balitribune.co.id | Badung - Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyebut, adanya potensi besar pada rute Melbourne untuk memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai hub pariwisata Indonesia.
Mengingat Melbourne merupakan salah satu dari 5 teratas rute internasional dengan rata-rata jumlah penumpang dan rataan load factor tertinggi.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati menyebut, pada Oktober 2026 ini terdapat salah satu maskapai yang membuka rute Bali (DPS)-Melbourne (MEL) pergi pulang.
Saat ini rute Melbourne dilayani oleh 7 maskapai, yakni Jetstar, Virgin Australia, Garuda Indonesia, Batik Air Malaysia, Qantas, Indonesia Air Asia, dan TransNusa. Rute Melbourne juga menambah jumlah rute penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai TransNusa di Bali, setelah Perth, Singapura, Guangzhou, dan Phuket.
Melalui dioperasikannya rute Melbourne oleh salah satu maskapai tersebut, konektivitas antara Bali dan Melbourne semakin bertambah, serta menambah pilihan masyarakat untuk terhubung dengan kedua destinasi. “Kami berharap terbukanya rute ini dapat semakin mempermudah akses antar destinasi dan menambah opsi perjalanan ke Australia bagi pengguna jasa bandara, khususnya di Pulau Bali,” tambah Nugroho Jati.
Hingga akhir September, tercatat Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani sebanyak 63 rute penerbangan yang dioperasikan oleh 50 maskapai penerbangan, yang terbagi menjadi 22 rute domestik dan 41 internasional yang tersebar di 16 negara.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan sepenuh hati kepada para pengguna jasa bandara, salah satunya dengan aktivasi rute-rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan. Kami senantiasa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait unuk menambah konektivitas di Pulau Bali,” pungkasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, bertambahnya maskapai yang melayani rute Melbourne dari Bali ini juga diharapkan akan menambah jumlah kunjungan wisatawan asal Australia ke Bali. "Hingga akhir September, tercatat wisatawan Australia menempati urutan pertama jumlah kunjungan ke Bali, mencapai 1,3 juta wisatawan atau mencakup hingga 25% dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali,” ujarnya.