Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rayakan Imlek 2577, TITD Ling Gwan Kiong Singaraja Usung Tema "Harmoni Imlek Nusantara"

tionghoa
Bali Tribune / SEMBAHYANG - Warga Tionghoa menggelar upacara sembahyang di tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong Singaraja menjelang perayaan Imlek, Senin (2/2)

balitribune.co.id | Singaraja - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada tahun 2026, Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong Singaraja telah menyiapkan serangkaian kegiatan. Tahun ini, perayaan mengusung tema "Harmoni Imlek Nusantara."

Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Wirasanjaya, SH., MH., CLA., atau yang akrab disapa Cong San, menjelaskan tema tersebut dipilih untuk mempererat tali persaudaraan dan keharmonisan di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. "Melalui perayaan Imlek ini, kita ingin menjalin hubungan yang harmonis di Nusantara. Kita tetap merayakan tradisi ini sesuai dengan rangkaian acara yang telah turun-temurun," ujar Cong San, Senin (2/2/2026).

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 10 Februari 2026, atau tujuh hari sebelum hari raya Imlek, dengan ritual "Pengantaran Dewa Naik." Ritual ini dilakukan untuk menghantarkan para Dewa-Dewi melapor kepada Sang Pencipta mengenai kejadian dan kehidupan manusia di bumi selama setahun terakhir.

Puncak perayaan Imlek akan berlangsung pada malam tanggal 16 Februari 2026. Untuk mengantisipasi kerumunan dan memberikan kenyamanan bagi umat, pihak klenteng membagi sesi persembahyangan bersama menjadi tiga waktu, yakni pukul 19.00, 20.00, dan 21.00 Wita, sebelum memasuki detik-detik pergantian tahun pada tengah malam. Pada momen ini, ada pementasan tarian barongsai untuk penyelaan petasan hingga sembaynag mohon petunjuk memasuki tahun kuda api.

Selain itu, rangkaian akan dilanjutkan dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026. Pada hari tersebut, akan dilaksanakan ritual "Tolak Bala" massal atau Chiswak mulai pukul 10.00 hingga 13.00 Wita. "Ritual ini bertujuan untuk melakukan penyelarasan hidup bagi umat yang shio-nya bertentangan dengan siklus tahun ini (Tahun Kuda). Shio yang mengalami Ciong besar adalah Kuda dan Tikus, sedangkan Ciong kecil adalah Kelinci dan Ayam," jelasnya.

Lebih lanjut, Cong San menekankan bahwa Imlek merupakan perayaan tradisi masyarakat Tionghoa, bukan semata-mata perayaan agama. Hal ini diperkuat dengan Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002. "Imlek adalah perayaan syukur atas berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi atau musim tanam. Siapa pun agamanya, jika dia keturunan Tionghoa, ini adalah tradisinya," tambah Cong San.

Menutup keterangannya, Cong San berharap masyarakat Buleleng yang heterogen dapat terus menjaga kerukunan dan keharmonisan antar warga. "Harapan kami, hubungan harmoni tetap terjalin tanpa memandang suku, agama, dan ras. Harmonisasi dalam keanekaragaman akan membuat kita jauh lebih kuat," tandasnya. 

wartawan
CHA
Category

Ubah Sawah Dilindungi Jadi Villa, Pajak Bisa Berlipat Ganda

balitribune.co.id | Mangupura - Pemkab Badung mulai menyiapkan langkah keras terhadap pemanfaatan lahan sawah yang menyimpang dari tata ruang. Pemilik lahan yang mengubah sawah, termasuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD), menjadi vila atau bangunan komersial terancam dikenakan pajak berlipat hingga pembongkaran bangunan.

Baca Selengkapnya icon click

Tunggakan Iuran BPJS Disorot, Kejari Buleleng Siap Dampingi Penagihan Peserta Mandiri

balitribune.co.id | Singaraja - Peserta BPJS Kesehatan kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang masih menunggak iuran kini menghadapi proses penagihan yang lebih serius. BPJS Kesehatan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk memberikan pendampingan hukum dalam upaya menagih tunggakan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penataan Sasana Budaya Akhirnya Dilanjutkan, Sedot Anggaran Rp15 Miliar

balitribune.co.id | Bangli - Sempat menjadi pertanyaan masyarakat luas terkait kelanjutan penataan Sasana Budaya Giri Kusuma yang beralamat di Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Bangli akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Bangli  pada tahun 2026 kembali  mengalokasikan anggran senilai Rp15 Miliar untuk kelanjutan pembangunan tempat pementasan seni  budaya tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dorong Efisiensi Anggaran, Desa di Klungkung Diminta Gali Potensi Lokal

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (15/9/2026).

Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan. 

Baca Selengkapnya icon click

Bayang-Bayang Kepunahan, Disbudpar Buleleng Gaet Anak Muda Lestarikan Wayang dan Prasi

balitribune.co.id | Singaraja – Upaya menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Bali di tengah minimnya minat generasi muda terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui pergelaran Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang melibatkan pemuda dari sembilan kecamatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.