Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Asa Peningkatan Kualitas Pendidikan

Bali Tribune

Oleh: Bayu Prasetyo

BALI TRIBUNE - Dalam laporan pembangunan dunia 2018 bertema "Belajar untuk Menyadari Janji Pendidikan", Bank Dunia mencatat kendati sejumlah negara mencapai hasil yang lambat dalam bidang pendidikan, namun Indonesia meraih pencapaian dalam Program untuk Penilaian Pelajar Internasional (PISA) pada 10-15 tahun terakhir. Tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di Indonesia pun dalam laporan itu dinilai masih besar.

Lembaga tersebut menyatakan berdasarkan urutan PISA, Indonesia akan mencapai nilai rata-rata di bidang matematika di antara negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 48 tahun berikutnya. Pun dengan tingkat membaca yaitu pada 73 tahun ke depan.

Namun ada negara-negara lain yang masih lebih lama untuk mencapainya ketimbang Indonesia, seperti Brazil yang membutuhkan setidaknya 260 tahun untuk mencapai nilai rata-rata kemampuan menulis di antara negara-negara OECD.

Sementara Tunisia membutuhkan lebih dari 180 tahun untuk mencapai nilai rata-rata di bidang matematika di antara negara-negara OECD. Selain itu, laporan Bank Dunia memaparkan upaya pemerintah Indonesia meningkatkan kapasitas pengajar dengan menaikkan gaji guru bersertifikasi dinilai kurang efektif karena dipengaruhi faktor politis dalam proses sertifikasi.

Sementara itu, setelah hampir empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin negeri dengan terus membangun infrastruktur fisik seperti akses jalan, jalan kereta, pelabuhan, bandara, serta waduk atau embung dan irigasi di daerah-daerah, pemerintah juga mulai mengalihkan fokus kepada peningkatan pendidikan.

Presiden dalam pidato-pidatonya beberapa akhir belakangan mengingatkan kepada para menteri untuk bekerja sama membangun kualitas dumber daya manusia Bangsa. Infrastruktur fisik yang terbangun hanya akan sia-sia jika tidak didukung oleh masyarakat madani yang bernorma dan berbudi pekerti.

"Karena peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan dalam kita berkompetisi, bersaing dengan negara-negara lain," kata Presiden Jokowi saat sambutan dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta pada Kamis (15/3).

Untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, beberapa arahan disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu baik pemerataan akses maupun peningkatan kualitas pendidikan, hingga penyesuaian pendidikan kejuruan dan saluran kerjanya.

Pemerintah juga akan mencarikan jalan pembangunan bagi sistem pendidikan di pondok pesantren di daerah-daerah. "Kita ingin dalam investasi besar yang kedua nantinya, ini semua bergerak bersama-sama baik di Kementerian Dikti, Kemendikbud, perubahan-perubahan yang mendasar di Kementerian Agama, terutama yang berkaitan dengan pendidikan di pondok pesantren kita," ujar Presiden.

Selain dari sisi pengajar serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, Jokowi juga menggagas perbankan untuk dapat membantu meningkatkan kualitas SDM melalui kredit pendidikan. Presiden menilai kredit pendidikan (student loan) yang telah diterapkan beberapa negara termasuk negeri Paman Sam dapat membantu investasi kualitas SDM Indonesia.

Di AS sendiri, bahkan jumlah kredit pendidikan memiliki angka yang lebih tinggi dari nominal kredit konsumsi. Pada 2016, pinjaman bagi masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan pendidikan tinggi di AS mencapai 1,4 triliun Dolar AS. "Ini juga salah satu, dalam rangka kita investasi di bidang SDM Indonesia. Supaya masyarakat semuanya bisa mengakses kepada pendidikan lewat kredit pendidikan," ujar Jokowi.

Menanggapi hal itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyampaikan kredit pendidikan berpotensi meningkatkan mutu SDM karena memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapat pendidikan yang lebih tinggi. Pemerintah akan memasukkan pembangunan SDM pada rencana kerja pemerintah (RKP) 2019.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menjelaskan tantangan pemberlakuan kredit pendidikan adalah pada pengembalian dana kredit. Menteri bercerita bagaimana saat kuliah dahulu tahun 1985, dia melunasi kewajiban dari kredit pendidikan.

Skema kerja sama pihak bank dengan universitas yang menahan ijazah atau sertifikat kelulusan juga dinilai Nasir tidak efektif. Pada saat itu banyak mahasiswa yang kabur begitu saja mengabaikan kewajiban dan membiarkan ijazahnya ditahan universitas atau bank pemberi pinjaman.

Untuk memperdalam gagasan kredit pendidikan itu Menko Perekonomian Darmin Nasution, ujar Nasir, akan mendiskusikannya bersama dunia perbankan mengenai potensi dan tantangannya.

Tantangan yang juga masih dihadapi Indonesia dalam memeratakan pendidikan adalah kendala jarak dan medan yang susah dicapai terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Alokasi anggaran dari APBN kepada bidang pendidikan berjumlah besar. Dari tahun lalu, anggaran saat ini meningkat jadi 20 persen dari total APBN atau Rp444 triliun. Sementara pada 2017, pemerintah menganggarkan Rp426 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan dana tersebut tidak saja untuk kementerian tetapi juga didistribusikan menjadi transfer daerah untuk pembangunan pendidikan.

Kendati demikian, upaya pembangunan sarana dan prasarana sekolah sebagai lembaga pendidikan diakui Muhadjir juga terkendala masalah jarak dan medan yang sulit dijangkau.

"Seperti di Papua itu antardistrik satu dengan lain, antarkabupaten itu semuanya tidak bisa dijangkau lewat darat. Seperti di Pegunungan Bintang itu ada 34 distrik dan yang bisa dilalui dengan darat hanya 5, sementara sisanya naik pesawat," kata Muhadjir.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah pun menyiasatinya dengan membangun sekolah berasrama bagi masyarakat Papua dengan memperhitungkan efektivitas dan efisiensi siswa siswi pelajar selagi pemerintah juga membangun infrastruktur akses jalan yang lebih baik di Bumi Cenderawasih.

Kemudian dalam membantu peningkatan kualitas SDM di daerah 3T, Muhadjir mengatakan kementerian akan mengangkat guru garis depan pada 2018 yang direncanakan 10 ribu orang dimana pada 2017 mengangkat hampir 7 ribu pengajar.

Seluruh sektor dalam kementerian diharuskan Presiden bersinergi. Pembangunan SDM akan sulit berjalan di daerah 3T jika sarana akses jalan untuk manusia itu sendiri masih buruk.

Kemajuan bangsa akan terasa berat untuk dicapai jika seluruh sektor tidak bersinergi. Pembangunan akses jalan bertujuan mempermudah pembangunan lembaga pendidikan, lalu lembaga pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas manusia yang akan membangun "jalan" lebih panjang lagi.

"Sehingga betul-betul ada sebuah perubahan besar dari infrastruktur, investasi di bidang infrastruktur. Kemudian masuk ke pekerjaan besar berikutnya, yaitu investasi di bidang SDM," tegas Jokowi tentang arah kebijakan negara.

wartawan
Redaksi

Selamat Memperingati Hari Pahlawan

Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Badung mengucapkan Selamat Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025.

“Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Mari kita kobarkan semangat kepahlawanan dalam diri, meneladani perjuangan para pahlawan bangsa
untuk membangun Badung yang maju, berdaya saing, dan berkarakter.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Penyesuaian Target Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2026, Ketua DPRD Badung: Sangat Realisitis dan Keputusan yang Tepat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi langkah pemerintah yang telah merespons seluruh masukan secara jelas dan komprehensif terhadap pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Badung atas sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Komisi IV DPRD Badung Kawal Bansos Hari Raya Rp2 Juta per KK

balitribune.co.id | Mangupura - Komisi IV DPRD Badung mengaku akan terus mengawal seluruh bantuan kepada masyarakat Kabupaten Badung. Sejumlah bantuan yang sedang 'hot' akan disalurkan oleh Pemkab Badung adalah bantuan sosial (Bansos) tunai untuk hari raya sebesar Rp2 juta per KK. Bansos kali kedua yang disalurkan lewat Dinas Sosial ini kurang lebih menyasar 150 ribu KK penerima dengan anggaran sekitar Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Masalah Kemacetan Masih Jadi Sorotan Komisi II DPRD Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Komisi II DPRD Badung menyoroti besarnya anggaran yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. Instansi ini mengelola anggaran lebih dari Rp3 triliun. Anggaran yang besar ini diharapkan bisa dikelola secara maksimal, terutama untuk menyelesaikan masalah kemacetan dan estetika utilitas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Ojol Turun ke Jalan, URC Bergerak Tegaskan Empat Tuntutan dan Tolak Komisi 10 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam komunitas URC Bergerak menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. 

Dalam orasinya, perwakilan URC menegaskan pentingnya pelibatan langsung mitra pengemudi dalam pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi online. Mereka menolak apabila aturan disusun secara sepihak tanpa ruang dialog yang adil.

Baca Selengkapnya icon click

Bank BPD Bali Dukung Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

balitribune.co.id | Denpasar - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memperkuat langkah optimalisasi pengelolaan keuangan daerah salah satunya melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat dan daerah, antara lain melalui ikut aktif dalam pengelolaan keuangan daerah serta optimalisasi elektronifikasi dalam penguatan sumber dana dan belanja daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.