balitribune.co.id | Tabanan - Pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Taman Sari dan penataan Taman Perjuangan Singasana di Desa Delod Peken, Kabupaten Tabanan sudah mencapai 77,677 persen. Pengerjaan fisik kini berfokus pada perapian eksterior pada struktur bangunan utama di lantai atas yang secara eksterior dirancang menyerupai Kapal Pinisi.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan mengonfirmasi bahwa seluruh pengerjaan struktur dasar fisik untuk area perdagangan pasar tradisional di bagian bawah telah selesai secara penuh. Petugas saat ini berkonsentrasi menyelesaikan detail eksterior atau tampilan luar dan perapian visual ikon Kapal Pinisi untuk melengkapi tema Taman Perjuangan Singasana yang ada di sisi timurnya.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, membeberkan bahwa pengerjaan tahap akhir ini bergulir tanpa hambatan teknis di lapangan. “Kalau semua struktur fisik sudah rampung tinggal merampungkan perapian dan tampilan luar dari bangunan Kapal Pinisi,” ungkap Partana pada Selasa (20/10/2026).
Partana menerangkan, proyek ini dirancang secara terintegrasi dengan kawasan Taman Perjuangan Singasana yang secara fungsional merupakan ruang publik terbuka. Selain mempertahankan fungsi ekonomi pada lantai dasar sebagai pasar pada sisi baratnya, keberadaan struktur bangunan bertema maritim di sisi timurnya juga akan dimanfaatkan sebagai coffee shop atau cafetaria. “Fungsi pasar tradisional berjalan, ruang UMKM untuk coffe shop berjalan, ruang terbuka juga berfungsi. Itu poin dari penataan ini," jelasnya.
Pengerjaan revitalisasi kawasan Pasar Taman Sari dan penataan Taman Perjuangan Singasana ini didanai sepenuhnya melalui APBD Tabanan 2026 sebesar Rp 6.844.579.000. Masa pelaksanaan pengerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender dan pihak Dinas PUPR Tabanan berharap bisa tuntas pada November 2026 mendatang. “Target kami pengerjaan revitalisasi dan penataan ini selesai pada November mendatang,” tandasnya.