Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Belasan Pedagang Kecil Diberikan Booth Kontainer

Booth
Bali Tribune/ DIBAGIKAN -Belasan booth kontainer kembali dibagikan kepada pedagang kecil yang selama ini menggelar dagangannya di atas trotoar.

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah Kabupaten Jembrana terus memperkuat pemberdayaan usaha mikro dan warung kecil. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyalurkan bantuan booth kontainer kepada para pedagang. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan. 

Melalui program Bedah Warung, pedagang yang sebelumnya berjualan di atas trotoar kini memperoleh tempat usaha yang lebih layak tanpa kehilangan sumber penghidupan. Sebanyak 12 booth kontainer diserahkan oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan pada Kamis (8/1). "Jaga dan rawat dengan baik bantuan yang sudah diberikan semoga dagangan nya semakin laris," ungkap Bupati Kembang kepada salah satu pedagang kecil penerima boot bantuan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.

Bupati Kembang menyampaikan bantuan boot kontener ini merupakan CSR dari Bank BPD Bali. Bantuan booth kontainer diberikan kepada pedagang yang sebelumnya berjualan di atas trotoar. "Dengan fasilitas yang baru, para pedagang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan berusaha sekaligus memperkuat daya saing usaha kecil," harapnya. Kembang menyebut program bedah warung bukan sekadar penataan kawasan, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekonomi kerakyatan. 

Warung kecil dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “Warung kecil adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Melalui program ini, kami ingin warung-warung warga naik kelas, lebih rapi, lebih layak, dan tetap produktif,” ujarnya. Selain mendukung keberlangsungan usaha, penataan ini juga berdampak pada ketertiban ruang publik. Dengan berpindah ke booth kontainer, fungsi trotoar dapat kembali digunakan oleh pejalan kaki tanpa mengorbankan mata pencaharian warga.

Salah satu pedagang, Ni Ketut Budiana Reni, mengaku bersyukur warungnya mendapat bantuan booth kontainer dari Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Bank BPD. Sebelumnya, warung tersebut hanya terbuat dari bambu dengan atap seng yang sudah bolong. Kini, warungnya tampil lebih layak, rapi, dan nyaman untuk berjualan. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Dan Bank BPD yang telah memberikan bantuan melalui program Bedah Warung," ungkap pedagang kecil ini. 

Ia dan pedagang lainnya mengaku bantuan booth kontainer ini sangat bermanfaat untuk mendukung keberlanjutan usaha yang selama ini menjadi penopang perekonomian keluarga. Dengan booth kontainer ini juga tempat berjualan menjadi lebih menarik "Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pedagang kecil untuk memperbaiki kondisi warung agar menjadi lebih layak, nyaman, dan menarik. Dengan adanya bantuan ini, kami menjadi lebih semangat untuk terus berusaha dan meningkatkan usaha warung kami," tandasnya.

 

wartawan
PAM
Category

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

balitribune.co.id | Denpasar - Keyakinan konsumen di Bali tetap berada pada level optimistis pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali berada di level 123,1, masih jauh di atas ambang optimistis 100 dan lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat 118,5.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.