Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dana Transfer ke Jembrana Dipotong Rp99,43 Miliar, Layanan Dasar Terancam

transfer pusat
Bali Tribune / Sekda Jembrana, I Made Budiasa didampingi Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana, I Gede Gus Diendi.

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah pusat kembali memangkas dana transfer ke daerah. Bahkan di tahun 2026 pemotongan dana dari pusat ke Kabupaten Jembrana disebut yang paling parah. Bahkan dengan transfer dana terendah yang akan diterima daerah selama sejarah Jembrana ini dikatakan akan  mengancam layanan dasar kepada masyarakat Jembrana.

Kabupaten Jembrana kembali dihadapkan pada tekanan fiskal berat menyusul keputusan pemerintah pusat memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025, alokasi dana transfer untuk Jembrana dipotong hingga Rp99,43 miliar atau turun 12,5 persen dibandingkan pada 2025 ini.

Angka ini sekaligus menjadi penurunan paling tajam dalam sejarah keuangan daerah Jembrana. Pemangkasan drastis ini pun memukul kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan maupun layanan dasar. Apalagi, struktur APBD Jembrana sangat bergantung pada transfer pusat. Pada 2025, kontribusi dana transfer mencapai 68 persen dari total pendapatan daerah senilai Rp1,17 triliun.

“Ini merupakan penurunan paling tajam dalam sejarah Dana Transfer ke Daerah di Kabupaten Jembrana. Bahkan tidak sesuai dengan proyeksi KUA/PPAS 2026, di mana pendapatan transfer pusat awalnya diperkirakan naik 2 persen,” ungkap Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jembrana , saat memberikan keterangan pers Kamis (25/9). 

Kejutan terbesar dari surat Kemenkeu tersebut adalah dihapusnya beberapa alokasi penting yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik. Beberapa pos strategis yang sebelumnya masih dianggarkan, kini dipangkas total menjadi nol rupiah. Anggaran yang terpangkas antara lain Dana Alukasi Umum (DAU) Bidang Pendidikan dari 2025 sebesar Rp31,67 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp0.

Begitupula DAU Bidang Kesehatan pada 2025 sebesar Rp11,59 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp0, DAU untuk Gaji dan Tunjangan PPPK yang awalnya pada 2025 sebesar Rp14,17 miliar pada 2026 menjadi Rp0, serta Insentif Fiskal dari 2025 sebesar Rp14,65 miliar pada 2026 juga menjadi Rp0. Selain itu, DAU Block Grant atau dana yang penggunaannya fleksibel, 2026 juga ikut terpangkas sebesar Rp13,18 miliar.

Padahal diakuinya Jembrana baru saja merekrut 601 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2025, yang seharusnya mendapat jaminan gaji dan tunjangan dari dana pusat. Kondisi ini dikatakannya menimbulkan dampak berlapis terhadap masyarakat. Potensi terhambatnya layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur kini menjadi ancaman nyata.

“Keterbatasan ruang fiskal akan menyulitkan daerah dalam mengelola belanja wajib dan mendesak. Padahal masyarakat sangat bergantung pada layanan ini,” tegas Budiasa.

Dengan hilangnya dukungan dana pendidikan dan kesehatan, keberlangsungan program-program prioritas, mulai dari rehabilitasi sekolah, penyediaan tenaga kesehatan, hingga layanan rumah sakit daerah, diprediksi terhambat.

Tak hanya itu, belanja gaji PPPK yang jumlahnya ratusan orang berpotensi menjadi beban tambahan APBD murni, tanpa ada sokongan dari pusat. TAPD Jembrana memastikan akan segera menyesuaikan postur Rancangan APBD 2026, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Langkah-langkah efisiensi serta prioritisasi program akan ditempuh serta masih menunggu arahan dari Bupati Jembrana.

“Kami menunggu arahan dan kebijakan strategis dari Bupati Jembrana. Kami berharap beliau punya jurus jitu menghadapi tantangan fiskal yang sangat berat ini,” ucapnya. Dihadapkan pada tekanan, pemerintah daerah berkomitmen tetap menjaga pelayanan publik. “Ini tidak mudah, tetapi kami akan mencari solusi terbaik melalui jalur resmi, kolaboratif, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kondusifitas serta mendukung upaya menjaga stabilitas fiskal.  “Dukungan semua pihak penting agar pembangunan tetap berjalan meski dengan keterbatasan,” ujarnya. Pihaknya berharap proyek pembangunan dan sumber-sumber pendanaan alternatif bisa segera berjalan.  Termasuk dana bagi hasil yang diharapkan bisa meningkat.

Pemerintah pusat telah mengisyaratkan adanya mekanisme lelang dan kontrak baru yang kemungkinan dimulai November atau Desember 2025. Namun, ketidakpastian ini membuat daerah harus menahan diri dan berhitung ulang. “Yang jelas, kami tidak akan menyerah. Prioritas kami tetap pada pelayanan masyarakat. Tapi harus diakui, ini titik terendah dalam sejarah transfer pusat ke Jembrana,” tutupnya.

wartawan
PAM
Category

Pelabuhan Celukan Bawang Kembali Disinggahi Kapal Pesiar Internasional

balitribune.co.id I Singaraja - Aktivitas kapal pesiar internasional kembali menggeliat di Pelabuhan Celukan Bawang. Setelah sempat jeda sejak April 2026, pelabuhan di Kabupaten Buleleng ini kembali menerima kunjungan kapal pesiar MV Island Sky. Di tengah rencana pengembangan layanan roll-on/roll-off (Ro-Ro), aktivitas kapal pesiar tetap menjadi salah satu bagian dari kegiatan kepelabuhanan di Celukan Bawang.

Baca Selengkapnya icon click

Zero Complaint

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster) mencanangkan zero complaint di periode kedua pemerintahannya. Lewat Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Peningkatan Kinerja, Kualitas, dan Integritas Penyelenggaraan Program dan Pelayanan Publik di Provinsi Bali, Pak Koster ingin agar seluruh jajaran birokrasi di Bali bekerja dengan standar tertinggi, yakni cepat, tepat, transparan, dan bebas dari keluhan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalu Lintas di Ubud akan Dievaluasi

balitribune.co.id I Gianyar - Dua hari uji coba rekayasa arus lalu lintas di Ubud rupanya masih akan dievaluasi. Meskipun efektif mengurai kemacetan di Jalan Raya Peliatan (Jalan Cok Gede Rai), kemacetan berpindah ke Jalan Sugriwa, Padang Tegal Ubud. Jalur pengecualian dua arah di persimpangan Setra Dalem Puri menuju parkiran juga menuai sorotan.

Baca Selengkapnya icon click

Desa Adat Yeh Sanih Menangkan Sengketa Lahan Seluas 5.580 Meter Persegi

balitribune.co.id I Singaraja - Sengketa lahan seluas 5.580 meter persegi di Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, telah melalui rangkaian proses hukum hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK). 

Dalam perkara perdata Nomor 255/Pdt.G/2023/PN Sgr tersebut, Desa Adat Yeh Sanih menjadi pihak yang mempertahankan penguasaan atas objek lahan yang disengketakan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Melihat Tradisi Ngurisang, Metabur dan Megibung Warga Muslim Kampung Sindu Sidemen Saat Perayaan Maulid Nabi

balitribune.co.id I Amlapura - Berbagai tradisi unik digelar oleh warga muslim di sejumlah kampung muslim di Kabupaten Karangasem saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Kampung Muslim Sindu, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Karangasem, warga menggelar Tradisi Ngurisang, Metabur dan Tradisi Megibung.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Pastikan Proses Docking KMP Nusa Jaya Abadi Berjalan Lancar

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra melakukan kunjungan ke galangan kapal PT. Dewa Ruci Agung di Surabaya, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan sekaligus melihat secara langsung proses pelaksanaan docking KMP Nusa Jaya Abadi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.