balitribune.co.id | Singaraja - Sebanyak 19 anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, menjalani tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, Senin (26/10/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Pemeriksaan berlangsung di Shelter Pelabuhan Celukan Bawang dengan melibatkan sejumlah instansi, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng, Satresnarkoba Polres Buleleng, Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar Wilayah Kerja Celukan Bawang, serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang.
Sebanyak 19 ABK yang mengikuti pemeriksaan berasal dari tiga kapal, yakni KM Segara Anak I, KM Bunga Teratai 168, dan KM Persada Maju 88.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, AKP I Gede Sudiana, S.Sos., M.Sos., mengatakan tes urine tersebut merupakan langkah pencegahan untuk menekan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelabuhan.
Menurutnya, upaya ini penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas kepelabuhanan, mengingat awak kapal memiliki tanggung jawab dalam mendukung kelancaran pelayaran maupun kegiatan bongkar muat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran seluruh awak kapal terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman dan mendukung kelancaran aktivitas operasional,” ujar Sudiana.
Ia menambahkan, pencegahan penyalahgunaan narkoba juga menjadi bagian dari upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan gangguan operasional. Karena itu, pengawasan dan edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keselamatan tetap terjaga dalam setiap kegiatan di kawasan pelabuhan.
“Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko kecelakaan kerja serta gangguan terhadap kelancaran operasional pelabuhan,” ucapnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang, Jumhari Nasrun. Ia menilai kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran pelayanan pelabuhan.
“Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan, serta menjaga kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa,” kata Nasrun.
Nasrun berharap kerja sama antara aparat penegak hukum, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan.
“Upaya pencegahan narkoba dan penerapan budaya keselamatan dapat berjalan beriringan, sehingga aktivitas pelayaran serta bongkar muat di Pelabuhan Celukan Bawang berlangsung aman, tertib, dan lancer,” tandasnya.