balitribune.co.id | Denpasar - Antrian kendaraan di sejumlah SPBU di Bali belum sepenuhnya reda. Untuk mempercepat pemulihan layanan sekaligus menata distribusi BBM, Pemerintah Provinsi Bali mulai menerapkan skema ganjil-genap untuk pengisian Pertalite, Sabtu (17/10/2026).
Kebijakan tersebut berlaku hingga Senin (19/10/2026) dan mencakup kendaraan roda dua maupun roda empat di seluruh wilayah Bali. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang tertuang dalam Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.
Selain ganjil-genap, pemerintah bersama Pertamina juga mengatur batas maksimal pengisian BBM. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal 20 liter, sedangkan kendaraan roda dua maksimal 3 liter.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pengaturan tersebut diharapkan dapat membuat antrean di SPBU berangsur landai dan memberi ruang bagi distribusi BBM agar lebih merata.
Dalam kebijakan tersebut, kendaraan ambulans dan pemadam kebakaran mendapat prioritas pengisian. Sementara kendaraan truk hanya diperbolehkan melakukan pengisian BBM pada malam hari.
“Langkah ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali, baik dari sisi penguatan pasokan, penambahan jam operasional SPBU, maupun peningkatan kesiapan armada dan personel,” kata Ahad.
Pertamina juga menyiagakan 66 SPBU yang beroperasi 24 jam. Sebanyak 42 SPBU berada di Kota Denpasar dan 24 SPBU lainnya berada di Kabupaten Badung.
Dukungan personel turut diperkuat. Sebanyak 100 personel TNI Kodam IX/Udayana disiapkan sebagai operator SPBU pada malam hari. Sementara Polda Bali mendukung kelancaran distribusi mobil tangki menuju SPBU melalui pengawalan patwal.
Penguatan distribusi tersebut dilakukan setelah dua kapal pengangkut Pertalite bersandar di Bali pada Jumat (16/10). MT Pangkalan Brandan tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis membawa 16 juta liter Pertalite, sedangkan MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan muatan 4 juta liter. Total tambahan pasokan mencapai 20 juta liter.
Pertamina mencatat konsumsi normal Pertalite di Bali sekitar 2,2 juta liter per hari. Namun, pada 13–15 Oktober, penyaluran ke SPBU meningkat menjadi sekitar 3 juta liter per hari untuk mengejar permintaan yang sebelumnya belum terlayani akibat kekosongan stok di sejumlah SPBU.
Pertamina menargetkan stok Pertalite mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober. Jumlah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan sekaligus menjaga ketersediaan BBM dalam kondisi aman.
Untuk mendukung distribusi, IT Manggis dan FT Sanggaran dioperasikan selama 24 jam. Pertamina juga menyiagakan 108 mobil tangki dan 465 awak mobil tangki. Sebagian armada bahkan dialihkan dari Banyuwangi ke Bali untuk memperkuat penyaluran.
Ahad mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kami terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.