Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bijak Gunakan Kartu Kredit

Corina Leyla Karnalies
Corina Leyla Karnalies

Denpasar, Bali Tribune

General Manager Divisi Bisnis Kartu Kredit BNI, Corina Leyla Karnalies, mengatakan, penggunaan kartu kredit secara nasional hingga kini masih sangat bagus. Ia menjelaskan, jika dilihat dari data yang dimiliki pihaknya, pertumbuhan pengguna kartu kredit dari tahun ke tahun masih di atas double digit. “Artinya pertumbuhan pengguna kartu kredit setiap tahunnya di atas sepuluh persen bahkan cenderung lebih,” katanya, beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan, pertumbuhan kartunya bisa dikatakan melambat, pasalnya segmen kartu kredit tidak bisa lagi didominasi oleh salah satu bank, tapi domainnya hampir ada disemua bank. “Apalagi dengan adanya peraturan Bank Indonesia (BI) yang hanya memperbolehkan seseorang hanya memiliki dua kartu dari dua bank issuer saja. Ini yang juga jadi penyebab agak melambatnya pertumbuhan kartu kredit,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjutnya, jika dilihat dari sisi transaksi, grafiknya naik terus. Artinya kartu kredit sudah jadi suatu kebutuhan. “Padahal kalau aturannya, orang dengan minimal pendapatan Rp3 juta baru bisa memiliki kartu kredit, ini juga dilihat dari sisi kebutuhan pemegangnya,” sebut Corina. Menurutnya, saat ini siapa saja bisa berpeluang memiliki kartu kredit yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

“Bahkan kategori pedagang kecilpun saat ini bisa memiliki kartu kredit, jika dilihat dari omzet yang didapat, jadi kepemilikan kartu kredit tidak lagi terbatas pada pengusaha dan eksekutif saja,” tuturnya. Namun ia kerap mengingatkan, kepemilikan kartu kredit mesti disesuaikan dengan kebutuhannya.

Ia memberikan tips cara bijak menggunakan kartu kredit. “Mesti diingat, kartu kredit itu adalah merupakan pinjaman. Jadi anda harus ingat, bank meminjamkan kartu kredit sebagai sebuah pinjaman, jadi gunakan dengan sangat bijaksana. Kalau digunakan dengan bijak, kita bisa mengatur cash flow sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kecenderungan konsumtif ketika memiliki kartu kredit juga mesti diperhatikan. Pasalnya dengan mudahnya bertransaksi akan cenderung membuat seseorang jadi konsumtif bila tidak bijak. “Di sinilah tugas kita mengingatkan nasabah, bahwasanya kartu kredit itu merupakan pinjaman dalam bentuk kartu yang mesti dibayarkan jika digunakan,” ucapnya mengingatkan.

Ia tidak memungkiri, jika penggunaan kartu kredit sejalan dengan salah program BI dalam mengkonversi semua pembayaran tunai melalui uang elektronik. “Mesti bijak menggunakan kartu kredit, kalaupun berbagai program ditawarkan, pilih yang diperlukan saja,” pungkas Corina.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Zurich Entrepreneurship Program Bekali Keterampilan Wirausaha Masa Depan bagi 6 Ribuan Pelajar

balitribune.co.id | Jakarta - Di tengah meningkatnya kebutuhan akan keterampilan kewirausahaan hingga pemanfaatan teknologi digital, Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia memperkuat dampak Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dengan membekali 6.125 siswa SMA dan SMK di sepuluh kota pada tahun ajaran 2026–2027.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tangani Inflasi, Pemkot Depasar Fokus Stabilkan Harga Pangan

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Teknis Penanganan Inflasi Kota Denpasar di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (22/9/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Baca Selengkapnya icon click

OJK Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek, Kepemilikan Saham Dibatasi 5 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Struktur kepemilikan Bursa Efek di Indonesia memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026), yang menjadi dasar hukum pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek.

Regulasi tersebut berlaku sejak diundangkan pada 17 September 2026. OJK menjelaskan penerbitan aturan itu melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.