balitribune.co.id | Mangupura - Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Badung menyiapkan revitalisasi terhadap sembilan pasar yang dikelolanya, termasuk pasar hewan.
Revitalisasi akan dilakukan bertahap mulai 2027 hingga 2030, dengan masterplan menjadi acuan untuk menentukan prioritas, konsep penataan, hingga kebutuhan anggaran masing-masing pasar.
Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS Kompiang Gede Pasek Wedha, mengatakan masterplan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan basic design untuk sembilan pasar yang akan ditata.
“Dari masterplan itu nanti keluar basic design-nya,” ujar Kompiang, Senin (28/9/2026).
Kajian tersebut akan memetakan kondisi seluruh pasar untuk menentukan pasar mana yang mendapat penanganan lebih dahulu. Selain urutan prioritas, masterplan juga akan memuat konsep pengembangan, perkiraan biaya, serta pola pembiayaan revitalisasi, termasuk kemungkinan melibatkan investor.
Penentuan prioritas revitalisasi masih menunggu hasil uji petik terhadap kondisi masing-masing pasar. Persoalan seperti target yang tidak tercapai maupun potensi kebocoran pengelolaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan penanganan.
“Dalam masterplan pasti muncul skala prioritasnya. Mana-mana saja, termasuk mungkin perkiraan anggaran biaya, terus konsepnya akan jadi pasar apa,” jelasnya.
Perumda MGS menargetkan pekerjaan fisik revitalisasi sembilan pasar tersebut mulai dilaksanakan pada 2027 dan berlangsung secara bertahap hingga 2030. Masterplan diupayakan rampung sebelum 2027 agar dapat langsung digunakan sebagai dasar pelaksanaan revitalisasi.
Pembenahan nantinya tidak hanya menyasar bangunan dan fasilitas pasar. Perumda MGS juga menyiapkan penguatan sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir untuk membangun jaringan bisnis dan tata kelola pasar yang lebih terintegrasi.