balitribune.co.id | Semarapura - Polres Klungkung melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) melaksanakan monitoring perkembangan situasi pendistribusian dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Klungkung. Pemantauan dilakukan hari ini hingga pukul 14.00 WITA guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Monitoring dilakukan terhadap 13 SPBU yang tersebar di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Dawan, dan Nusa Penida. Personel melakukan pengecekan stok BBM, memantau proses pengisian BBM oleh petugas SPBU ke kendaraan konsumen, serta mengamati kondisi antrean masyarakat di masing-masing lokasi. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU bervariasi, mulai dari sekitar 25 meter hingga 100 meter. Sementara itu, ketersediaan stok masing-masing jenis BBM berbeda-beda. Sejumlah SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, dan jenis BBM lainnya, sedangkan beberapa SPBU terpantau kehabisan jenis BBM tertentu, di antaranya Pertalite atau Pertamax.
Dari hasil pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait, secara umum distribusi BBM terpantau berjalan. Pemenuhan stok selanjutnya menunggu jadwal kedatangan pasokan di masing-masing SPBU. Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan BBM dan situasi antrean di lapangan. Selain melakukan pengecekan, personel Sat Reskrim juga memberikan imbauan kepada pengawas dan petugas SPBU agar menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan praktik kecurangan yang dapat merugikan konsumen dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Monitoring tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal distribusi BBM agar berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan stok serta distribusi BBM di wilayah Kabupaten Klungkung. Masyarakat diimbau agar tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Kami juga mengingatkan pengelola SPBU agar memberikan pelayanan sesuai ketentuan dan tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat.
Namun fakta disejumlah SPBU dikawasan Klungkung sampai hari ini Rabu 14/10/2026,antrean warga untuk membeli.BBM Subsidi Pertalite diseluruh SPBU di Klungkung tampak masih mengular. Dari pantauan di SPBU dijalan Rama,Semarapura Klod Kangin ,Klungkung dan di SPBU kawasan Jumpai By pas IB Mantra tampak antrean warga masih mengular hampir 1,5 Km. Antrean bukan saja didominasi oleh sepeda motor tapi antrean mobil tampak ikut berdesakan .Kondisi ini akhirnya membuat ruas jalan harus menyempit sehingga kendaraan yang tidak ikut antre juga terpaksa memperlambat jalannya. Namun yang membuat warga pemilik kendaraan yang tidak membeli BBM bersubsidi seperti Pertamax malah kosong. "Ada apa ini kok seperti ini ,maunya saya beli Pertamax saja juga habis .Ya terpaksa ikut ngantre ulang," ujar warga yang ditemui dilokasi antrean sambil menggerutu.
Polres Klungkung akan terus memantau perkembangan situasi di SPBU serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, menjaga ketertiban antrean, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Masyarakat diharapkan tetap tertib saat mengantre, mematuhi arahan petugas, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Klungkung.