Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wisuda XI OTC Bali Tahun 2026 Kukuhkan 1.245 Wisudawan/Wisudawati Siap Bekerja di Industri

wisuda
Bali Tribune / Wisuda XI OTC Bali Tahun 2026 yang mengukuhkan 1.245 wisudawan/wisudawati siap bekerja di industri

balitribune.co.id | Mangupura - Lembaga pendidikan tinggi vokasi dan pelatihan profesional di bidang perhotelan serta kapal pesiar atau OTC Bali (Overseas Training Center Bali) mengukuhkan 1.245 siswa latih saat Wisuda XI OTC Bali Tahun 2026, Sabtu (24/10) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung. Ribuan wisudawan dan wisudawati yang telah mengikuti pelatihan di OTC Bali siap terjun ke industri pariwisata dan perhotelan internasional baik di dalam maupun luar negeri. 

Ketua Yayasan Mada Werdi Utama/Owner OTC Bali, I Wayan Rediyasa menjelaskan, Wisuda XI OTC Bali mengusung tema "Madara Kiran Abhinaya", adalah sinar semangat, dan kompetensi yang berdampak bagi masyarakat. "Begitu poin utamanya. Tapi kita pada prinsipnya, poin yang kita bahas dalam Madara Kiran Abhinaya adalah luaskan wawasan, rekatkan kolaborasi, kemudian jaga hati dari ego suhu pendek demi cita-cita peserta didik demi mewujudkan visi misi OTC Bali," jelasnya kepada awak media.  

Ia mengungkapkan, OTC Bali saat ini sedang berbenah terkait dengan manajemen internal. Rediyasa mengenalkan konsep pendidikan Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC).

"Kami ingin anak-anak kami ini jelas kedepan. Bagaimana posisi mereka dengan adanya agent-agent baru yang telah bergabung bersama OTC Bali akan memungkinkan (peserta latih) bisa ditempatkan bekerja di luar negeri. Sehingga konsep Madara Kiran Abhinaya ini diyakini kedepan akan berdampak positif disamping untuk program peningkatan pendidikan di Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC)," ungkapnya.

Rediyasa membeberkan, konsep pendidikan di Poltek OTC ini pada semester ke-1 dan ke-2, mahasiswa/mahasiswi belajar di kampus untuk pembekalan teori dan praktik. Kemudian semester ke-3 dan ke-4 akan megikuti program internship atau magang di Taiwan dengan uang saku minimal Rp18 juta/bulan. Semester ke-5 kembali ke kampus dan belajar manajemen. Selanjutnya di semester ke-6 dan ke-7 kembali ke program magang di luar negeri yakni di Juan Amerika. 

Kata dia, di Juan Amerika, mahasiswa/mahasiswi magang ini akan mendapatkan uang saku bersih di Rupiahkan Rp 50 juta per bulan. Sehingga dalam satu tahun kontrak magang akan memungkinkan mendapatkan Rp 600 juta. 

"Ibaratnya kalau mereka kuliah di Poltek OTC nantinya, mereka pasti bisa memiliki tabungan Rp 800 juta jika mengikuti program Taiwan dan Juan Amerika. Kemudian di semester ke-8, mahasiswa yang magang ini akan kembali ke kampus untuk membuat laporan seperti skripsi modelnya tapi sekarang kan berbasis project. Nah itu dilakukan di semester ke-8 dan wisuda, tamat. Artinya, setelah tamat itu mereka dapat ijazah, dapat gelar Sarjana Terapan Pariwisata. Mereka punya tabungan minimal Rp800 juta, dan mereka punya pengalaman kerja di luar negeri 2 tahun," bebernya.

Hal ini dikatakan Rediyasa yang berbeda dengan kampus lain. "Nah, kenapa pendidikan di Indonesia itu menurut kami perlu diubah sistemnya? Karena saat ini kan fenomena yang terjadi adalah banyak pengangguran memiliki titel Sarjana.

Nah, ini apa konsepnya ini? Mereka terkungkung waktu selama 4 tahun mereka kuliah, mereka harus di kampus penuh. Nah, ini menyebabkan mereka tidak efektif, efisien waktu mereka. Selama 4 tahun mereka hanya belajar saja di kampus sehingga mereka tidak ada pengalaman kerja. Sedangkan industri saat ini membutuhkan orang-orang yang memiliki kompetensi di mana mereka memiliki pengetahuan secara intelektual tetapi mereka juga mengetahui bagaimana praktik di lapangan atau vokasi. Nah, sehingga dengan konsep Poltek OTC saat ini kami kembangkan," imbuhnya.

Ia menambahkan, dengan konsep tersebut di Poltek OTC, lulusannya akan terserap di industri, karena sudah memiliki pengalaman bekerja langsung di industri melalui magang. "Sebab kalau mereka para pengusaha sekarang mencari karyawan itu pasti minimal mereka punya pengalaman kerja. Begitupun kerja di luar negeri seperti kapal pesiar mereka harus memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun, usia minimal 21 tahun. Nah sekarang, kalau kita berhitung, mereka tamat SMA, SMK umurnya 18-19 tahun, mereka 4 tahun di Poltek OTC itu sudah umurnya menjadi 22-23 tahun. Nah dengan demikian untuk mereka bekerja di luar negeri baik di kapal pesiar maupun hotel, ini sangat memungkinkan, apalagi ditambah dengan pengalaman kerja 2 tahun di luar negeri internship ini," katanya. 

Sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, I Nyoman Parta saat menghadiri Wisuda XI OTC Bali Tahun 2026 mengatakan, OTC Bali menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan untuk bekerja di dalam dan luar negeri. "Karena bekerja di luar negeri, sisi tujuan baiknya adalah menambah pengalaman, menambah cakrawala. Yang kedua, tentu akan bisa membandingkan, karena banyak referensi dari yang datang dari tenaga kerja dari seluruh belahan dunia dengan karakter, cara mereka berkomunikasi, cara mereka bergaul, cara mereka mengambil keputusan. Yang ketiga, ya karena memang di dalam negeri, khususnya di Bali, kita belum bisa memberikan salary yang memadai untuk kebutuhan hidup layak di Bali," katanya.

wartawan
YUE
Category

DPRD Badung Bahas Raperda Penyertaan Modal untuk Perumda Tirta Mangutama

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti. Pembahasan tersebut difokuskan pada landasan hukum penyertaan modal daerah, termasuk aspek perencanaan, pengelolaan, serta tata kelola perusahaan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Desa Taro Jalani Penilaian Desa Antikorupsi 2026, Tim Evaluasi Lima Komponen

balitribune.co.id | Gianyar - Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, mengikuti penilaian Percontohan Desa Antikorupsi Tahun 2026 oleh Tim Penilai Provinsi Bali di Kantor Desa Taro, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program perluasan Percontohan Desa Antikorupsi di Kabupaten Gianyar untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Baca Selengkapnya icon click

Kapolres Gianyar Motivasi Peserta Program Peduli Pengangguran

balitribune.co.id | Gianyar - Polres Gianyar mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Salah satu upayanya dilakukan dengan memberikan motivasi kepada 16 peserta pelatihan barista di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) AI Kabupaten Gianyar, Kamis (22/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.