Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

SE Mendikdasmen Bikin Gundah, Guru SMPN 1 Bangli Tetap Optimis

guru honorer
Bali Tribune / GURU HONOR - Proses belajar mengajar di SMPN I Bangli. Tetap optimistis kendati ada SE tentang guru honorer tak bisa mengajar.

balitribune.co.id I Bangli - Terbitnya Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 tentang penugasan guru honorer sempat memunculkan kegundahan di kalangan tenaga pendidik. Sebab muncul isi bahwa guru honorer akan dibatasi atau bahkan ditiadakan.

Dibalik terbitnya SE tersebut, SMP Negeri 1 Bangli, memilih tetap optimistis dan terus memberi semangat kepada para guru honorer yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa. 

Kepala sekolah SMPN 1 Bangli I Wayan Agus Adi Wiguna, mengatakan  pihaknya tidak melihat SE tersebut sebagai pembatasan terhadap guru honorer, melainkan upaya pemerintah melakukan penataan.

”Kami melihat SE itu secara optimis. Ini kemungkinan penataan, bukan pembatasan,” kata Adi Wiguna, Selasa (12/5/2026).

Sejatinya  tenaga honorer di Bangli saat ini masih sangat dibutuhkan. Di SMPN 1 Bangli sendiri, sebagian besar guru honorer sudah tersertifikasi. Hanya tiga orang yang belum tersertifikasi dan masih berstatus paruh waktu.

Pihaknya meyakini, melalui SE tersebut, pemerintah pusat tengah melakukan pemetaan kebutuhan guru secara objektif dan transparan sesuai kondisi di lapangan.

“Kami yakin pemerintah melakukan penataan sesuai kebutuhan satuan pendidikan. Karena itu kami terus memberi semangat kepada guru honorer agar tetap berproses dan melayani pembelajaran semaksimal mungkin,” jelasnya.

Di tengah berbagai kekhawatiran, Agus Adi Wiguna memastikan semangat para guru honorer di sekolahnya belum surut. Mereka tetap hadir dan mengajar seperti biasa demi para siswa.

“Mudah-mudahan ada regulasi yang lebih baik ke depan, khususnya melihat kebutuhan pendidikan di Bangli maupun di seluruh Indonesia. Guru honorer masih sangat dibutuhkan,” ungkapnya

Kata Adi Wiguna  pihak sekolah akan mengikuti arahan lanjutan terkait SE Nomor 7 Tahun 2026 melalui pertemuan virtual bersama pimpinan. 
“Hari ini ada rapat dengan pimpinan terkait ini.  Semoga ada solusi terbaik untuk teman-teman guru honorer di lapangan,” sebutnya.

Salah seorang guru honorer, Sintya Agustini mengaku telah  mengajar sejak tahun 2021. Dirinya  sempat terguncang mendengar isu terkait penghapusan guru honorer. Namun, perasaan itu berubah ketika ia kembali mengingat kebutuhan para siswa terhadap sosok guru di sekolah.

“Saya memang sempat terguncang. Tapi saya melihat anak-anak di sini membutuhkan guru, bukan hanya untuk akademik, tetapi juga untuk emosi dan mental mereka,” kata  Sintya.

Menurutnya keberadaan guru bukan sekadar mengajar mata pelajaran, tetapi juga mendampingi perkembangan siswa sehari-hari. Karena itu, ia tetap memilih bertahan dan menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. 

“Saya yakin nanti pasti ada regulasi terbaru dan berharap  yang terbaik buat guru honorer  dari pemerintah,” ungkapnya.

wartawan
SAM
Category

Tiga Warga Buleleng Meninggal Gara-Gara Rabies, Dinkes Soroti Rendahnya Kesadaran Penanganan Gigitan

balitribune.co.id | Singaraja - Ancaman rabies di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat cukup tinggi, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Minimnya pelaporan setelah gigitan dan ketidakpatuhan menjalani vaksinasi menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dalam memperkuat upaya pencegahan.

Baca Selengkapnya icon click

Pasokan BBM Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana hingga Selasa (13/10/2026). Terbatasnya pasokan membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite cepat habis. Bahkan, di sejumlah SPBU, BBM nonsubsidi jenis Pertamax juga kosong.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BBM Langka, Nelayan Tabanan Tak Bisa Melaut

balitribune.co.id | Tabanan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Tabanan berdampak serius pada sektor perikanan hingga membuat para nelayan setempat tak bisa melaut.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi justru di tengah puncaknya musim panen lobster yang semestinya menjadi ladang rezeki bagi masyarakat pesisir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rumah dan Mobil Ludes Terbakar di Sukawana Kintamani

balitribune.co.id | Bangli - Rumah milik I Nengah Sudarma di Subak Gambir  Banjar/ Desa Sukawana, Kintamani ludes terbakar pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 12.00 wita. 

Selain menghanguskan rumah semi permanen tersebut, kebakaran yang terjadi di siang bolong tersebut  turut  menghanguskan 1 unit mobil jenis pick up  dan kendaraan roda dua. Kerugian ditaksir capai Rp 200 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Peringatan 24 Tahun Tragedi Bom Bali, Pemkab Badung Gaungkan Perdamaian dan Toleransi 

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung kembali meneguhkan komitmen toleransi global melalui doa bersama lintas agama di Monumen Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, Senin (12/10/2026) malam. Kegiatan ini digelar untuk memperingati 24 tahun tragedi Bom Bali I (2002) sekaligus mengenang peristiwa Bom Bali II (2005).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.