Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Literasi Keuangan Indonesia Baru 66%, OJK Gandeng Kampus dan Media

edukasi keuangan
Bali Tribune / KIKA - Kepala Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Cecep Setiawan, Direktur Politeknik Negeri Bali, I Nyoman Abdi, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsyah, Direktur Utama PT. Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, dan Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya

balitribune.co.id | Mangupura - Maraknya kasus penipuan berbasis digital kembali menjadi sorotan. Kepala Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Cecep Setiawan, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan keuangan online.

Peringatan ini disampaikan dalam acara “Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk!” (NGOPI KUY)* di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali, Senin (25/8).

“Penipuan digital bisa menimpa siapa saja, bukan hanya masyarakat berpendidikan rendah, tapi juga mereka yang tingkat pendidikannya tinggi,” kata Cecep.

Menurutnya, potensi kerugian akibat kejahatan digital di Indonesia sudah mencapai triliunan rupiah, sementara yang berhasil diselamatkan baru sekitar Rp400 miliar. Jumlah itu terbilang kecil karena laporan dari korban sering terlambat masuk, sehingga uang sudah keburu hilang.

OJK memberikan beberapa langkah sederhana untuk mencegah masyarakat menjadi korban: (1) Jangan angkat telepon dari nomor tidak dikenal. (2) Jangan klik tautan atau file audio/video dari sumber mencurigakan. (3) Abaikan pesan singkat atau permintaan data pribadi dari pihak yang tidak jelas. (4) Jika ada permintaan data dari pihak yang mengaku bank, segera konfirmasi langsung ke nomor resmi bank terkait.

Selain soal penipuan, Cecep juga menyoroti pentingnya literasi keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, tingkat literasi masyarakat Indonesia baru mencapai 66,46%, sedangkan inklusi keuangan sudah 80,51%.

“Artinya, masih banyak masyarakat yang sudah menggunakan produk keuangan tapi belum sepenuhnya memahami cara kerja atau risikonya,” jelas Cecep.

OJK mengukur literasi keuangan dari lima aspek: pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, sikap, dan perilaku. Dengan masih rendahnya tingkat pemahaman, OJK terus menggencarkan edukasi keuangan, termasuk menggandeng kampus dan media untuk ikut menyebarkan perilaku keuangan yang sehat.

“Kami berharap mahasiswa, akademisi, dan media bisa menjadi duta literasi keuangan agar pesan positif ini tersebar lebih luas,” imbuhnya.

Sementara itu, upaya meningkatkan literasi keuangan dan menghadapi tantangan digitalisasi tidak hanya menjadi tugas regulator. Dunia pendidikan pun ikut ambil bagian.

Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB), I Nyoman Abdi, menegaskan komitmen kampus untuk bersinergi dengan OJK dan perbankan dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang digital.

“Kami memiliki program studi yang berorientasi pada digitalisasi, mulai dari bisnis digital hingga akuntansi bisnis. SDM inilah yang nantinya akan mendukung implementasi transformasi digital di sektor keuangan,” ujarnya

Menurut Abdi, penguatan SDM menjadi kunci agar generasi muda mampu menghadapi tantangan sekaligus menjadi bagian dari program-program transformasi nasional.

Sejalan dengan itu, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsyah, menekankan pentingnya peran kampus sebagai agen pembangunan.

“Kampus memiliki peran vital dalam mencetak generasi muda yang melek digital sekaligus mampu menghindari jebakan keuangan ilegal,” katanya.

Irhamsyah menambahkan, pemberantasan penipuan digital tidak bisa dilakukan sendiri oleh regulator, melainkan harus melalui sinergi lintas lembaga, termasuk satgas dan forum koordinasi yang melibatkan berbagai instansi.

Dengan dukungan perbankan daerah seperti Bank BPD Bali, OJK optimistis agenda edukasi keuangan bisa berjalan lebih luas dan menyentuh lapisan masyarakat.

“Kita bicara visi jangka panjang, 10 hingga 15 tahun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Edukasi keuangan, penguatan SDM, dan kolaborasi dengan kampus adalah fondasi penting untuk mencapainya,” pungkasnya.

wartawan
ARW
Category

Sukses Raih 18 Prestasi, Tabanan Perkuat Ekosistem Budaya di Utsawa Dharma Gita Bali XXXIII

balitribune.co.id | Tabanan - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Capaian Duta Seni Kota Denpasar di PKB ke-48

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi capaian para Duta Seni Kota Denpasar yang telah tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri evaluasi pelaksanaan PKB ke-48 bersama pembina seni, koordinator seni, serta para seniman Duta Kota Denpasar di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (16/9/2026) siang.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Kasus PO Emas Divine Gems Tembus Miliaran Rupiah, OJK Bali Tekankan Prinsip 2L

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus dugaan penipuan yang menyeret toko perhiasan Divine Gems and Jewellery di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, menjadi pengingat bagi masyarakat Bali untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Dorong Transformasi Sektor Pariwisata, Wujudkan Pariwisata Badung Berkualitas dan Berkelanjutan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat membuka Sharing Session bertajuk "Mewujudkan Pariwisata Badung Berkualitas dan Berkelanjutan" di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (16/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Soroti Potensi Galian C dan Piutang Rp 123 Miliar, DPRD Buleleng Minta Bapenda Realistis Kejar PAD

balitribune.co.id | Singaraja - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menyoroti sikap pesimistis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Buleleng terkait capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD mendesak agar penyusunan target PAD dilakukan secara realistis, terukur, serta dibarengi dengan strategi eksekusi yang jelas di lapangan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.