balitribune.co.id I Denpasar - Wacana pembelajaran daring yang sempat direncanakan pada April 2026 resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil pemerintah pusat demi menjaga kualitas mental siswa dan mencegah terjadinya penurunan capaian belajar atau learning loss.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menegaskan bahwa pembatalan ini merujuk pada arahan terbaru Menko PMK. Dengan keputusan tersebut, seluruh siswa di Denpasar dipastikan kembali masuk sekolah secara luring (tatap muka) usai libur Lebaran, yakni pada Senin, 30 Maret 2026. "Pembelajaran harus tetap optimal. Kita tetap mengacu pada kalender pendidikan Disdikpora Kota Denpasar yang mengutamakan sekolah luring," ujar Gede Wiratama, Rabu (25/3/2026).
Sebelumnya, sistem daring sempat diwacanakan sebagai upaya efisiensi energi. Namun, rencana tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan karena dinilai menghambat interaksi sosial siswa dengan rekan sejawat maupun tenaga pendidik. Pemerintah kini lebih memprioritaskan revitalisasi fisik sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMK agar aktivitas belajar mengajar di kelas tetap berjalan aman dan nyaman.
Menko PMK, Muhadjir Effendy, dalam siaran persnya menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan adalah prioritas utama Presiden. Meski metode hybrid sempat didiskusikan, koordinasi lintas kementerian menyepakati bahwa pembelajaran daring tidak memiliki urgensi saat ini. "Proses pembelajaran tidak boleh terganggu. Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik di bawah Kemendikdasmen maupun Kemenag. Ini prioritas utama," tegas Muhadjir.
Meski sektor pendidikan tetap luring, transformasi digital tetap digenjot pada sektor birokrasi. Pemerintah menginstruksikan pemangkasan perjalanan dinas non-esensial dan optimalisasi rapat daring bagi aparatur sipil, guna mendukung efisiensi pelayanan masyarakat tanpa mengorbankan kualitas pendidikan generasi muda.