Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Warga Desa Adat Duda Gelar Tradisi Siat Api

Bali Tribune / PERANG API – Warga Desa Adat Duda Kecamatan Selat, Karangasem menggelar tradisi Tektek Prus atau perang api di Jembatan Tukad Sangsang.

balitribune.co.id | Amlapura - Ratusan orang dari dua kubu warga Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem terlibat perang api, Kamis (8/2). Para warga bersenjata ikatan daun kelapa yang sudah disulut api saling pukul di Jembatan Tukad Sangsang.

Perang api atau tradisi Tektek Prus atau siat api ini mengawali rangkaian upacara Usabha Dodol yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh krama Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem.

Perang api digelar ketika hari menjelang petang atau sandikala, dimana tradisi ini merupakan rangkaian dari upacara Metabuhin yang dilaksanakan di Pura Puseh atau Bale Agung, Desa Adat Duda.

Bendesa Adat Duda, I Komang Sujana kepada awak media menyampaikan, tradisi siat api ini sekaligus awal dari rangkaian penyelenggaraan berbagai ritual yang dilaksanakan kerama desa sepanjang tahun, seperti Usabha Dodol, Usabha Bangket, Mendak, Nyungsung, Usabha Kapat dan upacara lainnya yang diselenggarakan di Parhyangan Desa Adat Duda.

Rangkaian upacara diawali dengan ritual Metabuhin, dengan petedunan Desa Pitulikur untuk mempersiapkan sesajen termasuk membuat olahan Mangong sebagai salah satu sarana unik dalam upacara ini.

“Nah, olahan Mangong ini khusus dibuat di sebuah bangunan saka empat suci di Jaba Sisi atau Teben yang dikenal dengan Bale Mangong,” sebutnya.

Tujuan pelaksanaan Upacara Metabuhin adalah pembersihan secara niskala seluruh wilayah kekuwub Desa Adat Duda yang meliputi 27 banjar adat. Disimboliskan melalui ritual untuk menghilangkan keletehan dan sarwa mala yang sempat mencemari wilayah desa.

“Dengan pelaksanaan ritual ini diyakini akan memberikan suasana baru dalam kehidupan krama desa,” ujarnya.

Setelah upacara Metabuhin yang digelar di Pura Puseh/Bale Agung selesai, krama desa selanjutnya melaksanakan upacara di masing-masing sanga, sanggah atau merajan paumahan dengan menghaturkan sesaji dan memuliakan para leluhur untuk memohon bimbingan, keselamatan dan kesejahteraan. Dilanjutkan dengan Upacara Manusa Yadnya yang sangat unik di Desa Adat Duda, adalah penyucian diri lahir batin disimbolkan dengan upacara natab atau ngayab banten. Piranti utamanya adalah ketupat sirikan yang jumlahnya pada masing masing banten ayaban atau tataban tersebut menyesuaikan dengan hari lahir, berdasarkan sapta wara dan panca wara atau lumrah disebut dedinan.

Setelah upacara natab dilanjutkan lagi dengan prosesi "Metektek Prus" yang bertujuan untuk mengusir pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan parahyangan perumahan. Istilah Metektek Prus sendiri, diambil dari suara yang ditimbulkan oleh sarana yang digunakan pada prosesi ini. Suara "tektek" adalah bunyi yang keluar dari sarana genteng bambu/bilah bambu yang dipakai memukul-mukul berbagai tempat dari sanggar sampai ke lebuh yang diyakini terdapat aura negatif sehingga pergi meninggalkan tempat-tempat yang dipukul-pukul tersebut.

Sedangkan "prus" adalah bunyi yang keluar dari simbuh/semburan dari mulut dengan sarana garam mengikuti setiap pukulan "tektek" tadi yang diyakini sebagai sarana mengusir aura negatif dari tempat-tempat tersebut. Sarana lainnya yang digunakan adalah "prakpak" yang terbuat dari daun kelapa tua yang disulut api di pangkalnya.

Krama yang melaksanakan Metektek Prus ini secara bersamaan menggunakan tiga sarana ini, tangan kanan memegang bilah bambu, tangan kiri memegang prakpak dan mulut berisi sembur. Tentang sarana sembur simbuh ini ada kerama yang menggunakan garam dan ada juga yang menggunakan tuak, arak, air secara bergiliran sebanyak tiga putaran. Setiap putaran sarananya diletakkan di depan pintu gerbang/lebuh termasuk bilah bambu dan prakpaknya.

Sebagai akhir dari prosesi Metabuhin, warga kemudian melaksanakan  tradisi ritual siat api. Ritual ini bertujuan untuk mengusir pengaruh negatif dari palemahan desa untuk menyucikan lingkungan secara sekala niskala dari berbagai kekotoran dan keletehan yang sempat menghinggapi lingkungan atau palemahan desa. Sekaligus memuliakan alam semesta sesuai konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam lingkungan.

Siat api dilaksanakan di atas Jembatan Tukad Sangsang yang melintasi wilayah Desa Adat Duda yang digunakan batas Desa dinas Duda dengan Desa dinas Duda Timur. Dua kelompok pemuda bersenjatakan prakpak diiringi tetabuhan baleganjur yang menghentak menyemangati para pemeran siat api dari kedua belah pihak untuk saling menyerang sambil menari-nari, merupakan kolaborasi unsur seni dan mistis menyatu padu di senja hari menjelang malam. Setiap ronda di akhiri dengan sorak sorai dari kedua kubu dan para penonton yang menyaksikan atraksi ini.

Siat api di Desa Adat Duda sudah berlangsung sejak lama dan sempat terhenti pelaksanaannya Tahun 1963 (Gunung Agung meletus) sampai Tahun 2016 digali kembali dilatarbelakangi oleh berbagai musibah dan kejadian di luar nalar yang terjadi. Semenjak prosesi ini kembali digelar kondisi alam dan pakraman di Desa Adat duda kembali kondusif. Untuk tahun ini Siat Api tetap diselenggarakan sebagai rangkaian dari Upacara Metabuhin di Desa Adat Duda.

wartawan
AGS

Curi Rp73 Juta dari Kasir, Karyawan Toko di Sukawati Kabur ke Banyuwangi

balitribune.co.id | Gianyar - Seorang karyawan Toko Bulan Bersinar Grosir di Sukawati, Gianyar, YP alias YY (30), nekat menggasak uang hasil penjualan sekitar Rp 73 juta. Uang tersebut diambil dua kali dari laci rak belakang meja kasir sebelum pelaku kabur ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca Selengkapnya icon click

Ancam Pemutusan Jaringan, Pemkab Tabanan Beri Tenggat Provider Relokasi Kabel Utilitas Hingga 6 Oktober  

balitribune.co.id | Tabanan - Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomimfo) Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Winiantara bersama Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Tabanan I Made Adi Wibawa serta tim Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan koordinasi intensif mengenai jalur relokasi kabel fiber optik bersama para pemilik penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) ya

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wawali Arya Wibawa Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota DenpasarDenpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Denpasar yang digelar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (1/10/2026).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Terbatas, Pemkab Buleleng Kejar Bantuan Kemenhub untuk Perhubungan

balitribune.co.id | Singaraja - Keterbatasan anggaran mulai membayangi ruang gerak Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membenahi sektor perhubungan. Di tengah kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit, Pemkab Buleleng memilih memperkuat lobi ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan, termasuk perlengkapan keselamatan jalan dan armada angkutan siswa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belum Semua Warga Miskin di Daerah Tercover Bantuan Pusat

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini data bantuan pusat yang belum sepenuhnya akurat masih menjadi sorotan. Seperti lansia yang disebut masih ada yang tercecer sehingga tidak mendapat bantuan dari pusat. Pemerintah daerah pun melakukan intervensi anggaran untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan.

Baca Selengkapnya icon click

Penetapan Tersangka Korupsi LPD Selulung, Penyidik Tunggu Hasil Penghitungan Kerugian Negara

balitribune.co.id | Bangli - Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Bangli masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara untuk menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Selulung, Kintamani, Bangli.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.