balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menyiapkan program bus sekolah gratis sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan lalu lintas, khususnya pada jam berangkat dan pulang sekolah. Program tersebut akan diawali dengan uji coba menggunakan satu unit bus yang melayani siswa SMP Negeri 5 Mengwi.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, mengatakan uji coba bus sekolah gratis akan melayani rute Sading–Darmasaba menuju SMP Negeri 5 Mengwi. Program ini diproyeksikan menjadi percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Badung.
"Untuk tahap awal ada satu bus yang melayani siswa SMP Negeri 5 Mengwi dengan rute Sading dan Darmasaba. Ini masih uji coba, semoga berhasil. Kalau hasilnya baik, tahun depan akan kami tambah lagi," ujar Rahmadi belum lama ini.
Menurutnya, penyediaan bus sekolah gratis diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh para pelajar maupun orang tua yang mengantar anak ke sekolah. Dengan semakin banyak siswa memanfaatkan angkutan bersama, volume kendaraan di jalan saat jam sibuk diyakini dapat ditekan.
"Kalau bus sekolah ini berhasil, tentu bisa membantu mengurangi kemacetan karena anak-anak terkonsentrasi menggunakan bus," katanya.
Rahmadi menjelaskan, pada tahap awal Dishub Badung masih memfokuskan pelaksanaan program di wilayah Badung Utara. Sementara penerapan di Badung Selatan belum dilakukan karena kondisi lalu lintas di kawasan tersebut memerlukan kajian lebih mendalam.
"Untuk sementara kami fokus di Badung Utara dulu. Ke Badung Selatan belum, karena kondisinya berbeda dan perlu dikaji lebih lanjut," jelasnya.
Ia menambahkan, program bus sekolah gratis menjadi bagian dari sejumlah langkah yang disiapkan Dishub Badung untuk mengurai kemacetan. Selain melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang padat pada jam sibuk, penyediaan angkutan sekolah diharapkan menjadi solusi alternatif dalam menekan kepadatan kendaraan.
"Ini salah satu upaya kita dalam mengurai kemacetan," pungkas Rahmadi.