Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pak Koster, The Strong Leader, dan Man Of Action

Umat Ibnu Al-Khatab
Bali Tribune / Umat Ibnu Al-Khatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), telah memperlihatkan kinerja apiknya pada masa jabatan pertamanya, 2018-2023, kendati berkinerja apik, Pak Koster tidak sepi dari protes, kritik, dan bahkan bulian hingga fitnah, tetapi beliau tak bergeming, ia terus bekerja melahirkan banyak karya yang kelak akan menjadi legacy bagi generasi mendatang, ujian terbesar dan terberat bagi kepemimpinannya adalah saat covid 19 ikut mendera Bali, seketika ekonomi Bali terpuruk, dan beliau melakukan segala upaya agar Bali tetap kondusif, ia berani mengambil keputusan yang tidak populer demi menjaga harapan masyarakat, dan akhirnya kita tahu bahwa ia berhasil membawa Bali keluar dari krisis, tidak lama setelah lepas dari pendemi, ekonomi Bali bangkit secara mengejutkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Juli – September 2022, perekonomian Bali tumbuh sebesar 8,09% dibanding periode yang sama tahun sebelumya, pencapaian ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,72%, padahal ketika pendemi mendera, pertumbuhan ekonomi Bali minus 9 persen, dan di sisi lain, angka pengangguran di Provinsi Bali juga turun, misalnya pada Februari 2023 tercatat sebesar 3,73 persen, mengalami penurunan sebesar 1,07 persen dibandingkan Agustus 2022 yang tercatat sebesar 4,80 persen dan turun sebesar 1,11 persen dibandingkan Februari 2022 sebesar 4,84 persen, pemulihan ekonomi Bali yang cepat ini tidak terlepas dari kerja keras Pak Koster, ia mengerahkan semua kemampuan dan pengalamannya, dan yang terpenting adalah kemampuannya menggerakkan semua pihak, terutama aparat pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk bersama-sama menghadapi situasi pendemi sembari secara bersama-sama pula mencari solusi dan cara untuk melewati situasi itu dengan baik, itulah sebabnya Pak Koster tidak mau berkompromi dengan siapapun yang mencoba mengganggu konsentrasinya mengatasi wabah covid-19 di Bali, dan sikap tidak kompromi itu demi kemaslahatan masyarakat Bali itu sendiri.

Dalam banyak kesempatan, sebagai Gubernur Bali, Pak Koster mengatakan bahwa pendemi covid-19 betul-betul telah menguras tenaga dan pikirannya, beliau kurang tidur, tetapi beliau bersyukur,  ia dikaruniai kesehatan yang prima, dan semua apa yang ia curahkan bagi masyarakat Bali tercapai dengan baik, ia berhasil membawa Bali keluar dari krisis, dan yang terpenting bahwa usaha kerasnya itu memperoleh pujian dan pengakuan dari banyak pihak, ia mendapatkan banyak penghargaan, namun beliau tidak silau dengan banyaknya pujian dan penghargaan itu, Pak Koster berprinsip bahwa apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang telah menjadi kewajibannya sebagai gubernur yang diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin dan membawa masyarakat Bali ke arah yang lebih baik, tidak ada pamrih, ia hanya bekerja fokus, tulus, dan lurus demi masyarakat Bali yang ia cintai, kalaupun ada pujian dan penghargaan, itu adalah buah dari kerja keras, dan buah kerja keras itu hanyalah bonus bagi dirinya, dan kita tahu bahwa bonus itulah yang kemudian membawa dirinya kembali ke tampuk Gubernur Bali untuk periode 2025-2030, rakyat Bali sekali lagi memberinya mandat untuk mengantarkan mereka ke pintu gerbang kemajuan atau  membawa mereka ke era yang dikonsepsikan oleh pak Koster sebagai Bali Era Baru, yakni sebuah konsepsi yang mencerminkan transformasi Bali menuju tatanan baru yang lebih maju, harmonis, dan berbasis pada nilai-nilai budaya Bali, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Terlepas dari itu, kita tidak dapat menampik jika Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dalam sebuah kesempatan menyebut Pak Koster sebagai The Strong Leader atau pemimpin yang kuat, yakni pemimpin yang memiliki kemampuan membuat konsep untuk menentukan arah pembangunan Bali, dan konsep yang dimiliki Pak Koster bukan hanya berlaku 5 tahunan, tetapi 100 tahun, bagi Tito, konsep yang dimiliki Pak Koster sangat detail, rinci, dan terukur, oleh karenanya Tito memandang bahwa Pak Koster sangat visioner dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, tentu saja Tito tidaklah keliru menilai, tentu Pak Tito melihat rekam jejak Pak Koster selama periode 2018-2023 yang bekerja dengan cara yang sistematis dan terencana, ia melahirkan banyak aturan yang membantunya menyelesaikan banyak persoalan, dan, sekali lagi, berhasil keluar dari situasi covid-19 dengan mulus, jika bukan dikerjakan dengan cara yang sistematis dan terencana serta dilandasi aturan yang kuat, tidaklah mungkin bisa membawa Bali pulih lebih cepat, bisa dikatakan bahwa hanya dengan sebuah kepemimpinan yang kuatlah apa yang telah direncanakan bisa dikonkretkan dengan terukur, tidak bisa kita bayangkan jika Bali tanpa kepemimpinan yang kuat ketika menghadapi situasi genting model covid-19, atau tanpa prasyarat kepemimpinan yang kuat di dalam merumuskan Haluan 100 Tahun Pembangunan Bali dan Undang-Undang Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2023, tentu akan sulit, dan Pak Koster berhasil menjadi sosok yang kuat yang membuat semua apa yang diharapkan itu bisa tercapai.

Kita melihat bahwa apapun yang dicurahkan oleh Pak Koster untuk masyarakat Bali tidak terlepas dari komitmen beliau untuk nindihin gumi Bali secara total, beliau tidak setengah-setengah, totalitas beliau bisa dilihat dari capaian yang ia telah torehkan, dan itu artinya bahwa lebih suka bertindak daripada sekadar berbicara atau merencanakan, beliau aktif, berani, dan memiliki semangat untuk melakukan sesuatu tanpa banyak menunda-nunda, beliau selalu mengecek tugas yang ia berikan kepada perangkat daerah, tidak jarang ia marah jika perangkat daerahnya lamban dan tidak bisa menjelaskan secara detail yang mereka kerjakan, hemat kita, Pak Koster adalah tipikal pemimpin yang mau bekerja dan bertindak, man of action, sebuah tipe yang yang menggambarkan betapa tindakan dan kontribusinya sangat dirasakan dan berdimensi jangka panjang, dengan kata lain, Pak Koster memperlihatkan dirinya sebagai orang yang tidak hanya berpikir dan berkata, tetapi juga bertindak dan berupaya agar pikiran dan perkataannya bisa ia wujudkan secara nyata, ia ingin agar pikirannya diikuti dengan tindakan yang konkret, beliau berusaha dengan keras agar semua yang ia rencanakan bisa diwujudkan, dan itu sebabnya ia ngotot mencermati satu  persatu setiap apa yang ia telah putuskan, ia menagih hasilnya dari mereka yang ia berikan tanggung jawab untuk menjalankan keputusannya, dan jika dirasa kurang memuaskan, ia akan turun langsung menyelesaikannya, itulah sebabnya mengapa, sebagai man of action, Pak Koster tidak suka kepada orang yang suka membagus-baguskan sesuatu atau asal bapak senang, Pak Koster bukanlah seorang feodal yang ingin disanjung-sanjung, beliau hanya ingin agar semua mereka yang bekerja dengannya mampu bekerja untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat Bali lewat apa yang ia telah programkan.

Akhirnya, kita berharap agar Pak Koster tetap pada pilihannya sebagai man of action agar ia menjadi contoh dan tauladan bagi siapapun khususnya generasi muda yang kelak menjadi pemimpin di Bali, bahwa untuk menjadi the strong leader haruslah menjadi man action, sebab legacy terbaik dari seorang pemimpin adalah satunya kata dan tindakan, dan sejauh yang kita amati, Pak Koster bisa menjadi model pemimpin yang menyatukan antara kata dan tindakan, bahwa masih ada kekurangan yang kita lihat dari apa yang dilakukan oleh Pak Koster, itu tidak terlepas dari kekurangannya sebagai seorang manusia biasa, tetapi sebagai seorang pemimpin, apa yang telah diperlihatkan oleh Pak Koster sangatlah menginspirasi dan membangunkan semangat siapapun untuk nindihin gumi Bali, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 4 Junj 2025

wartawan
Umat Ibnu Al-Khatab
Category

Lolos Seleksi Ketat, Ngurah Baja Jadi Calon Tunggal Ketua IOF Pengda Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan 2022–2026, seluruh jajaran dan komunitas pecinta mobil 4x4 di Pulau Dewata menanti momen penting Musyawarah Daerah (Musda) Indonesia Off Road Federation (IOF) Pengda Bali. Agenda tersebut akan digelar pada Minggu (16/8/2026) di Hotel Larina, Badung.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Fakta Baru Kasus Pencuri Ayam Tewas di Tabanan: Masih Hidup Saat Diserahkan ke Polisi

balitribune.co.id I Tabanan - Tim kuasa hukum Krama Desa Adat Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, mengungkap fakta baru terkait tewasnya terduga pencuri ayam berinisial KD (asal Desa Sidetapa, Buleleng). Mereka menduga ada keterlibatan warga luar desa dalam kematian KD karena korban masih hidup saat diserahkan ke kepolisian.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pelabuhan Gilimanuk Disterilisasi, Pedagang Asongan Beradaptasi

balitribune.co.id I Negara - Perubahan suasana terasa setelah sterilisasi penuh diberlakukan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Akses keluar-masuk diperketat dan seluruh aktivitas di dalam kawasan pelabuhan ditata berdasarkan zona. Bagi para pedagang asongan yang selama ini menggantungkan penghasilan dari arus penumpang, perubahan tersebut membuat pola berjualan ikut bergeser.

Baca Selengkapnya icon click

KUR BRI Perkuat Perajin Gerabah untuk Menjaga Tradisi Pengabenan Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Di tengah gempuran produk modern, gerabah tradisional untuk kebutuhan upacara adat Bali masih bertahan. Di Banjar Basang Tamiang, Desa Kapal, Kabupaten Badung, usaha gerabah yang telah diwariskan turun-temurun sejak sekitar tahun 1970-an tetap hidup berkat ketekunan keluarga perajin dalam menjaga tradisi sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bali Siap Jadi Pilot Project Reformasi Sistem Rujukan Kesehatan Nasional

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kesiapan menjadi daerah percontohan atau pilot project reformasi sistem rujukan pelayanan kesehatan nasional berbasis kompetensi. Gagasan tersebut dinilai dapat memangkas panjangnya proses rujukan sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh layanan medis sesuai kebutuhan dan tingkat kompetensi rumah sakit.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

PFII akan Picu Investor Seluruh Asia Menaruh Modalnya di Indonesia Melalui Bali

balitribune.co.id I Mangupura - Pengusaha Indonesia menyambut positif dipilihnya Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Hal itu yang akan mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan infrastruktur di Bali dan perbaikan lainnya di pulau ini, termasuk menata Bali agar tampil lebih bersih dengan mempercepat penanganan sampah. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.