Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gus Adhi : Jadikan Sektor Pertanian Penopang Perekonomian Era New Normal

Bali Tribune / AA Bagus Adhi Mahendra Putra.

balitribune.co.id | Badung - New Normal yang kini tengah diwacanakan pemerintah di tengah pandemi Covid-19 menurut Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra), pemerintah ingin mengajak masyarakat  masuk dalam tatanan kehidupan yang lebih berkualitas tanpa meninggalkan protokol kesehatan Covid-19. Dimana menurutnya dengan berbasis teknologi semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah atau darimanapun. 

“New normal momentum untuk kembali menggeliatkan sektor pertanian dalam arti luas, sehingga diharapkan perekonomian masyarakat bisa kembali menggeliat.  Apalagi dengan kehadiran teknologi dalam setiap kegiatan bisa membantu masyarakat beraktifitas tanpa dibatasi ruang dan waktu," ucap Anggota DPR RI dua periode ini disela kegiatan donor darah serangkaian HUT SOKSI ke 60 di Jero Kawan, Kerobokan, Kamis (28/5)

Lebih lanjut Gus Adhi menjelaskan, dalam konteks new normal banyak sektor yang bisa dikembangkan, terutama kembali membangkitkan sektor pertanian dalam arti luas. 

"Kita mesti memiliki keinginan dalam merubah konteks yang sudah ada, masuk dalam dimensi baru yang lebih menjanjikan, tentunya," sebut Gus Adhi sembari menjabarkan apa yang dimaksud merubah konteks yang sudah ada, jangan lagi Bali bergantung pada satu sektor, seperti pariwisata, tetapi sudah mulai lagi mengembangkan dari sisi pertanian dalam arti luas sebagai penopang ketahanan pangan Bali. 

"Bercermin pada kondisi Covid-19, kita lihat perikanan mulai disentuh, pertanian, peternakan, perkebunan semua mulai dilirik, karena mereka sadar akan pentingnya ketahanan pangan yang kelak bisa diandalkan menjadi komoditas utama," tukasnya.

Dengan new normal salah satu yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana masyarakat menjaga lingkungannya, memberdayakan sehingga bisa menjadi pilar ekonomi dan budaya. 

"Terobosan dalam menghadapi kondisi new normal, kita siapkan Rumah Pangan Sehat (RPS) yang bersih, sehat dan harganya terjangkau, ini juga bagian dalam meningkatkan imun tubuh di masa pandemi Covid-19," tuturnya yang juga menambahkan, dengan adanya RPS secara tidak langsung juga mengedukasi masyarakat untuk belajar hidup bersih. 

"RPS akan menyediakan ikan yang bermutu dan berkualitas, menampung hasil panen Kelompok Petani Perkotaan (KPK) yang sekarang juga mulai diminati," tukasnya.

Lantas Gus Adhi juga mengungkapkan bagaimana dengan new normal masyarakat akan mampu memghidupkan dapur hidup dan apotek hidup baik itu melalui tabulapot ataupun tanaman hydroponik mulai dari keluarga masing-masing. 

Namun demikian dalam menghadapi new normal peran pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat sangat diperlukan, dan salah satunya yaitu melalui database skala desa. 

"Adanya database skala desa akan sangat membantu pemerintah dalam menghadapi new normal, seperti berapa jumlah penduduk, kebutuhan pangannya berapa dan konsumsinya apa saja, ini perlu diketahui. Dan ini sudah pernah saya sampaikan ke pak menteri pentingnya database skala desa," tandasnya. 

Jadi dikatakan Gus Adhi, dengan adanya database skala desa, kelak bisa diketahui desa mana yang sudah swasembada pangan dan desa mana yang rawan pangan. 

"Andaikan database itu terwujud kita akan tahu kebutuhan pangan dalam suatu desa dan ketika ada wabah seperti Covid-19 pemerintah tidak akan bingung memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Saya berharap mudah-mudahan Indonesia bisa swasembada pangan seperti dulu lagi," tutupnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

FGBMFI World Convention 2026 di Bali Dihadiri Delegasi dari 48 Negara

balitribune.co.id I Badung - The Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada 13–15 Agustus 2026 akan dihadiri 1.400 hingga 1.500 delegasi dari 47 negara. Delegasi yang hadir merupakan pebisnis yang secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi Bali sebagai tuan rumah konvensi dunia tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click

Rumah Susun untuk Seniman, Menteri PKP Sebut Seniman Bali Pantas Diperhatikan

balitribune.co.id I Denpasar - Menteri Perumahan dan Kawasan Perumahan (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait membuat sejumlah terobosan untuk kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tanah Air. Salah satunya dengan menghadirkan rumah susun untuk kalangan MBR di setiap daerah seperti rumah susun untuk pelaku seni di Bali kategori MBR. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menteri PKP RI Maruarar Sirait Tinjau Program BSPS di Banjar Oongan Tonja

balitribune.co.id I Denpasar -  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait melakukan kunjungan terkait Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (10/8/2026). 

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang jumlah bantuannya sebanyak 31 unit, tahun ini jumlah bantuan naik menjadi 4.184 unit. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.