Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Stunting di Buleleng Tercatat 3,47 Persen, Dinkes Perkuat Pemantauan Balita

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.
Bali Tribune / Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Berdasarkan data Sigizikesga (Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga) per Oktober 2026, prevalensi stunting di Buleleng tercatat sebesar 3,47 persen atau 1.014 balita dari total 29.183 balita.

Angka tersebut berada di bawah target nasional sebesar 14,2 persen. Kendati demikian, upaya menekan stunting tetap menjadi perhatian pemerintah daerah agar setiap anak memperoleh asupan gizi yang memadai dan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., mengatakan pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemberian makanan bergizi. Pemantauan pertumbuhan dan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin juga diperlukan untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Menurut Sucipto, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran strategis dalam memantau kondisi balita. Pengukuran berat dan tinggi badan secara berkala membantu tenaga kesehatan mengetahui perkembangan anak sekaligus mengenali tanda-tanda gangguan pertumbuhan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Ia mengimbau orang tua agar memperhatikan kecukupan gizi anak, terutama asupan protein hewani yang dapat diperoleh dari telur, ikan, daging, ayam, dan susu. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, ASI hingga anak berusia dua tahun, serta vitamin A sesuai jadwal juga perlu diperhatikan. “Pemenuhan protein hewani sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, kami mengajak para orang tua untuk rutin membawa balitanya ke Posyandu agar berat badan dan tinggi badannya terpantau setiap bulan,” ujar Sucipto Selasa (27/10/2026).

Selain faktor gizi, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada penyakit penyerta yang menghambat pertumbuhan anak. Sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai antara lain tuberkulosis (TBC), cacingan, infeksi kronis, gangguan penyerapan nutrisi, dan anemia. Anak yang mengalami masalah kesehatan akan mendapat penanganan sesuai kondisinya, termasuk rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila dibutuhkan. Kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Masyarakat diharapkan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan air bersih, serta memiliki jamban yang layak. Pemenuhan imunisasi dasar dan lanjutan sesuai jadwal turut diperlukan untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat mengganggu kesehatannya.

Sucipto mengingatkan orang tua agar tidak menunggu hingga anak terlihat kurus untuk memeriksakan pertumbuhannya. Pemantauan secara rutin memungkinkan gangguan terdeteksi lebih awal sehingga intervensi dapat diberikan sesuai kebutuhan. “Jangan menunggu anak terlihat kurus untuk memeriksakan pertumbuhannya. Pemantauan rutin di Posyandu membantu mendeteksi masalah sejak dini sehingga anak bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat,” ajaknya.

Dinas Kesehatan Buleleng berharap keterlibatan orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjaga tumbuh kembang balita. “Upaya yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mempertahankan capaian penurunan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi Buleleng yang sehat dan berkualitas,” tandasnya. 

wartawan
CHA
Category

Polda Bali dan BI Sepakat Jaga Keamanan Sektor Keuangan

balitribune.co.id | Denpasar - Kapolda Bali Irjen Pol Dr Pasma Royce SIK MH menerima kunjungan silaturahmi dari Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa (27/10/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka memperkuat sinergi serta kerja sama antarlembaga dalam menjaga kondusivitas daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harapan Baru Petani Buleleng Saat Kemarau, Bridantara 8 Tembus 10,5 Ton per Ha 

balitribune.co.id | Singaraja - Uji coba varietas padi unggul Bridantara 8 di Kabupaten Buleleng mencatat hasil panen mencapai 10,576 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Produktivitas tersebut menjadi capaian menjanjikan bagi pengembangan pertanian, terlebih pengujian dilakukan di tengah kondisi musim kemarau.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Memasuki Musim Hujan, Pengerjaan Terminal Pesiapan Dikebut

balitribune.co.id | Tabanan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan menginstruksikan tiga rekanan kontraktor untuk mengebut pengerjaan proyek revitalisasi kawasan terpadu Terminal Pesiapan dan Pasar Senggol untuk mengantisipasi dampak masuknya musim hujan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Fraksi PDIP Tabanan Minta Moratorium Bangunan di Jatiluwih Diperjelas

balitribune.co.id | Tabanan – Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi meminta kebijakan moratorium penertiban bangunan di kawasan objek wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, lebih diperjelas.

Kejelasan panduan teknis tersebut dinilai sangat penting untuk memberikan kepastian hukum atas tatanan bentuk, jenis, serta dan batas bangunan yang boleh didirikan warga setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Museum Yadnya Badung Didorong Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

balitribune.co.id | Mangupura - Berada di dekat Pura Taman Ayun yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, Museum Yadnya milik Pemerintah Kabupaten Badung menyimpan potensi besar untuk menjadi magnet wisata budaya. Namun, tanpa terobosan dalam penyajian dan promosi, museum yang telah rampung dibangun itu dikhawatirkan belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara maksimal.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.