Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Berlibur di Resor Menikmati Kenyamanan, Melepaskan Kepenatan dan Relaksasi

Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Saat berlibur, wisatawan akan mencari destinasi pariwisata dengan keramahan pelayanan resor, kenyamanan dan privasi. Pasalnya, wisatawan akan mendapatkan spot menginap dengan keheningan yang ada di area resor. 

Salah seorang pelaku pariwisata, Theo Dandine menyatakan, ketika berlibur di Indonesia, wisatawan kerap mencari tempat menginap di resor tepi pantai dengan kolam renang pribadi, taman yang asri, pemandangan laut biru dan berpasir putih. Selain itu ada yang memilih di tempat yang berdekatan dengan pantai surfing.

"Tamu bisa memilih bersantai atau menikmati kuliner dan cocktails racikan bartender, baik di dalam villa maupun di restoran dan bar," katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, salah satu aktivitas yang paling dinikmati wisatawan saat berada di kolam renang dengan pemandangan matahari terbenam dan ombak dramatis di pantai turut mempercantik suasana bersantai. "Ditambah sajian berbagai hidangan dan cocktail dan diiringi alunan musik yang menyempurnakan setiap momen, ketika berlibur menikmati suasana kenyamanan dan keleluasaan selama berlibur di resor tepi pantai," jelasnya. 

Ia menjelaskan, wisatawan cenderung menghabiskan liburan di dalam resor maupun villa karena memiliki ruang-ruang indoor dan outdoor yang luas, kolam renang pribadi, dapur yang lengkap, ruang makan dan ruang bersantai dikelilingi taman tropis. Sehingga mendapatkan kenyamanan dan bisa melepaskan kepenatan sekaligus untuk relaksasi.

"Kebutuhan para pelancong masa kini membutuhkan akomodasi berkualitas. Tamu menginginkan bisa mendapatkan ruang yang luas, privasi, dan fleksibilitas seperti tinggal di rumah sendiri pada saat berlibur,” ungkap Theo.

Lebih lanjut ia menyampaikan, suasana yang memberikan pengalaman relaksasi selama berlibur akan membuat wisatawan akan kembali lagi. "Wisatawan memilih tempat menginap yang tepat untuk beristirahat, menyegarkan jiwa dan raga, mencicipi aneka pilihan kuliner dan minuman, menjalani perawatan tubuh, atau sekedar berjemur sambil bersantai," tutupnya.

wartawan
YUE

Polda Bali Kerahkan Personel Amankan Antrean BBM

balitribune.co.id | Denpasar - Merespons situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Bali, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polsek menerjunkan ratusan personel mengamankan dan mengatur lalulintas di lapangan, Selasa (13/10/2026). Di lapangan personel berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Seribu KK Lebih Terdampak Kekeringan di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Kekeringan di Jembrana dampaknya semakin dirasakan. Menyusutnya air dari hulu mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Seribu kepala keluarga (KK) lebih beberapa bulan terakhir hanya berharap dari distribusi bantuan air bersih instansi terkait. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Warga Buleleng Meninggal Gara-Gara Rabies, Dinkes Soroti Rendahnya Kesadaran Penanganan Gigitan

balitribune.co.id | Singaraja - Ancaman rabies di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat cukup tinggi, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Minimnya pelaporan setelah gigitan dan ketidakpatuhan menjalani vaksinasi menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dalam memperkuat upaya pencegahan.

Baca Selengkapnya icon click

Pasokan BBM Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana hingga Selasa (13/10/2026). Terbatasnya pasokan membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite cepat habis. Bahkan, di sejumlah SPBU, BBM nonsubsidi jenis Pertamax juga kosong.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BBM Langka, Nelayan Tabanan Tak Bisa Melaut

balitribune.co.id | Tabanan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Tabanan berdampak serius pada sektor perikanan hingga membuat para nelayan setempat tak bisa melaut.

Kondisi memprihatinkan ini terjadi justru di tengah puncaknya musim panen lobster yang semestinya menjadi ladang rezeki bagi masyarakat pesisir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.