Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

OJK Luncurkan Cetak Biru, Keuangan Syariah Didorong Naik Kelas

Peluncuran Cetak Biru OJK
Bali Tribune / IIFAS - Peluncuran "Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah" dalam ajang Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin (2/11/2026).

balitribune.co.id | Makassar - Industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga September 2026, total aset keuangan syariah mencapai Rp3.307,73 triliun, tumbuh 9,28 persen secara tahunan. Namun, dengan pangsa pasar baru 11,21 persen dari total aset keuangan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat masih terbuka ruang besar untuk memperkuat industri tersebut.

Langkah itu ditempuh OJK melalui peluncuran "Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah" dalam ajang Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin (2/11/2026) lalu.

Cetak biru tersebut menjadi arah strategis untuk menyatukan pengembangan berbagai sektor jasa keuangan syariah, mulai perbankan, pasar modal, perasuransian, penjaminan, dana pensiun, lembaga pembiayaan hingga inovasi teknologi sektor keuangan dan aset keuangan digital.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pengembangan keuangan syariah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Menurut dia, industri membutuhkan ekosistem keuangan komersial dan sosial yang saling terhubung agar pertumbuhan sektor tersebut memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian.

“Pengembangan keuangan syariah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Yang kita butuhkan adalah ekosistem keuangan dan keuangan sosial syariah yang saling terhubung dan menguatkan,” kata Friderica.

Melalui cetak biru tersebut, OJK menetapkan tiga arah strategis. Pertama, membangun industri yang sehat, berdaya saing dan inovatif. Kedua, memperkuat ekosistem yang lengkap, inklusif dan kontributif. Ketiga, melakukan harmonisasi pengaturan, perizinan dan pengawasan lintas sektor.

Strategi itu ditopang empat fondasi, yakni teknologi dan ketahanan siber, optimalisasi peran ekosistem perusahaan induk, kesiapan talenta, serta keterhubungan dengan dana sosial untuk pemberdayaan ekonomi nasional.

Friderica berharap cetak biru tersebut tidak sekadar menghasilkan pertumbuhan gradual, tetapi menjadi pijakan untuk menciptakan lompatan besar dalam pengembangan keuangan syariah nasional.

“Harapannya, blueprint ini menjadi milestone penting dan panduan agar kita punya lompatan besar, bukan sekadar pertumbuhan yang bersifat gradual,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Dian Ediana Rae mengatakan cetak biru diperlukan untuk memperkuat keterhubungan antarindustri yang selama ini memiliki peta jalan masing-masing.

Dengan pendekatan tersebut, perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal dan sektor jasa keuangan syariah lainnya diharapkan dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem ekonomi halal nasional.

OJK juga mendorong inovasi dan diversifikasi produk, antara lain melalui produk berbasis wakaf, pembiayaan dengan akad salam dan istishna paralel, serta pengembangan kegiatan usaha bulion berdasarkan prinsip syariah.

Pada forum yang berlangsung 2–3 November 2026 itu, OJK bersama Kementerian Agama juga meluncurkan "Sinergi Kota Wakaf". Program ini diarahkan untuk memperkuat hubungan antara keuangan syariah komersial dengan keuangan sosial.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, OJK memberikan apresiasi kepada 20 bank syariah yang telah mengimplementasikan program "Cash Waqf Linked Deposit (CWLD)".

Penguatan ekosistem juga didorong dari daerah. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah melalui program "Syariah First".

Menurut Andi Sudirman, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak semata berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan memperluas peluang Indonesia di industri halal global.

wartawan
ARW
Category

Wakili Ketua DPRD Badung, Nyoman Gede Wiradana Hadiri Karya Agung di Pura Puseh Sigaran

balitribune.co.id | Mangupura - Anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Gede Wiradana mewakili Ketua DPRD Badung menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Pedudusan Agung Utamaning Utama di Pura Puseh Desa Adat Sigaran, Desa Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Senin (2/11/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kemacetan di Gilimanuk Masih Terjadi, Warga Minta Keluhannya Disikapi

balitribune.co.id | Negara - Kondisi krodit akibat mengularnya antrean kendaraan dari pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, hingga kini masih terus terjadi. Kemacetan lalu lintas di jalur menuju pelabuhan tersebut kini dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat di Kelurahan Gilimanuk. Warga pun berharap keluhan masyarakat bisa segera disikapi oleh pihak-pihak terkait.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemprov Perkuat Tata Kelola Komunikasi Krisis Terintegrasi melalui BALI SIGAP

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus memperkuat tata kelola komunikasi krisis melalui pengembangan Sistem Informasi Gerak Cepat Antisipasi dan Penanganan Isu Publik (BALI SIGAP). Sistem ini dirancang untuk mendukung mekanisme koordinasi antarperangkat daerah dalam menangani berbagai isu publik secara cepat, terukur, dan terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Veda Ega Pratama, Harapan Baru Motorsport Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Berawal dari seorang anak yang menghabiskan waktu sepulang sekolah berlatih motocross, Veda Ega Pratama kini menjelma menjadi salah satu talenta muda kebanggaan Indonesia di panggung balap dunia.

Prestasi terbarunya sebagai runner-up Moto3™ Malaysia 2026 menjadi bukti mimpi besar yang dibangun sejak dini mulai membuahkan hasil, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masa depan motorsport Indonesia.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK Luncurkan Cetak Biru, Keuangan Syariah Didorong Naik Kelas

balitribune.co.id | Makassar - Industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga September 2026, total aset keuangan syariah mencapai Rp3.307,73 triliun, tumbuh 9,28 persen secara tahunan. Namun, dengan pangsa pasar baru 11,21 persen dari total aset keuangan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat masih terbuka ruang besar untuk memperkuat industri tersebut.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.