Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

konsolidasi kintamani
Bali Tribune / KONSOLIDASI - Konsolidasi Para Pihak Konsep The New Kintamani yang digelar di Aula Museum Geopark Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (8/5/2026).

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa penataan ini bertujuan menyeimbangkan aspek konservasi, pariwisata, budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Fokus utamanya mencakup Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang dan TWA Penelokan.

"Pengelolaan kawasan konservasi ke depan harus adaptif mengikuti perkembangan zaman dan mampu memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat setempat," ujar Ratna.

Dalam forum tersebut, BKSDA mengidentifikasi sembilan isu strategis yang mendesak untuk ditangani. Di antaranya adalah penataan aktivitas jip wisata, jalur pendakian, skuter wisata, motorcross, hingga maraknya bangunan liar di dalam kawasan konservasi. Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi poin penting dalam penataan usaha wisata alam.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II, Raden Danang Wijayanto, menambahkan bahwa persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan sepihak. Dibutuhkan komitmen kolektif antara pemerintah daerah, masyarakat adat, pelaku wisata, hingga aparat keamanan.

Rencananya, implementasi The New Kintamani akan dilaksanakan bertahap mulai Mei hingga Oktober 2026. Tahapan awal fokus pada sosialisasi dan pertemuan tematik dengan berbagai komunitas, termasuk jip wisata dan pemandu pendakian, guna menghimpun masukan lapangan.

Gagasan ini mendapat respons positif dari Pemkab Bangli melalui Dinas Pariwisata, serta para pelaku wisata dan desa adat penyangga. Pengelola Geopark Batur, Putu Diyan, menilai konsep ini sebagai tonggak harapan baru dalam penataan pariwisata Kintamani yang berbasis bentang alam.

Seluruh pihak sepakat bahwa keterlibatan masyarakat adat harus menjadi prioritas agar aktivitas sosial-ekonomi warga tetap terakomodasi di dalam bingkai konservasi yang sah secara hukum.

wartawan
ARW
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.