balitribune.co.id I Mangupura - Pengusaha Indonesia menyambut positif dipilihnya Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Hal itu yang akan mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan infrastruktur di Bali dan perbaikan lainnya di pulau ini, termasuk menata Bali agar tampil lebih bersih dengan mempercepat penanganan sampah.
Salah seorang pengusaha nasional, Anthony Putihrai mengatakan, sudah waktunya Indonesia mempunyai Dubainya Indonesia dan Bali itu adalah tempat yang baik dan cocok. Pasalnya, Bali sudah dikenal di kalangan pengusaha global.
"Saat saya kuliah di Amerika, banyak yang tanya, saya bilang dari Indonesia tapi banyak yang tidak tahu Indonesia. Itu dulu 30 tahun lalu. Tapi tahu Bali," katanya di Badung, Kamis (13/8/2026).
Sebagai pengusaha ia berpandangan bahwa, PFII yang berlokasi di Bali ini akan membawa dampak besar. Pasalnya, akan membuat investor dari seluruh Asia mulai tertarik menaruh modalnya di Indonesia melalui Bali.
"Yang saya mau pesankan untuk teman-teman di Bali juga rawat Bali, diperbaiki lah sekarang sudah waktunya. Infrastrukturnya juga supaya menunjang dan menopang ini (PFII)," ujar Anthony.
Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia resmi menetapkan dan mengesahkan Undang-Undang mengenai Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang berlokasi di Bali. Proyek strategis ini dirancang untuk menyaingi pusat keuangan global seperti Singapura dan Dubai, dengan fokus menarik dana kelolaan global (wealth management), menurunkan biaya dana (cost of fund) perbankan nasional, serta mendukung proyek hilirisasi dan energi hijau di Indonesia.