balitribune.co.id | Bangli - Melihat topografi kabupaten Bangli yang berada di ketinggian, maka di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat potensi terjadi terjadi bencana alam sangat tinggi. Mengantisipasi potensi bencana yang lebih besar, Polres Bangli menggelar apel kesiapsiagaan dengan melibatkan 178 personel gabungan dari berbagai instansi, Kamis (5/11/2026).
Apel yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Bangli tersebut dipimpin Kapolres Bangli AKBP. Anggun Andhika Putra, didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dan Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kapolres Bangli AKBP Anggun Andhika Putra mengatakan, apel kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi peningkatan potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, dampak cuaca buruk sudah mulai terlihat di Bangli, terutama kejadian longsor dan pohon tumbang akibat hujan deras beserta angin kencang. "Kita menyoroti cuaca saat ini yang tidak hanya di Bali secara regional, tetapi di Bangli juga sudah terjadi beberapa kejadian bencana, seperti longsor dan angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang," ujarnya
Menurutnya, dalam kesiapsiagaan tersebut terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni kesiapan personel, kelayakan sarana dan prasarana, serta efektivitas komunikasi lintas sektor. Mengingat kondisi geografis Bangli yang memiliki kawasan pegunungan dan sejumlah wilayah rawan bencana, termasuk Kintamani, Susut, Tembuku, dan Bangli, koordinasi antar lembaga dinilai sangat penting. Polres bersama instansi terkait juga memastikan sarana pendukung penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan. Jika terjadi peningkatan eskalasi bencana, dukungan dari Pemprov Bali maupun Polda Bali akan diminta.
Selain mengandalkan kesiapan aparat, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat. Polres Bangli mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Koordinasi juga diperkuat melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, hingga kelian adat agar penanganan kejadian di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.
Kapolres turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor kelalaian manusia yang dapat memperparah risiko bencana. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan hingga menyumbat saluran drainase dan sungai. Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di kawasan pendakian dan wilayah rawan kebakaran. "Gangguan kamtibmas, baik bencana alam berupa kebakaran, banjir maupun tanah longsor, bisa disebabkan faktor alam maupun kelalaian manusia. Karena itu, akan lebih baik kalau kita bersama-sama bersinergi menjaga alam agar bencana tidak terjadi di wilayah kita," tegasnya.
Apel kesiapsiagaan ditutup dengan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana . Melalui kesiapan 178 personel gabungan dan penguatan koordinasi lintas sektor, Bangli diharapkan lebih sigap menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.