balitribune.co.id | Denpasar - Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Denpasar terus berjalan. Hingga mendekati akhir September, capaian imunisasi BIAS untuk sejumlah sasaran telah melampaui 75 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar, dr. A.A. Ayu Chandradewi, Kamis (24/9/2026) mengatakan imunisasi yang menyasar siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) tersebut telah diberikan kepada 8.803 anak dari total target 10.112 anak.
Sementara itu, capaian BIAS Measles Rubella (MR) atau campak-rubella telah mencapai 87,5 persen. Sedangkan capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) telah mencapai 77,6 persen. Imunisasi yang ditujukan bagi siswa kelas 5 SD tersebut telah menjangkau 7.735 anak dari target 9.965 anak.
“BIAS masih terus berlanjut. Koordinasi dilakukan masing-masing puskesmas dengan sekolah untuk penentuan jadwal pelaksanaan,” ujar dr.Chandradewi.
Pelaksanaan BIAS di Denpasar dijadwalkan berlangsung hingga November mendatang. Program tersebut menyasar 41.904 siswa SD, madrasah ibtidaiyah (MI), serta sekolah sederajat, yang terdiri atas 13.800 siswa kelas 1, 13.858 siswa kelas 2, dan 14.246 siswa kelas 5.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan imunisasi, Dinkes Kota Denpasar memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Terdapat empat jenis vaksin yang disiapkan, yakni MR, HPV, tetanus-difteri (Td), dan difteri-tetanus (DT). Adapun stok yang tersedia meliputi 1.732 vial atau setara 17.320 dosis vaksin MR untuk siswa kelas 1. Kemudian, tersedia 14.246 dosis vaksin HPV untuk siswa kelas 5.
Selain itu, Dinkes juga menyiapkan 2.811 vial atau 28.110 dosis vaksin Td untuk siswa kelas 2 dan 5, serta 1.386 vial atau 13.860 dosis vaksin DT untuk siswa kelas 1. dr.Chandradewi menjelaskan, pemberian vaksin HPV dalam program BIAS tidak hanya ditujukan kepada siswa perempuan, tetapi juga siswa laki-laki. Hal tersebut karena infeksi HPV dapat menyebabkan berbagai penyakit, di antaranya kutil kelamin, kanker anus, kanker penis, serta kanker pada mulut dan tenggorokan.
Karena itu, vaksinasi HPV sejak usia sekolah dinilai penting sebagai salah satu upaya membangun perlindungan terhadap infeksi HPV sejak dini. Pelaksanaan BIAS di Denpasar masih akan terus dilakukan hingga seluruh sasaran mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.