Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PT Koop Kopi Indonesia Kenalkan Program Percontohan Karbon Kintamani di Forum ICBS 2026

karbon
Bali Tribune / sesi “Cultivating Carbon: Agriculture, Climate and Livelihoods” pada forum Indonesia Carbon and Biodiversity Summit (ICBS) 2026 yang diisi oleh CEO PT Koop Kopi Indonesia, Reza Fabianus menyampaikan program percontohan karbon Kintamani

balitribune.co.id | Mangupura - Perubahan iklim semakin menuntut untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi komoditas, tetapi sebagai bagian penting dari solusi iklim. Di balik setiap kebun kopi terdapat sebuah lanskap yang menyimpan karbon, menjaga biodiversitas, dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, ketika membicarakan masa depan karbon, juga harus membicarakan siapa yang berada di lapangan, siapa yang menjaga lanskap, dan siapa yang memiliki kapasitas untuk mengukur perubahan yang terjadi di dalamnya.

Perspektif inilah yang dibawa Coop Coffee Indonesia melalui PT Koop Kopi Indonesia dalam Indonesia Carbon and Biodiversity Summit (ICBS) 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada 9 September 2026 melalui sesi “Cultivating Carbon: Agriculture, Climate and Livelihoods” yang diisi oleh CEO PT Koop Kopi Indonesia, Reza Fabianus. Bagi Coop Coffee Indonesia, pertanian, karbon, biodiversitas, teknologi, dan mata pencaharian bukanlah agenda yang berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus dibangun dalam satu ekosistem yang menghubungkan lanskap, petani, data, teknologi, dan pasar.

Peran konkret Coop Coffee Indonesia berada pada tahap origination dan implementation, menerjemahkan konsep karbon dan keberlanjutan menjadi aksi nyata di tingkat kebun dan komunitas petani kopi. "Indonesia Carbon and Biodiversity Summit ini kan menghubungi saya untuk menyampaikan program percontohan karbon Kintamani. Jadi secara prinsip di sesi terakhir (pada pertemuan Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026), yang saya sampaikan atas nama entitas PT Koop Kopi Indonesia kita menyampaikan bagaimana memulai, mengonsolidasikan petani, mengedukasi petani tentang karbon sampai penggunaan alat-alat teknologi termasuk kegiatan-kegiatan yang selama ini bersama Coop Coffee Indonesia Foundation sudah dilakukan. Di sesi terakhir ini bagaimana menyampaikan program karbon di lingkungan petani bisa dikonekkan dengan pasar karbon," jelas Reza Fabianus usai menjadi pembicara di forum internasional, Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026.

Kata dia, PT Koop Kopi Indonesia melalui program pemberdayaannya lewat entitas Coop Coffee Foundation, mendorong petani memiliki peran dalam dunia karbon. Peran tersebut dapat dimulai dari tingkat paling dasar yakni memahami apa yang sedang diukur di kebun mereka, melakukan pengamatan dan pencatatan kondisi lahan, mengumpulkan informasi melalui perangkat digital, mengenali perubahan praktik pertanian, hingga memahami bagaimana data tersebut digunakan untuk melihat perkembangan karbon, biodiversitas, dan produktivitas. 

"Coop Coffee Indonesia Foundation sebagai agregator dalam karbon kopi petani, kita tahu (petani) tidak paham soal karbon. Lalu, petani Kintamani ribuan bagaimana kita memulai mengedukasi, mengumpulkan data-data petani untuk nantinya dimasukkan ke dalam platform dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai agregator. Sehingga nantinya karbon petani ini bisa dihubungkan dengan pembeli karbon di dunia sekaligus kita juga berperan sebagai penghubung dengan pembeli karbon," jelasnya.

Menurutnya, di sinilah Coop Coffee Indonesia menjalankan fungsi penting sebagai penghubung antara teknologi dan masyarakat. Teknologi digunakan bukan sekadar untuk menghasilkan dashboard atau angka karbon, tetapi untuk membawa data dan pengetahuan kembali kepada petani. Coop Coffee Indonesia membantu menerjemahkan bahasa teknologi dan karbon menjadi sesuatu yang dapat dipahami dan digunakan oleh masyarakat di tingkat tapak. Sebaliknya, pengetahuan dan pengalaman petani menjadi input penting untuk membuat data tersebut memiliki konteks.

"Kami sudah memulai program (karbon di Kintamani) ini dari 2023 dan perjalanannya panjang. Jadi secara regulasi sudah lengkap, tinggal menunggu satu perundang-undangan bagaimana lahan petani itu diregistrasi ke dalam sistem negara untuk penjual karbon. Info terbaru per hari ini dari Kementerian Kehutanan karena karbon ini dibawa sektor perhutanan, dalam dua minggu lagi dari sekarang. Jadi registrasi haknya sudah bisa diakses oleh para petani. Sehingga nanti semua petani-petani yang selama ini sudah kita bina legalitasnya, kita masukkan ke dalam platform itu. Sehingga artinya kita sudah mulai bisa melakukan perdagangan karbon secara legal," beber Reza Fabianus.

Dijelaskannya, perdagangan karbon kebun kopi di Kintamani ini diminati pembeli dari luar negeri seperti perusahaan Jepang dan perusahaan dalam negeri. "Yang pertama kali ini adalah Desa Catur 600 hektare potensi karbon kira-kira di Rupiahkan hampir 350 juta setahun. Sebenarnya proyek Kintamani ini secara keseluruhan adalah kita mau jual ke Jepang. Namun atas permintaan Kementerian Kehutanan ada satu kelompok tani di Desa Catur seluas 70an hektare kita perdagangkan dalam negeri dulu pembelinya Pertamina. Keseluruhan Kintamani yang sudah kita develop (program karbon) 24 ribu hektare dari 6.600 petani," imbuhnya.

wartawan
YUE
Category

Antara Terik dan Terang: Melindungi Mata dari Sinar Matahari Tropis Bali

balitribune.co.id | Bali dikenal dengan sinar mentarinya yang hangat, langit biru yang cerah, dan pantai yang menggoda siapa pun untuk berlama-lama di luar ruangan. Namun, di balik keindahan itu, tersembunyi ancaman yang sering tak disadari: paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan terhadap mata.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Jepang Anugerahi Prof. Wirawan The Order of the Rising Sun atas Kontribusi Diplomasi Akademik

balitribune.co.id | Denpasar - Pada tanggal 3 November 2025 Pemerintah Jepang mengumumkan Prof. I Gede Putu Wirawan yang merupakan Guru Besar Universitas Udayana sebagai salah satu penerima Anugerah Bintang Jasa untuk Musim Gugur Tahun 2025 termasuk kepada 104 warga negara asing. Tokoh dari Bali ini  menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Laboratorium Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler, Universitas Udayana.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Alasan untuk Melanjutkan Pendidikan di China

bvalitribune.co.id | China merupakan salah satu negara yang melambangkan negara modern dan maju, namun tetap melestarikan adat-istiadat yang tidak pernah dilupakan. Selain menjadi negara yang indah untuk dikunjungi karena budayanya, China juga menjadi negara yang baik untuk melanjutkan pendidikan. Sebab, banyak perguruan tinggi di China yang unggul dalam riset dalam bidang sains dan teknologi. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Dibawah Turah Tut, Golkar Badung Bakal Merapat ke Adicipta

balitribune.co.id | Mangupura - Partai Golkar Badung bakal "banting setir" dibawah kepemimpinan Ketua DPD yang baru, Anak Agung Ketut Agus Nadi Putra. Partai Beringin dibawah komando Turah Tut - sapaan Nadi Putra ini bahkan telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemerintah Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta (Adicipta) di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Walikota Jaya Negara dan IAGI Bali Bahas Solusi Jangka Panjang Penanganan Bencana Banjir di Kota Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya untuk mencari solusi agar bencana banjir yang melanda seperti terjadi pada 10 September 2025 lalu tidak terulang kembali. Hal tersebut diungkapkan saat Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima Tim Ikatan Ahli Geologi Indonesia Daerah Bali di Kantor Walikota Denpasar, Senin (3/11).

Baca Selengkapnya icon click

Transfer Pusat Menurun, Dewan Desak Eksekutif Optimalkan Pendapatan Retribusi dan PHR

balitribune.co.id | Bangli - Dampak dari transfer dana pusat menurun, kalangan Dewan mendesak  pihak eksekutif mengoptimalkan PAD untuk memperkuat fiskal Pemerintah Daerah.  Adapun dua sumber PAD yang bisa dioptimalisasi  yakni dari retribusi dan Pajak Hotel Restoran (PHR),  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.