Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Digelontor Provinsi, Dana BKK Desa Pakraman untuk Buleleng Capai Rp 71 Miliar

Bali Tribune/ Tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng sosialisasikan BKK untuk Desa Pakraman di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja eks. Pelabuhan Buleleng, Selasa (28/5) kemarin.
balitribune.co.id | Singaraja - Melalui Bantuan Keuangan Khusus(BKK), sebanyak 129 desa pakraman di Buleleng bakal menerima gelontoran dana yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Tak hanya desa pakraman, 304 Subak dan 272 Subak Abian yang ada di Kabupaten Buleleng juga akan menerima dana BKK yang totalnya mencapai Rp 71 miliar itu.
 
Hal itu terungkap saat Sosialisasi BKK untuk desa pakraman, Subak, dan Subak abian yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja eks. Pelabuhan Buleleng, Selasa (28/5) kemarin.
 
Kepala Dinas PMD Kabupaten Buleleng I Made Subur, SH,mengatakan,dalam acara sosialisasi telah jelas disebutkan,BKK sudah dilengkapi dengan petunjuk teknis operasional (PTO) termasuk petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). BKK ini juga diberikan bagi desa pakraman, subak, dan subak abian untuk melestarikan keharmonisan parahyangan, palemahan, dan pawongan. Semua juklak dan juknis harus diikuti.
 
”Sosialisasi bertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi sebelumnya,” kata Subur.
 
Menurutnya,keberadaan dana yang bersumber dari BKK ini diharapkan akan membangun sinergi antara pemerintah desa dengan desa pakraman, subak, dan subak abian.Dan setelah itu,kata Subur,Pemkab Buleleng melalui Dinas PMD akan memfasilitasi dan mensosialisaikan kepada subak-subak yang ada mengenai sinergi BKK ini. 
 
“Sinergi ini diperlukan karena pertanggung jawaban pengelolaan keuangan ini bukan hanya tugas desa pakraman tapi juga perbekel,” ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Keswadayaan Masyarakat dan LPM Dinas PMD Provinsi Bali, Ir. I Nengah Suta Maryana,mengatakan, berkaca dari kondisi saat ini dimana laju perkembangan jaman dan era modern yang begitu cepat di tengah derasnya gempuran globalisasi, upaya mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai tradisi terus dilakukan. 
 
Menurutnya, hal itu sejalan dengan apa yang dicanangkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
 
”Dengan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali untuk mewujudkan krama dan gumi Bali yang sejahtera serta tradisi dan memajukan kebudayaan Bali melalui peningkatan perlindungan, pengembangan, dan pembinaan nilai-nilai adat, agama, dan tradisi,” pungkasnya. uni
wartawan
Khairil Anwar

Dari Jurnalis untuk Suwat, Nonok Usung Kepemimpinan yang Turun ke Masyarakat

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 14 tahun berada di bawah kepemimpinan yang sama, Desa Suwat kini memasuki momentum penting untuk menentukan arah baru. I Putu Darmendra alias Nonok (38) maju sebagai calon Kepala Desa Suwat dengan membawa semangat perubahan melalui gerakan LAGAS, Lan Bangun Suwat Sareng-Sareng.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Gus Par Ajak Warga Kubu Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

balitribune.co.id I Amlapura - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Bupati Gus Par secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam Upaya Mencegah Kebakaran Lahan di Kecamatan Kubu, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kubu, Senin (31/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan di Desa Gelap Gulita, Dewan Pertanyakan Anggaran LPJU Rp15 Miliar

balitribune.co.id I Bangli - Masalah  penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Bangli yang masih terfokus pada satu wilayah, mendapat  sorotan tajam dari legislatif. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, mempertanyakan pengelolaan dana penerangan jalan yang disebut mencapai sekitar Rp15 miliar, namun  disalah satu sisi kondisi sejumlah jalan terutama  di kawasan pedesaan justru masih minim penerangan atau gelap gulita.

Baca Selengkapnya icon click

Carut Marut Data Desil di Desa Jehem, Warga Tak Punya Rumah Justru Masuk Warga Mapan

balitribune.co.id I Bangli - Carut marut pendataan data desil bagi penerima bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah pusat  terjadi di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku Bangli. Pihak Pemerintah Desa Jehem menemukan adanya lonjakan data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil warga di lapangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.