balitribune.co.id | Denpasar - Menyusul kesuksesan gelaran perdana, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali menggelar Gebyar Literasi (GELIS) kedua tahun ini pada 2–3 Oktober 2026. Acara yang mempertemukan pelajar, penulis, dan pegiat literasi ini akan dipusatkan setiap hari pukul 08.00–17.00 WITA.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan GELIS Denpasar tidak sekadar menjadi ruang untuk membaca dan mencari buku. Beragam kegiatan juga disiapkan untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan dunia literasi. “GELIS Denpasar juga menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat mendorong masyarakat semakin dekat dengan dunia literasi,” ujar Cok Partha, Selasa (22/9/2026).
Dalam GELIS Denpasar ke-2, pengunjung dapat mengunjungi Book Fair untuk mencari dan memperoleh berbagai koleksi buku. Selain itu, tersedia pula sesi bincang penulis yang menjadi ruang untuk bertukar gagasan serta menggali inspirasi bersama para penulis.
Beragam lomba literasi juga digelar untuk mengasah bakat dan kreativitas peserta. Lomba tersebut meliputi menulis cerpen, meresensi buku, bertutur, hingga nyurat aksara. Selain perlombaan, pengunjung juga dapat mengikuti bincang literasi bersama tokoh-tokoh pegiat literasi. “Selain itu, GELIS Denpasar juga menghadirkan berbagai lomba literasi untuk mengasah bakat dan kreativitas peserta,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dilengkapi Kelas Literasi, yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mempelajari berbagai hal baru melalui suasana pembelajaran yang lebih interaktif.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar juga menyiapkan Pojok Pintar, yang menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat terkait berbagai hal seputar perpustakaan.
Bagi masyarakat yang memiliki buku yang sudah tidak terpakai, panitia menyediakan Pojok Donasi Buku. Buku-buku yang disumbangkan nantinya diharapkan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada buku dan aktivitas membaca, GELIS Denpasar juga menghadirkan Pameran Arsip yang menampilkan berbagai arsip sejarah.
Menurut Cok Partha, pameran arsip menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian GELIS. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan literasi melalui buku, tetapi juga diajak melihat berbagai jejak sejarah yang tersimpan dalam arsip.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar, berbagi pengetahuan, bertemu penulis, menemukan buku, sekaligus mengenal lebih dekat arsip dan sejarah,” kata Cok Partha.