Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

Musim Kemarau
Bali Tribune / MUSIM KEMARAU - Dampak musim kemarau akan membuat target tanam hingga tiga kali setahun atau IP 3 terancam tidak tercapai.

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Kondisi tersebut juga berpotensi menekan hasil panen. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng, I Gede Melandrat, S.P., memprediksi produksi padi dapat turun sekitar 25 hingga 30 persen dari total luas baku sawah yang mencapai 7.000 hektare.

“Kalau kita berbicara tentang kekeringan, tentu dampaknya luar biasa bagi pertanian. Debit air menurun, ditambah saluran irigasi tersier yang kurang baik. Untuk mewujudkan target IP 3 tahun ini mungkin tidak terpenuhi, namun pemerintah pusat melalui Kementan terus berupaya melakukan perbaikan saluran irigasi tersier,” ujar Melandrat Kamis (17/9/2026).

Menghadapi ancaman kekeringan, pemerintah tidak hanya mengandalkan perbaikan jaringan irigasi. Pemkab Buleleng telah mendistribusikan 30 unit mesin pompa air ke sejumlah lahan yang masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Pompanisasi tersebut menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan air bagi tanaman di tengah terus berkurangnya debit sumber air.

Selain pompa, pemerintah juga membangun irigasi tanah dangkal atau sumur bor, terutama di wilayah hilir. Langkah ini dilakukan karena pasokan air di kawasan hilir kerap berkurang setelah lebih dahulu terserap di wilayah hulu.

“Kami membangun irigasi tanah dangkal atau sumur bor, khusus di daerah hilir karena biasanya air sudah habis di hulu. Target maksimal kami bangun 40 titik, dan saat ini sudah terbangun 30 titik di kawasan LP2B. Pengerjaannya harus selesai semua pada bulan November ini,”imbuhnya.

Persoalan air bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi petani. Keterbatasan tenaga kerja tanam ikut memperlambat proses produksi pertanian.

Kondisi itu juga berdampak pada pengaturan pembagian air melalui sistem subak. Ketika proses tanam tidak berlangsung serentak, pengelolaan dan distribusi air menjadi kurang maksimal.

Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah mendistribusikan alat dan mesin pertanian (alsintan), salah satunya mesin tanam padi. Bantuan itu diharapkan dapat mempercepat sekaligus mendorong pola tanam berlangsung lebih serentak.

Meski berbagai intervensi dilakukan, Melandrat memperkirakan kekeringan tetap akan berdampak terhadap hasil produksi. Dari total sekitar 7.000 hektare luas baku sawah di Buleleng, produksi padi diperkirakan mengalami penurunan 25 hingga 30 persen.

Karena itu, petani juga diminta lebih cermat menentukan varietas benih yang ditanam, khususnya pada musim tanam kedua yang berlangsung dalam kondisi pasokan air terbatas.

Melandrat mengimbau petani tidak memilih varietas Inpari untuk kondisi tersebut. Sebagai alternatif, ia menyarankan varietas Ciherang atau Inpago yang dinilai lebih tahan terhadap kekeringan.

“Mestinya di musim tanam kedua ini yang ditanam adalah varietas Ciherang atau Inpago yang memang tahan terhadap kekeringan. Jangan menanam Inpari. Kalau dipaksa menanam Inpari dengan kondisi kurang air, pertumbuhannya tidak akan maksimal, anakannya sedikit, malainya sedikit, dan kualitas gabahnya tidak pulen. Petani akan rugi,” jelasnya.

Di tengah ancaman penurunan produksi akibat kekeringan, pemerintah memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani Buleleng tetap tersedia.

Melandrat mengatakan serapan pupuk di Buleleng pada tahun sebelumnya tergolong tinggi hingga daerah tersebut mendapat apresiasi. Untuk tahun ini, serapan pupuk tertinggi tercatat di Kecamatan Busungbiu dan Sawan.

“Ketersediaan pupuk aman. Tahun lalu serapan pupuk kita sangat luar biasa dan Buleleng mendapat reward atas hal itu. Saat ini, serapan pupuk paling tinggi ada di daerah Kecamatan Busungbiu dan Sawan. Kami juga rutin membuka informasi ketersediaan pupuk setiap minggu agar petani tidak kesulitan,” tandas Melandrat. 

wartawan
CHA
Category

Level 21 Mall Hadirkan 17 Grand Prize Level 21 Rewards 2026, Lucky Dip, dan Beragam Keuntungan Eksklusif bagi Member Aplikasi

balitribune.co.id | Denpasar - Level 21 Mall kembali menghadirkan program loyalitas pelanggan yang lebih menarik melalui beberapa program yaitu Level 21 Rewards dan Program Redeem Hadiah Tanpa Diundi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Perkuat Emotional Bonding Lewat "PCX Bikers Playland", Touring Bapak dan Anak Bersama Honda PCX 160

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan aktivitas komunitas yang memadukan pengalaman berkendara, edukasi, dan kebersamaan keluarga melalui kegiatan PCX Bikers Playland bertema "Take a Ride to be a Good Father".

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Double Winner”, Abimanyu Melesat Kibarkan Merah Putih Dua Kali di Thailand

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang balap internasional. Abimanyu Bintang Fermadi sukses meraih double winner pada putaran ketiga Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Bupati Buka Sabdha Kite Festival VI Banjar Kangin, Pecatu

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Sabdha Kite Festival VI yang diselenggarakan Sekaa Teruna Bakti Darma, Br. Kangin, Desa Pecatu di Lapangan PT. Indowisata Makmur, Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (2/8/2026). Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dan mensukseskan acara tersebut, Bupati menyerahkan bantuan sebesar 30 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nelayan Medewi Hilang Misterius, Jukung Ditemukan Mengapung dengan Mesin Menyala

balitribune.co.id | Negara - Misteri hilangnya seorang nelayan asal Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan hingga Minggu (2/8/2026) malam belum juga terpecahkan. Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan Medewi, dilaporkan hilang setelah jukung miliknya ditemukan mengapung dan terombang-ambing tanpa awak di perairan Medewi pada Sabtu (1/8/2026) dini hari.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Suadi Putra Nakhodai Perumda Pasar Sewakadarma, Fokus Benahi Fasilitas dan Revitalisasi

balitribune.co.id | Denpasar - Suadi Putra resmi dilantik sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Sabtu (1/8), menggantikan Ida Bagus Kompyang Wiranata yang telah memasuki masa purna tugas. Mantan anggota DPRD Kota Denpasar itu mengaku menerima jabatan tersebut sebagai sebuah tantangan untuk membawa perspektif baru dalam pengelolaan pasar tradisional. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.