balitribune.co.id | Singaraja - Teriakan minta tolong dari arah laut mengawali tragedi yang merenggut nyawa Gede Ardana (49 th) warga Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Nelayan tersebut ditemukan meninggal dunia saat menyelam untuk berburu ikan di perairan Pantai Kalibukbuk, Kamis (29/10/2026) dini hari.
Sebelum ditemukan tewas, Ardana diketahui berangkat menyelam sekitar pukul 23.00 Wita, Rabu (28/10/2026). Sekitar dua setengah jam kemudian, teriakannya meminta pertolongan terdengar oleh warga yang berada di sekitar pantai.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz Kasi Humas Iptu Yohana seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut dua warga, Kadek Supradnyana dan Kadek Budiartawan alias Gombloh, menjadi orang yang pertama mendengar teriakan korban. “Sekitar pukul 01.30 Wita terdengar teriakan minta tolong dari arah laut. Suara tersebut didengar oleh saksi Kadek Supradnyana dan Kadek Budiartawan alias Gombloh,” jelas Yohana.
Menyadari ada orang yang membutuhkan pertolongan, Supradnyana segera menghubungi sejumlah rekannya untuk melakukan pencarian. Bersama Gombloh dan Gede Sujana, mereka menuju perairan menggunakan perahu. Titik pencarian berada sekitar 50 meter dari bibir pantai. Pencarian sempat mengarah pada temuan senter selam milik korban. Para saksi kemudian melanjutkan penyisiran hingga Ardana ditemukan sekitar pukul 02.05 Wita. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Dalam pencarian itu, saksi menemukan senter selam milik korban. Pencarian dilanjutkan hingga Ardana ditemukan sekitar pukul 02.05 Wita dalam kondisi sudah meninggal dunia,” imbuh Yohana.
Keluarga korban tiba di lokasi sekitar pukul 02.30 Wita setelah mendapat kabar kejadian tersebut. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Pisang, Desa Kalibukbuk, sekitar pukul 03.00 Wita. Polres Buleleng telah melakukan penanganan awal dengan mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan para saksi, dan membantu proses evakuasi. Kepolisian menerima laporan awal melalui Bhabinkamtibmas Kalibukbuk. “Anggota kami telah mendatangi tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta membantu proses evakuasi korban setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Kalibukbuk,” jelas Yohana.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Kepada polisi, keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Hingga kini, penyebab pasti kematian Ardana belum dapat dipastikan. Riwayat penyakit yang disampaikan keluarga masih menjadi informasi awal dan tidak serta-merta memastikan penyebab korban meninggal dunia. “Dari pihak keluarga memberikan informasi mengenai riwayat penyakit korban. Namun untuk memastikan penyebab pasti kematian korban akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandas Yohana.