balitribune.co.id | Mangupura - Kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kabupaten Badung terus meningkat. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai 959.772, naik 156,5 persen dibandingkan 2022 yang sebanyak 374.240 kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Putri Mas Agung, mengatakan tren peningkatan tersebut berlanjut pada 2026. Periode Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan ke desa wisata di Badung mencapai 568.582, dengan wisatawan mancanegara mendominasi sebesar 54,6 persen.
“Jumlah kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kabupaten Badung naik dari 374.240 kunjungan pada 2022 menjadi 959.772 kunjungan pada 2025,” kata Putri Mas Agung, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, perkembangan pariwisata berbasis desa didukung keberadaan 18 desa wisata yang tersebar di Kecamatan Petang, Abiansemal, dan Mengwi. Jumlah tersebut meningkat dari 11 desa wisata pada 2010 menjadi 17 desa pada 2021, kemudian bertambah menjadi 18 desa pada 2024.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pada 2025, tiga desa wisata masuk kategori maju, tujuh desa berstatus berkembang, sedangkan delapan desa lainnya masih dalam tahap rintisan. Penetapan dan pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap melalui kajian bersama Universitas Udayana dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA).
Dari total kunjungan Januari hingga Juli 2026, Desa Wisata Munggu mencatat jumlah tertinggi dengan 145.526 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Desa Wisata Sangeh sebanyak 144.665 kunjungan dan Desa Wisata Mengwi sebanyak 87.303 kunjungan.
Selain tiga desa tersebut, Bongkasa, Carangsari, dan Bongkasa Pertiwi juga menjadi tujuan wisatawan. Keenam desa wisata itu secara keseluruhan menyerap 92,1 persen dari total kunjungan. Sementara itu, 12 desa wisata lainnya mencatat 45.029 kunjungan atau sekitar 7,9 persen.
Data tersebut menunjukkan kunjungan wisatawan ke desa wisata Badung masih terkonsentrasi pada sejumlah destinasi. Pemerataan kunjungan ke desa wisata lainnya menjadi salah satu aspek yang dapat diperhatikan dalam pengembangan pariwisata berbasis desa di Kabupaten Badung.