balitribune.co.id | Bangli - Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli memperketat pengawasan saluran air dan penanganan sampah liar.Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi banjir dan genangan air akibat saluran air tersumbat sampah.
Kepala DLH Bangli Dr. I Putu Ganda Wijaya mengatakan, terjadi perubahan musim pihaknya melakukan penanganan lingkungan secara terpola. Pada musim kemarau petugas lebih banyak terkonsentrasi pada perawatan taman dan penyiraman tanaman, semenatara di musim penghujan penanganan lebih difokuskan pada pembersihan saluran air serta mitigasi potensi banjir. "Ketika musim hujan, orientasi kita langsung pada upaya antisipasi banjir lewat pembersihan jalur saluran terintegrasi terutama di wilayah perkotaan," ujar Ganda Wijaya saat pada Minggu (1/11/2026).
Menurut Putu Ganda berkaca dari pengalaman sebelumnya melubernya air hingga ke badan jalan lebih dikarenakan tersumbatnya saluran air dari samaph yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat. Untuk mengantisipasi penyumbatan, DLH mengoptimalkan sejumlah satuan tugas (satgas), mulai dari Satgas Penyapu, Satgas Pertamanan, Satgas Penyiraman hingga Program Kali Bersih (Pro Kali). Tim Pro Kasi secara rutin setiap dua hari sekali menyisir saluran air, terutama pada titik-titik yang berpotensi menampung sampah dalam volume besar. Pembersihan menyasar kawasan Catus Pata Alun-Alun Kota Bangli, Jalan Nusantara, Bebalang hingga jalur Ngurah Rai.
Selain pengawasan saluran, DLH juga menyiagakan tim darurat untuk menghadapi peningkatan volume sampah maupun cuaca ekstrem. Pengangkutan sampah reguler dilakukan mulai pukul 05.30 Wita dengan dukungan armada roda tiga untuk menjangkau lokasi tertentu. DLH juga berkoordinasi dengan BPBD, PLN dan instansi terkait untuk menangani pohon-pohon besar yang berisiko tumbang melalui perantingan maupun penebangan berdasarkan skala prioritas. "Komunikasi dengan BPBD dan instansi terkait terus berjalan intensif. Tim skillet kami bergerak berdasarkan skala prioritas guna memangkas dahan-dahan pohon yang berisiko tumbang," kata Kadis asal Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang, Bangli ini.
Putu Ganda meminta agar masyarakat r tidak membuang sampah sembarangan karena berpotensi menyumbat saluran air dan memicu banjir. “Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar upaya pemerintah menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana selama musim hujan dapat berjalan optimal," ujar Putu Ganda.