Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dari Jurnalis untuk Suwat, Nonok Usung Kepemimpinan yang Turun ke Masyarakat

I Putu Darmendra alias Nonok (38), jurnalis yang ikut kontestasi Pilkades Suwat, Gianyar
Bali Tribune / I Putu Darmendra alias Nonok, jurnalis yang ikut kontestasi Pilkades Suwat, Gianyar.

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 14 tahun berada di bawah kepemimpinan yang sama, Desa Suwat kini memasuki momentum penting untuk menentukan arah baru. I Putu Darmendra alias Nonok (38) maju sebagai calon Kepala Desa Suwat dengan membawa semangat perubahan melalui gerakan LAGAS, Lan Bangun Suwat Sareng-Sareng.

Nonok yang berlatar belakang jurnalis mengusung tagline, “Sudahi yang Dulu, Saatnya yang Baru.” Menurutnya, Desa Suwat membutuhkan penyegaran dan kesempatan untuk menghadirkan energi serta cara kerja baru dalam pemerintahan.

“Empat belas tahun adalah waktu yang cukup. Kekuasaan harus dibatasi dan kesempatan mengabdi juga harus diberikan kepada yang lain. Desa membutuhkan penyegaran agar tidak berjalan di tempat,” ujar Nonok usai Deklarasi Damai Pilkel Serentak 2026 di Balai Budaya Gianyar, Selasa (1/9/2026).

Meski menawarkan perubahan, Nonok menegaskan tidak semua hal dari pemerintahan sebelumnya harus ditinggalkan. Program yang baik, kata dia, perlu dilanjutkan, sedangkan yang belum maksimal harus diperbaiki.

Ia menawarkan pola kepemimpinan yang lebih terbuka, aktif turun ke masyarakat dan melibatkan seluruh elemen desa dalam pembangunan.

“Desa ini terlalu besar untuk dibangun oleh satu orang. Suwat harus dibangun bersama. Pemerintah, masyarakat, pemuda dan seluruh elemen desa harus bergerak bersama,” ujarnya.

Nonok menilai pemerintah desa tidak cukup hanya bekerja dari balik meja. Pemimpin, menurutnya, harus aktif turun ke banjar, menyerap aspirasi dan memahami langsung persoalan warga.

Salah satu perhatian yang dibawanya adalah pengembangan ekonomi desa melalui potensi pariwisata. Ia menilai pemerintah desa harus hadir mendukung masyarakat yang telah bergerak secara swadaya, baik melalui pembangunan akses, promosi maupun penguatan kelompok masyarakat.

Nonok juga menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang berkeadilan. Menurutnya, seluruh banjar harus mendapat perhatian yang sama.

“Tidak boleh pilih kasih. Semua harus menjadi anak emas. Tidak boleh ada yang dianggap anak tiri,” tegasnya.

Melalui gerakan LAGAS, Nonok mengajak seluruh masyarakat membangun Desa Suwat secara bersama-sama dengan pola pemerintahan yang lebih terbuka dan kolaboratif.

“Mari LAGAS, Lan Bangun Suwat Sareng-Sareng,” pungkasnya.

wartawan
ATA
Category

Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani Apresiasi Program Prioritas BKKBN

balitribune.co.id | Denpasar - Anggota Komisi IX DPR RI, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani mengapresiasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang secara nyata menjawab kebutuhan masyarakat. Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong membantu keluarga beresiko stunting melalui pemberian bantuan gizi, pendampingan, serta kepedulian sosial bedah rumah. 

Baca Selengkapnya icon click

Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar

balitribune.co.id I Amlapura - Sejak beberapa pekan terakhir ini harga telur ayam di tingkat peternak di sebagian besar daerah di Indonesia anjlok cukup drastis. Hal ini juga dialami oleh seluruh peternak di Kabupaten Karangasem, salah satunya para peternak di sentra peternakan Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pelepasan Burung Tandai Pembukaan Penglipuran Village Festival XIII

balitribune.co.id I Bangli - Perhelatan  Penglipuran Village Festival (PVF) XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka pada Kamis (9/7/2026) ditandai pelepasan burung ke udara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,  pembukaan festival yang telah masuk 100 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya ini, dipusatkan di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Tak Kunjung Beroperasi, Sampah Residu Menumpuk di TOSS Center Karangdadi

balitribune.co.id I Semarapura - Tumpukan sampah residu di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, masih belum teratasi. Mesin pengolah sampah berteknologi pirolisis yang diharapkan menjadi solusi belum dapat dioperasikan karena masih menunggu kedatangan teknisi ahli dari luar negeri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.