balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 secara daring, Kamis (10/9/2026). Forum lintas sektor ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, mengevaluasi kebijakan, serta menyempurnakan kualitas pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf).
Kepala Dispar Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata diarahkan pada visi Kota Kreatif Berbasis Budaya. Pelayanan publik harus mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Dalam FKP tersebut, beberapa layanan yang menjadi sorotan utama meliputi optimalisasi gedung Dharma Negara Alaya (DNA) sebagai pusat ekosistem ekraf, peningkatan layanan informasi, serta operasional Dokar Hias gratis setiap Sabtu dan Minggu untuk rute Denpasar Heritage City Tour.
Berdasarkan data Dispar, tren positif tercermin dari peningkatan indeks Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Angkanya terus naik dari 88,53 pada 2023, menjadi 88,76 pada 2024, dan mencapai 89,72 pada 2025 dengan kategori sangat baik. Kunjungan wisatawan sepanjang 2025 juga menembus 2.051.927 orang, yang didominasi 1,4 juta wisatawan domestik.
"Capaian ini menjadi motivasi kami untuk menjaga kualitas dan terus menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan," ujar Riyastiti.
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Dispar konsisten menggulirkan program strategis seperti Denpasar Festival dan Sanur Village Festival. Selain itu, penguatan SDM dilakukan lewat sertifikasi tenaga kerja hotel, pembinaan kelompok sadar wisata (pokdarwis), hingga fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kota Denpasar, A.A. Amerta Jaya, menyambut baik forum evaluasi ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi terpadu untuk memperkuat aspek kebersihan, penerangan publik, dan kompetensi SDM demi menjaga citra pariwisata Denpasar yang berkelanjutan.