balitribune.co.id | Mangupura - Gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai berdampak terhadap aktivitas industri pariwisata. Sejumlah pelaku usaha mengkhawatirkan kelancaran transportasi wisatawan, layanan antar-jemput tamu hotel, hingga distribusi kebutuhan operasional akomodasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, S.T., mengatakan hingga Rabu pagi (14/10/2026), pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai pembatalan kunjungan wisatawan maupun paket perjalanan wisata di wilayah Badung.
“Belum ada laporan pembatalan sampai pagi tadi. Saya update lagi nanti jika ada perkembangan baru,” kata Putri Mas Agung.
Meski belum ada pembatalan yang dilaporkan secara resmi, keluhan dari pelaku industri pariwisata mulai bermunculan. Dinas Pariwisata Badung mengaku menerima banyak pesan melalui WhatsApp yang mempertanyakan langkah pemerintah dalam mengatasi gangguan pasokan BBM di Bali.
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan BBM mulai menjadi perhatian pelaku pariwisata, terutama usaha yang bergantung pada transportasi darat. Ketersediaan bahan bakar dibutuhkan untuk menunjang mobilitas wisatawan, penjemputan dari bandara, perjalanan menuju destinasi wisata, serta pengantaran tamu dari dan ke hotel.
Gangguan pasokan juga dikhawatirkan memengaruhi pengiriman berbagai kebutuhan operasional hotel. Jika berlangsung berkepanjangan, persoalan ini berpotensi menambah kendala bagi pelaku usaha dalam menjaga kelancaran pelayanan kepada wisatawan.
Putri Mas Agung mengungkapkan, sebelumnya terdapat laporan mengenai sejumlah wisatawan asal Rusia yang mengalami pembatalan aktivitas wisata dan perjalanan ke luar pulau akibat gangguan BBM. Namun, hingga Rabu pagi, pihaknya belum memiliki data agregat resmi mengenai jumlah pembatalan paket wisata, reservasi hotel, maupun kunjungan wisatawan yang terdampak di Badung.
“Hasil update terakhir dari biro perjalanan sejauh ini belum ada pembatalan perjalanan ke Bali, khususnya Badung,” ujarnya.
Untuk mengetahui dampak yang lebih terukur, Dinas Pariwisata Badung saat ini melakukan pendataan cepat melalui asosiasi dan pelaku industri pariwisata. Pendataan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi operasional usaha serta kemungkinan gangguan terhadap perjalanan wisatawan.
Melalui pengumpulan informasi dari pelaku industri, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi sektor yang paling terdampak dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan. Hingga kini, belum tersedia angka resmi yang menggambarkan besaran dampak kelangkaan BBM terhadap kegiatan pariwisata Badung.
Pemulihan pasokan BBM menjadi perhatian penting bagi keberlangsungan aktivitas pariwisata. Sebab, meskipun belum ada laporan resmi mengenai pembatalan perjalanan ke Badung, pertanyaan dan keluhan dari pelaku industri menunjukkan bahwa gangguan pasokan bahan bakar telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran operasional dan pelayanan wisatawan di Pulau Dewata.