balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, meresmikan sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan Launching Sekolah Lansia (SEKALA) di Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pada Senin (27/7/2026).
Program ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gianyar, Pemerintah Desa Pejeng Kaja, serta berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk lanjut usia melalui pendidikan sepanjang hayat. Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Gianyar, perwakilan Camat Tampaksiring, Kepala UPTD Puskesmas Tampaksiring II, jajaran penyuluh KB, kader, serta puluhan calon peserta didik lansia.
Dalam paparannya, Dr. Luh Gede Sukardiasih menegaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program prioritas BKKBN untuk merespons transisi struktur penduduk menuju era masyarakat menua.
"Melalui pendidikan sepanjang hayat, Sekolah Lansia diharapkan mampu membentuk lansia yang SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat," ujar Dr. Luh Gede. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan komunitas di tingkat desa.
Lebih lanjut, Dr. Luh Gede mengungkapkan bahwa Sekolah Lansia di Desa Pejeng Kaja merupakan institusi ke-29 di Kabupaten Gianyar dan ke-61 di Provinsi Bali. Peningkatan jumlah ini, menurutnya, mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyediakan ruang belajar dan wadah bagi para lansia untuk berbagi pengalaman demi kehidupan yang lebih berkualitas.
Senada dengan hal tersebut, Perbekel Desa Pejeng Kaja, I Wayan Jana, menyampaikan apresiasinya atas dukungan BKKBN Provinsi Bali. "Kehadiran SEKALA ini adalah langkah nyata desa dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, agar mereka tetap sehat, aktif, mandiri, dan mampu terus berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat," ungkap Wayan Jana.
Dalam program SEKALA, para peserta akan mendapatkan pembekalan intensif mengenai fenomena ageing population, penguatan tujuh dimensi lansia tangguh, serta pendidikan sepanjang hayat. Kurikulum ini disusun secara berkelanjutan melalui pertemuan rutin yang terintegrasi dengan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Peluncuran ini menjadi bagian strategis dari implementasi Program Lansia Berdaya (SIDAYA) di Provinsi Bali. Sinergi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, dan kader diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang ramah lansia, sekaligus mendukung terciptanya fondasi pembangunan keluarga yang berkualitas.