Anthem of the Seas, Riviera, Seven Seas Mariner, Seven Seas Voyager, The World, Genting Dream, Azamara Pursuit, hingga Ovation of the Seas.

Kapal-kapal tersebut terhubung dengan sejumlah pelabuhan, mulai dari Port Klang dan Singapura hingga Benoa, Tanjung Perak, dan Lembar. Karena itu, konektivitas dari pelabuhan menuju destinasi wisata, kesiapan transportasi, kualitas pelayanan, dan promosi produk lokal menjadi bagian penting untuk memperbesar manfaat ekonomi dari kunjungan kapal pesiar.

Sejalan dengan aktivitas pelabuhan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) KSOP Celukan Bawang hingga 30 September 2026 tercatat sekitar Rp2,88 miliar.

Dari enam jenis penerimaan yang dicatat, dua sektor telah melampaui target. Sektor perkapalan dan kepelautan membukukan Rp264,16 juta atau 120,08 persen dari target Rp219,99 juta. Sementara sektor konsesi transportasi mencapai Rp251,59 juta atau 104,83 persen dari target Rp240 juta.

Jasa kepelabuhanan menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp1,65 miliar atau 91,97 persen dari target Rp1,79 miliar. Sektor Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) menyumbang Rp600,75 juta atau 81,18 persen dari target Rp740 juta.

Adapun sektor transportasi lainnya baru mencapai Rp106,10 juta atau 53,05 persen dari target Rp200 juta. PNBP lainnya dari sektor nonfungsional tercatat Rp4,20 juta atau 83,59 persen dari target Rp5,02 juta.

Capaian tersebut menunjukkan kontribusi ekonomi pelabuhan tidak hanya tercermin dari pergerakan barang dan kapal, tetapi juga penerimaan negara. Meski demikian, realisasi PNBP perlu dibaca bersama dengan indikator lain, termasuk dampak terhadap kegiatan usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja.

“Dengan 1.166 pergerakan kapal domestik, puluhan kunjungan kapal internasional, serta PNBP sekitar Rp2,88 miliar hingga September 2026, Celukan Bawang memiliki modal untuk memperkuat posisi ekonomi Bali Utara,” tandasnya.

wartawan
CHA
Category

Pasokan Lancar, Antrean Pembeli BBM di Tabanan Tak Lagi Mengular

balitribune.co.id | Tabanan – Antrean pengendara yang hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax di sejumlah SPBU seputaran Kecamatan Tabanan dan Kediri kembali normal.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (18/10/2026) siang, tidak terlihat kepadatan kendaraan yang sempat mengular dan meluber ke jalan sebagaimana yang terjadi selama sepekan sejak Senin (12/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Polres Tabanan Tangkap Dua Penjual Pertalite Diatas Harga Resmi

balitribune.co.id | Tabanan – Polres Tabanan mengamankan dua pria berinisial IWS (39) dan RVS (22) yang diduga menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dengan menjualnya di atas harga resmi.

Penangkapan kedua spekulan tersebut dilakukan di tengah kondisi kelangkaan bensin yang melanda wilayah Tabanan sepanjang pekan lalu.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Gianyar Obok-Obok Live Star Bali, Dua Orang Positif Narkotika

balitribune.co.id | Gianyar - Jajaran Polres Gianyar melaksanakan sweeping tempat hiburan malam Live Star Bali, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Keramas, Blahbatuh, Minggu (18/10/2026) dini hari. Dari pelaksanaan sidak tersebut, dua orang laki-laki dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Jual Pertalite Rp100 Ribu Per Liter, Buruh Bangunan Diciduk Polisi

balitribune.co.id | Bangli - Pengecer bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yakni JP kini harus berurusan dengan pihak berwajib karena menjual BBM bersubsidi tersebut dengan harga yang tidak wajar. Pria asal Wonogiri, Jawa Tengah ini  menjual BBM jenis Pertalite dengan harga Rp100 ribu per liter.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BBM Langka, Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Merosot Hampir 50 Persen

balitribune.co.id | Mangupura - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali beberapa hari belakangan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap industri pariwisata. Bukan hanya antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), persoalan pasokan BBM kini merembet ke meja reservasi agen perjalanan, kendaraan wisata, hingga jumlah kunjungan ke destinasi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

UMKM Hijau Bali Unjuk Gigi di ISEF 2026, Limbah Disulap Jadi Produk Bernilai

balitribune.co.id | Jakarta - Dari Bali, cerita tentang ekonomi syariah tidak hanya soal produk halal. Ada pula cerita tentang bagaimana limbah produksi diubah menjadi barang bernilai ekonomi, sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.