Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

LSD Serang Sapi, Distan Buleleng Perketat Karantina

sapi
Bali Tribune / LSD - Dua ekor sapi ditemukan terindikasi LSD di Kecamatan Gerokgak, Senin (19/1)

balitribune.co.id | Singaraja - Virus Lumpy Skin Disease (LSD) resmi terdeteksi di Kabupaten Buleleng. Dua ekor sapi di Kecamatan Gerokgak ditemukan terindikasi terjangkit penyakit kulit infeksius tersebut. Menanggapi temuan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan menerapkan karantina wilayah di lokasi terdampak.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengungkapkan bahwa laporan awal diterima pada Senin (19/1) dari peternak setempat. Diketahui, kedua sapi tersebut berasal dari luar kabupaten yang dibeli melalui transaksi daring (online) di media sosial. 

"Ternyata sudah ada dua ekor yang masuk. Ini sapi yang dibeli lewat online," ujar Melandrat. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kedua sapi tersebut saat ini sudah melewati fase akut. Nafsu makan ternak telah kembali dan aktivitas gerak mulai terlihat normal. Melandrat menjelaskan bahwa gejala khas LSD menyerupai cacar air pada manusia, yang biasanya membuat sapi kehilangan nafsu makan dan enggan bergerak. 

"Jika terkena LSD, sapi biasanya malas bergerak dan tidak mau makan. Gejala bercaknya mirip cacar air pada manusia. Namun, kondisi dua sapi di Gerokgak sekarang sudah mulai membaik," imbuhnya. 

Melandrat menegaskan bahwa LSD hanya menyerang sapi dan tidak menular ke manusia (bukan zoonosis) maupun jenis hewan lainnya. Ia mengingatkan bahwa faktor lingkungan, terutama populasi serangga, menjadi pemicu utama penyebaran virus. 

"Penularannya melalui perantara nyamuk dan lalat. Penyakit ini rentan muncul di musim hujan karena semak-semak yang tinggi menjadi sarang nyamuk," jelasnya. 

Sebagai langkah mitigasi, karantina wilayah akan diberlakukan di desa tersebut hingga area dinyatakan benar-benar steril. Pengawasan ketat dilakukan oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setempat. Dalam proses pemeriksaan, dokter hewan diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk mencegah penyebaran virus ke kandang lain.

Terkait penanganan medis, Melandrat menekankan bahwa vaksinasi hanya diberikan kepada sapi yang sehat sebagai langkah pencegahan. 

"Vaksin tidak diberikan kepada sapi yang sudah terinfeksi. Untuk sapi yang sakit, fokus utamanya adalah pengobatan," pungkasnya.

wartawan
CHA
Category

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Bangli Desak Evaluasi Total Penataan PNS di Setiap OPD

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera mengevaluasi dan menata ulang pendistribusian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai mendesak agar penempatan pegawai benar-benar selaras dengan Analisis Beban Kerja (ABK) dan prioritas program pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.