balitribune.co.id | Amlapura - Hujan disertai angin kencang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem sepanjang Selasa malam hingga Rabu (28/10/2026) pagi.
Di Dusun Mendira, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, sebuah pohon beringin raksasa yang disucikan warga setempat, tumbang dan menghantam bangunan Pura Puseh pada Rabu pagi, tepat saat berlangsungnya upacara agama di dalam pura tersebut.
Sejumlah warga di lokasi kejadian menyebutkan, sebelumnya sejumlah warga dan pemedek yang hendak tangkil ke Pura Puseh Pemaksan untuk mengikuti rangkaian upacara Usabha Sambah, sempat mendengar suara gemeretak seperti akar patah, menyadari sesuatu akan terjadi, warga dan pemedek di pura itu pun langsung memindahkan seluruh kendaraan yang berada di sekitar pura menjauh ke lokasi yang aman.
Sementara pecalang dan pemedek lainnya saat itu langsung waspada dengan meminta warga untuk menjauh dari areal pohon beringin tersebut, guna menghindari potensi bahaya yang ditimbulkan jika pohon beringin raksasa tersebut tiba-tiba tumbang. Benar saja, tidak berselang lama tepatnya sekitar Pukul 09.30 Wita, pohon beringin raksasa tersebut pun tumbang menimpa bangunan pura. Kerasnya hantaman batang pohon yang berukuran besar tersebut bahkan membuat tanah di sekitar pura bergetar dan suaranya sempat mengejutkan warga yang berada di dalam rumah di dekat lokasi kejadian.
Warga langsung berhamburan keluar rumah dan menuju ke lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada warga yang terkena atau berada di dalam bangunan pura yang tertimpa pohon beringin yang tumbang tersebut, akibat kejadian itu bangunan Bale Gong dan tembok penyengker pura hancur. Kejadian tersebut kemudian dilaporakan ke BPBD Karangasem untuk penanganan. Karena pohon beringin tersebut disucikan oleh warga setempat, maka sebelum dilakukan penanganan, pemangku pura bersama warga menggelar ritual tertentu di pelinggih yang berdiri di bawah pohon beringin yang tumbang tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 09.30 Wita, saat itu warga sebelumnya sudah mendengar ada suara gemeretak seperti akar patah gitu. Makanya saat itu prajuru adat bersama warga langsung bergerak cepat memindahkan seluruh kendaraan yang parkir di dekat pohon beringin tersebut,” ungkap Klian Banjar Dinas Mendira, Desa Sengkidu, I Kadek Permana Putra, kepada media ini di lokasi kejadian sembari menyebutkan jika sebelumnya pada Selasa malam hingga Rabu Dini Hari sempat terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sementara itu kegiatan upacara agama yang tengah berlangsung di pura tersebut tidak terganggu dan tetap berjalan sesuai dengan Eedan karya atau jadwal rangkaian upacara. Sedangkan untuk penanganan pohon beringin yang tumbang tersebut, petugas dari BPBD Karangasem dibantu oleh warga setempat yang berprofesi sebagai tukang tebang pohon, dan diperkirakan penanganan pohon tumbang tersebut akan memakan waktu hingga dua hari.