balitribune.co.id I Denpasar - Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Denpasar terus digenjot. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan gencarnya pendaftaran Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos), yang membutuhkan data kependudukan yang akurat dan terintegrasi.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar, hingga 9 Agustus 2026 tercatat sebanyak 74.851 penduduk telah melakukan aktivasi IKD. Jumlah tersebut setara dengan 14,2 persen dari total penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, mengatakan capaian tersebut terus didorong agar semakin meningkat. “Per 9 Agustus 2026 sudah 74.851 penduduk Denpasar yang melakukan aktivasi IKD. Jumlah ini setara dengan 14,2 persen penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026).
Diketahui, jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik di Kota Denpasar mencapai 527.106 orang. Dari empat kecamatan, Denpasar Utara mencatat persentase aktivasi IKD tertinggi, yakni 17,54 persen atau sebanyak 23.575 penduduk. Selanjutnya, Denpasar Timur mencapai 16,3 persen dengan 15.692 penduduk. Denpasar Barat berada pada angka 13,36 persen dengan 19.962 penduduk.
Sementara cakupan terendah berada di Kecamatan Denpasar Selatan, yakni 10,63 persen atau sebanyak 15.622 penduduk. Untuk tingkat desa/kelurahan, cakupan aktivasi IKD tertinggi tercatat di Peguyangan Kaja dengan 2.416 penduduk atau 31,67 persen. Posisi berikutnya ditempati Dangin Puri Kauh sebanyak 1.422 penduduk atau 24,94 persen, serta Penatih Dangin Puri sebanyak 1.519 penduduk atau 23,11 persen.
Dewa Gde Juli, mengatakan untuk Denpasar Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam percepatan aktivasi IKD. Hal ini lantaran kawasan tersebut memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi sehingga membutuhkan pendekatan pelayanan yang lebih spesifik. “Kami melakukan jemput bola untuk area pemukiman padat di wilayah Denbar dan Densel untuk mempercepat capaian,” ujarnya.
Selain melakukan pelayanan jemput bola, Dukcapil Denpasar juga berupaya mereplikasi pola yang telah diterapkan di Denpasar Utara ke kecamatan lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan cakupan aktivasi IKD di seluruh wilayah Kota Denpasar.
Percepatan aktivasi IKD ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat administrasi kependudukan sekaligus mendukung proses pendataan Perlinsos. Dengan data kependudukan yang semakin terintegrasi, diharapkan dapat memiliki basis data yang lebih akurat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial kepada masyarakat.