Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DPRD Bali Usulkan Sistem Tol Gate untuk Wisman, Retribusi Rp1 Juta Terintegrasi Asuransi

Diskusi
Bali Tribune / DISKUSI - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi bersama Gubernur Bali Wayan Koster tengah berdiskusi terkait penerapan sistem terpadu satu pintu atau tol gate di luar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

balitribune.co.id | Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Ida Gede Komang (IGK) Kresna Budi mengusulkan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola retribusi wisatawan mancanegara (wisman). Ia mendorong penerapan sistem terpadu satu pintu atau tol gate di luar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dilengkapi perlindungan asuransi, fasilitas kesehatan, serta pelayanan bernuansa budaya Bali.

Usulan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya menjawab tantangan pariwisata Bali yang terus berkembang. Menurut Kresna Budi, sistem pungutan wisman perlu memberikan kepastian manfaat bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di Pulau Dewata. Ia menilai, penarikan retribusi berulang di setiap destinasi wisata perlu dievaluasi agar wisatawan tidak merasa terbebani selama berkunjung. “Kita harapkan pertanyaan dari wisatawan asing terjawab apa yang mereka dapatkan selama berkunjung di Bali? Yang utama adalah keselamatan diri, jaminan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan mereka tidak lagi dipayahkan dengan membayar retribusi di tiap-tiap destinasi,” ujar Kresna Budi, Kamis (29/10/2026).

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, ia mengusulkan biaya terpadu sekitar Rp1 juta per wisman. Pungutan ini dirancang terintegrasi dengan perlindungan asuransi serta akses terhadap fasilitas kesehatan yang memadai, termasuk RS Bali Mandara dan rumah sakit bertaraf internasional di Bali. Secara teknis, Kresna Budi mengusulkan skema pemberhentian terpadu (stop-over) berbasis gerbang tol atau tol gate di kawasan Patung Kuda, setelah wisatawan keluar dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selain menjadi lokasi pelayanan dan penyelesaian retribusi, kawasan tersebut diproyeksikan mampu menampung puluhan kendaraan secara tertib. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar jalur keluar bandara.

Kresna Budi juga menekankan bahwa gerbang terpadu tersebut tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat pemungutan biaya. Kawasan itu perlu menjadi titik penyambutan yang memperlihatkan keramahan dan kekayaan budaya Bali sejak wisatawan pertama kali tiba. “Wisatawan datang, kita kalungi bunga, ada tarian penyambutan seperti Tari Pendet, ada welcome drink. Seniman-seniman kita bisa tersalurkan dan mendapat pemasukan setiap hari sambil tetap menjaga kebudayaan. Bahkan saat pulang bisa diberikan suvenir pakaian barong untuk menghidupkan UMKM kita,” jelasnya.

Melalui konsep tersebut, kegiatan penyambutan wisatawan diharapkan turut membuka peluang ekonomi bagi seniman lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pendukung pariwisata lainnya. Kresna Budi turut menyoroti pentingnya mekanisme distribusi penerimaan yang transparan dan proporsional. Menurutnya, kontribusi yang dikelola pemerintah provinsi perlu disalurkan secara adil kepada kabupaten/kota untuk mendukung perbaikan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan di destinasi wisata.

Ia juga menilai anggaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali perlu disesuaikan dengan peran strategis sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali dinilai membutuhkan dukungan anggaran yang memadai untuk promosi, pembinaan, serta pengawasan. Dengan begitu, upaya meningkatkan jumlah kunjungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu layanan.

Ditambahkan, melalui usulan sistem tol gate terpadu ini, Kresna Budi berharap kebijakan retribusi wisman tidak hanya berorientasi pada penerimaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi wisatawan, masyarakat lokal, pelaku usaha, dan keberlanjutan pariwisata Bali. “Saya yakin pemerintah daerah maupun dewan sepakat bahwa peningkatan pelayanan (hospitality) ini adalah investasi reputasi (brand). Jika kualitas layanan meningkat, kunjungan akan naik, PAD bertambah, dan secara otomatis upah serta kesejahteraan para peke rja pariwisata di Bali juga ikut terangkat,” tandasnya.

wartawan
CHA
Category

Perairan Selat Bali Semakin Surut, Antrean Kendaraan Mengular Keluar Pelabuhan Gilimanuk

balitribune.co.id | Negara - Kondisi air laut di perairan Selat Bali hingga Kamis (29/10/2026) masih fluktuaktif. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk masih terhambat kondisi air laut yang surut. Antrean kendaraan pun mengular keluar pelabuhan. Kondisi kemacetan di Gilimanuk ini dikeluhkan karena mengganggu aktifitas warga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Tunda Pinjam Rp1,6 Triliun untuk Infrastruktur

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menunda rencana pinjaman daerah senilai Rp 1,6 triliun yang semula diproyeksikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pada 2027. Penundaan dilakukan karena sejumlah pekerjaan konstruksi belum siap dieksekusi. Pemkab Badung memilih mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan koridor Gatot Subroto–Canggu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.